Tiga Sekawan Yang Tak Akan Terpisahkan

Tiga Sekawan Yang Tak Akan Terpisahkan
Ryudan Merupakan Anak Pilihan


__ADS_3

Di saat semuanya sedang merayakan kemenangan pertama mereka melawan pasukan Qinghai dengan melumpuhkan Jendral terbaik dari Qinghai, tiba - tiba Shu meminta pendapat dari semua orang untuk membentuk kembali sebuah kota yang sekarang mereka tempati. Lalu dari kesemua orang yang ada menyeujui akan keputusan Shu di karenakan semua kota yang berada di sana di ambil alih oleh para pasukan Qinghai sementara. Akan tetapi, Hua Dong dan Zilong menginginkan bahwa sebuah kota harus ada seorang pemimpin uang bisa mengendalikan dan mengatur keseleuruhan aktifitas di kota tersebut. Hua Dong meminta kepada Shu untuk memilih siapa yang akan memimpin kota ini. Shu pun berkata " Tidak usah untuk melakukan pemilihan, karena seseorang sudah ada di depan kita yang merupakan orang pilihan dari dewa."


Hua Dong penasaran dengan perkataan Shu tersebut, lalu bertanya " Siapakah orang tersebut, Shu? ".


Shu kemudian menghampiri Ryudan dan menunjuknya sebagai pemimpin di kota tersebut. Naomi pun merasa ada yang aneh dengan pernyataan Shu, lalu bertanya "Kenapa harus Ryudan yang terpilih?"


Naomi pun menyambung perkataannya " Ryudan hanya seorang pemuda biasa. Ayah dan Ibunya meninggal di saat dia masih kecil. Dan kakek kami yang mengurusi dia selama masih kecil sampai sekarang. Kenapa... kenapa.... kenapa....?" dengan raut wajah yang penuh dengan kebingungan.


Shu pun berkata " Kakek kalian adalah orang yang paling hebat semasa masa hidupnya, beliau adalah bagian dari pasukan Qinghai dan seorang Jendral. Menurut informasi bahwa kakek kalian di tuduh karena rumor mengatakan kakek kalian adalah seorang penghianat negara. Sehingga untuk membersihkan namanya beliau pergi meninggalkan kota dan hendak mencari tempat yang aman untuk dirinya."


Naomi dan Ryudan terkejut karena Shu juga mengetahui sejarah dari kakek mereka yang bernama Kakek Yuzu. Lalu Naomi mengatakan " Jika kau tahu kakek kami segalanya, lantas atas dasar apa kau menunjuk Ryudan sebagai pemimpin kota ini dan apa hubungannya dengan itu semua? " dengan nada marah.


Shu nenjawab " Sesungguhnya Ryudan adalah anak angkat sekaligus murid dari Master Yuzu. Selain itu saat dia menemukan koin yang saya lemparkan, dia bisa menemukan koin tersebut dengan sebuah kekuatan di tangannya yang di khususkan untuk melindungi seluruh negara bagian barat. Ryudan merupakan anak pilihan dan karena dia maka negara bagian barat pun hidup damai dan sejahtera seperti layaknya seorang pemuda yang bisa memberikan kedamaian seluruh negara bagian timur yang saat itu di kuasai oleh militan para pejuang Barbarossa uang haus akan kekuasaaan."


Ryudan pun menjawab " Tapi kekuatan yang ku miliki ini sebenarnya...." dengan tasa kebingungan.


Naomi pun menyambung perkataan Ryudan " Kekuatan itu sebenarnya bukan untuk menajadikan dia seorang pemimpin, lalu atas alasan apa kau bisa mengatakan demikian?"


Shu mengalihkan jawaban Naomi dan berkata kepada Ryudan " Ryudan... untuk sementara kau lebih baik berfikir sejenak untuk keselamatan kita semua dan untuk keselamatan seluruh negara di bagian barat ini."

__ADS_1


Naomi tetep bersikeras dan berkata " Tapi... tapi pertanyaanku.... "


Kemudian Hua Dong memotong pertanyaan Naomi dan meminta mereka berdua untuk bertemu di lantai bawah malam hari untuk mendengarkan semua penjelasan yang sebenarnya. Ryudan yang pusing sedari tadi langsung di bawa ke sebuah kamar untuk beristirahat sejenak.Sedangkan Naomi sedang di tenangkan oleh Quancheng dan Fang Yin agar kemarahannya yang membludak tidak berkelanjutan. Shu meminta kepada Hua Dong untuk menjelaskan srmuanya kepada Ryudan, karena Shu juga merasa letih sehingga dia meminta untuk pergi ke kamar sebelah.


