
Saat semuanya melarikan diri untuk mencari tempat berlindung, Juden malah masuk ke markas untuk menyelamatkan adiknya, tepatnya berada di ruangannya Hua Dong dan Zilong. Ryudan pun ikut untuk membantu Juden menyelamatkan Yobo. Ternyata markas sudah di kepung oleh para pasukan elit khusus Jendral Yu Zhong. Karena keselamatan Yobo lebih penting dari keselamatan dirinya, hingga akhirnya Juden dan Ryudan pun nekat menerobos pasukan yang sedang berjaga di markas. Sesaat mereka masuk Zilong melihat mereka menerobos masuk, sehingga Zilong pun secepatnya untuk mengejar mereka. Akan tetapi, keponakan darin Jendral Song yaitu panglima Jun langsung memblokir jalannya dan meminta untuk bertarung. Akhirnya dengan terpaksa Zilong pun bertarung dengan Panglima Jun terlebih dahulu sebelum menyusul Juden dan Ryudan untuk menyelamatkan mereka.
Setelah Juden dan Ryudan sudah berada di dalam markas secara terpaksa mereka mengeluarkan jurus yang biasa kakek Yuzu pernah ajarkan kepada Ryudan dan Naomi dulu untuk mengalahkan para pasukan elit tersebut. Sempat kewalahan saat bertarung, tapi Juden dan Ryudan pun berkerja sama untuk bertarung melawan pasukan elit tersebut sampai titik darah penghabisan. Itu semua dilakukan demi menyelamatkan Yobo.
Sampai pada akhirnya mereka berdua pun bisa mengalahkan paauka elit tersebut dan berhasil masuk ke dalam ruangan Hua Dong dan Zilong. Betapa terkejutnya ternyata Jendral Yu Zhong sudah berada di dalam dan ingin membunuh pengawal Yobo. Pengawal itu begitu ketakutan histeris saat Jendral Yu Zhong sudah mengangkat pedangnya dan siap untuk menebas kepalanya. Tanpa ampun Jendral Yu Zhong pun menebas kepala pengawal itu di depan Yobo yang masih kecil untik melihat itu semua. Yobo pun menangis sejadi - jadinya. Lalu Jendral Yu Zhong menyuruh Yobo untuk berhenti menangis. Yobo pun bukannya berhenti menangis, malah tambah jadi tangisannya, memekan telinga Jendral Yu Zhong hingga sang jendral pun mengangkat pedang untuk memvunuhnya. Beruntung saat Jendral Yu Zhong mengayunkan pedangnya ke arah Yobo Juden dan Ryudan pun menepis serangannya. Meski begitu Jendral Yu Zhong terlalu tangguh, hingga dia mengeluarkan jurus yang bisa membuat musuh terpental. Juden dan Ryudan terpental sampai mereka sudah tidak bisa lagi bergerak. Jendral Yu Zhong mengangkat pedangnya kembali ke arah Yobo. Juden meminta belas kasihan dari seorang jendral untuk tidak membunuhnya. Juden rela menggantikan nyawa adiknya dengan nyawany sendiri. Jendral Yu Zhong tertawa dengan ketawa jahatnya dan dia pun memanggil adik.... adik... adik....
Tanpa henti - hentinya Juden meminta belas kasihan dari seorang Jendral, akan tetapi Jendral Yu Zhong tidak memperdulikannya dan siap akan menebas kepalanya. Hingga saat mengayunkan pedang Tombak Panjang itu pun tembus dari jendela sampai ke tangannya Jendral sehingga pedang yang di pegangnya terlepas. Dan juga Kekuatan sihir dari Zilong yaitu Thor Shot yang bukan hanya bisa memekakan telinga tapi juga bisa membuat musuhnya menjadi sulit bergerak dan jika terkena langsung maka kulit akan hangus terbakar menjadi abu.