Kastil tersebut ruangannya sangat besar sehingga para pejuang yang lelah bisa beristirahat di tempat yang masih kosong kamarnya. Terkecuali Hua Dong ,Zilong dan Guo Daza yang lebih memilih beristirahat di lantai bawah.


Singkat cerita Naomi yang masih kebingungan dengan sebuah pernyataan yang gila dari Shu, lalu datang ke kamar Ryudan dan sesampainya di sana ternyata Ryudan pun juga masih merasa kebingungan seperti orang yang sedang depresi alias seperti orang yang tidak bisa menerima kenyataan. Naomi menghampiri Ryudan dan kemudian mengajak Ryudan untuk pergi ke Hua Dong yang menunggu di lantai bawah.


Setelah sampai disana, Hua Dong kemudian meminta keluar sejenak dari kota sambil bercerita panjang.


(Cerita Kakek Yuzu sudah pernah penulis ceritakan di episode 1)


Pagi hari pun menyongsong dan Ryudan pun terbangun dari tidurnya. Setelah semua telah siap Ryudan langsung ke depan pintu kamarnya dan betapa terkejutnya Naomi tiba - tiba sudah berdiri di depan pintu kamarnya.


Naomi pun berkata " Selamat pagi... adikku... kita harus segera menemui Shu untuk masalah kemarin ".


Mereka berdua pun lekas pergi ke ruangan besar yang merupakan tempat rapat mereka. Sesampainya di sana merekq melihat sudah banyak orang menunggu kedatangan mereka. Lalu Shu dengan sigap mengahmpiri Ryudan dan bertanya " Apakah kau setuju dengan keputusan ini? "


Lalu Ryudan melihat Naomi dan Naomi pun berkata " Terserah kau saja. Apa yang menurutmu baik itu adalah hasil keputusanmu. Aku disini hanya ikut dengan semua keputusanmu adikku."

__ADS_1


Ryudan berfikir sejenak kembali dan mencoba untuk mengenang masa yang dia hadapi semuanya. Setelah semuanya terlihat jelas di dalam fikiran Ryudan pada akhirnya Ryudan memutuskan untuk menjadi pemimpin dari kota tersebut.


Semua yang ada di ruangan tersebut bersorak penuh dengan rasa suka cita dan Shu pun berterima kasih kepada Ryudan yang telah menyetujui keputusannya. Kemudia Shu menjelaskan " Jika tempat ini pada awalnya adalah tempat kosong tanpa berpenghuni dan sebagai pemimpin yang baru, tugas pertama yang harus dilakukan seorang pemimpin adalah untuk menamai kota tersebut dan kastil ini akan dijadikan aula untuk rapat kita menyusun strategi."


Ryudan langsung berfikir sejenak kembali dan akhirnya Ryudan mempunyai nama yang cocok untuk nama kota tersebut. Akhirnya Ryudan menamai kota tersebut dengan nama kota Anming yang artinya Kota yang penuh kedamaian. Semua sepakat dengan pernyataa Ryudan dan akhinya semua pun merayakannya dengan pesta kecil - kecilan di sana.


Singkat cerita di keesokan harinya tiba - tiba Ryudan pergi ke luar kota dan ternyata ada seseorang yang ingin mencari seorang pemimpin baru yang hebat di kota baru tersebut. Dia mencarinya dikarenakan menurut informasi bahwa kota penghubung dua kota yaitu Kota Menyuan Hui dan kota Shang Zhuang akan di kepung oleh para pasukan Qinghai untuk mrrebut kekuasan dari Gubernur disana.


Seseorang yang sedang mencari tersebut adalah utusan dari gubernur kota penghubung.


Utusan tersebut bertanya kepada Ryudan " Saya bisa minta tolong?... Apakah kau kenal dengan pemimpin baru di kota ini? "


Ryudan menjawab " Mungkin beliau sedang ada didalam,mungkin beliau sedang rapat di aula." dengan isengnya Ryudan sengaja untuk mengerjainya.


Utusan tersebut lantas berkata " Baiklah, terima kasih sebelumnya sudah membertahuku."


Padahal yang sebenarnya pemimpin yang di maksud sedang berada di depan matanya. Keisengab Ryudan membuat utusan tersebut kebingunguan mencari orang yang di maksud dan sampailah di sebuah aula.


Di saat itu juga Ryudan langsung segera menyusul utusan tersebut ke aula dan saat bertemu nanti tidak lupa untuk meminta maaf karena keisengannya terhadap utusan gubernur tersebut.

__ADS_1


__ADS_2