Akhirnya Zilong dan Hua Dong pun menyusul Ryudan dan Juden untuk menyelamatkan mereka semuanya. Hua Dong membatu dua orang ini dan ilong membawa Yobo untuk lari bersama mereka. Jendral Yu Zhong pun bangkit dan melepaskan tombat itu dengan tangannya yang bisa cepat meregenarasi lukanya. Sehingga Jendral Yu Zhong dengan penuh kemarahannya langsung meraih pedangnya dan mengangkat pedangnya. Sekarang pedangnya hitam kelam dan penuh dengan rasa kebencian di dalam pedang tersebut. Dengan ilmunya tersebut bisa membuat musuh menjadi abu meski tidak terkena tebasannya sekali pun. Matanya pun berubah menjadi merah darah. Lalu Zilong berusaha untuk menggendong Yobo dan melarikan diri. Jendral Yu Zhong pun segera mengayunkan pedangnya dekekuatan iblisnya, sehingga dengan terpaksa Zilong pun melakukan sihir berelemen petir itu sekali lagi sehingga sang Jendral pun sedikit terkena efek dari sihirnya tersebut dan hanya 30 detik saja efeknya menghilang. Zilong pun melarikan diri dengan kekuatannya dengan cara berteleportasi menuju Hua Dong yang menunggu di luar bersama Juden dan Ryudan. Setelah sampai di sana Zilong langsung menyerahkan Yobo kepada Juden dan meminta nanti mereka harus ke kota Xining di sebelah utara setelah melewati Xinghai.
__ADS_1
Hua Dong pun menjelaskan jika mereka bisa bertahan hidup sampai menuju ke sana, maka mereka berdua akan di promosikan untuk menjadi pasukan elit khusus kota Xining. Mereka pun menganggukkan kepalanya dan pergi dari tempat itu dengan menggendong Yobo.
Yobo trauma melihat kejadian yang terjadi di depan matanya, membuat Yobo ketakutan dan terdiam seribu bahasa. Lalu Juden pun berencana pulang ke rumah di kota Xiang Ji terlebih dahulu untuk bisa menyelamatkan Yobo.
Singkat cerita mereka berdua sudah berada di tempat Xiang Ji. Akan tetapi, entah kenapa kota seperti tidak ada penghuni. Lalu Juden meminta izin untuk bertemu keluarganya sebentar agar Yobo bisa tidur kembali dengan orang tuanya. Ryudan pun mengiyakannya. Lalu Ryudan pun segera mencari sahabat lama yang paling setia dan dia sudah dianggapnya kakak oleh Ryudan.
Tiba - tiba tupai yang biasa berada di pohon itu pun turun dan mengikuti Ryudan dari belakang seolah - olah sedang merindukannya. Akhirnya Ryudan pun membawanya kemanapun dia pergi. Lalu Ryudan pun masuk ke dalam rumah. Akan tetapi, tidak melihat tanda - tanda Naomi dan akhirnya Ryudan mencoba untuk mencari ke belakang rumah. Biasanya jika Naomi tidak ada di manapun berarti Naomi sedang mendoakan Kakek Yuzu yang makamnya di belakang rumah.
Benar saja Naomi sedang fokus mendoakan kakek Yuzu. Saat Ryudan karena tidak mau mengganggu kekhusyuannya berencana akan pergi ke kamar, Naomi langsung melihat sahabatnya itu sudah datang. Sontak dengan penuh rasa suka cita Naomi pun berlari dan nemeluk sahabatnya itu. Ryudan pun kesulitan bernafas karena kuatnya prlukan Naomi. Naomi pun langsung melepaskan pelukannya dan menanyakan tentang Juden. Akan tetapi, Rydan langsung berbalik yanya kepada Naomi apa yang sedang terjadi di Kota Xiang Ji sekarang ini. Karena ceritanya sangat panjang, akhirnya Naomi menceritakan awal mulanya sampai sekarang kota Xiang Ji seperti kota mati tanpa penghuni.
__ADS_1
Setelah mendengarkan penjelasan Naomi, Ryudan pun kesal atas ulah dari Jendral Yu Zhong tersebut. Dan Naomi pun bertanya kembali tentang keadaannya Juden. Dan Ryudan pun menjelaskan semuanya kepada Naomi.
Sesaat setelah Ryudan menceritakan keadaan Juden, tiba - tiba ada yang mengetuk pintu. Kemudian Naomi pun membuka pintunya dan btapa terkejutnya Naomi mendapati kembali dua sahabatnya yang sudah lama tidak ada kabar. Juden pun langsung menanyakan " Apakah Ryudan masih di rumah? ".
Naomi pun menjawab " Dia sedang ada di meja makan"
Juden pun bertanya " Apakah saya bisa bertemu Ryudan sekarang? Karena ada sesuatu yang penting."
Naomi pun menjelaskan " Kalau begitu kita langsung membicarakannya di meja makan."
__ADS_1