
Saat aku lagi di ruang referensi mencari bahan acuan buat skripsi, teleponku bergetar, ternyata ada pesan dari Mbak Diah, asisten Pak Emrick. Tumben Mbàk Dian kirim pesan segala. Daripada penasaran aku buka roomchat.
/ Dik kalau ada waktu longgar tolong datang ke kantor ya, banyak kerjaan nih /
/Iya Mbak Nay usahain /
Sampai bab dua belum ada kendala dalam skripsiku, aku sangat menikmati dalam membuat skripsi ini karena tema yang aku angkat tidaklah terlalu berat tapi menarik dan belum pernah ada yang meneliti makannya kemaren waktu pengajuan judul langsung diterima. Dalam penyusuanan skripsi ini aku sangat beruntung mendapatkan Dosen Pembimbing yang asyik dan tidak memberatkan Mahasiswanya. Saat bimbingan tidaklah kaku, ada canda disela-sela setiap bimbingan.
Selama penyusunan skripsi aku juga mengurangi pergi ke kantornya Pak Emrick, karena aku punya deadline agar skripsiku cepat selesai dan memenuhi janji sama Mas Nehan untuk segera lulus dan menikah. Untuk saat ini aku memang mutusin untuk nikah muda karena aku ingin tumbuh dan berkembang bersama, Mas Nehan ga larang aku buat meraih cita-cita dan impianku.
Setelah merasa cukup dalam mencari bahan yang kubutuhkan dalam penyusunan skripsi, aku memutuskan ke kantin terlebih dulu buat makan pagi plus makan siang, biasa anak kos makan cuman dua kali. Kalau ketahuan Mas Nehan bisa berabe karena tidak makan teratur. Sampai di kantin ada yang memanggilku ternyata Maya.
"Nay!..Nay!" Panggil Maya waktu aku masuk dalam kantin.
Kusampiri dia untuk cipika cipiki karena udah lama ga ketemu jadi kangen juga.
"Maya apa kabar?" tanyaku.
"Alhamdulillah kabarku baik Nay, sekarang aku lagi KKN dan penempatan di Kulon Progo.
"Sepertinya kita lulus ga bisa sama-sama ya Nay" ungkap Maya.
"Gakpapa May, semangat-semangat, walau ga sama-sama lulus kita masih bisa saling kontak, tenang aja, aku lihat menu dulu ya keburu lapar".
"Iya Nay nanti gabung meja sini ya karena udah lama kita ga ngobrol".
"Wah ga enak aku ntar ganggu yang lagi kencan"
"Nay kenalin ini Farhan anak ekonomi satu KKN denganku".
Aku dan Farhan saling mengangguk tanda kenalan. Aku pun segera ke depan buat memilih menu. Akhirnya aku memilih cha kangkung dan telur dadar agar bisa segera disantap tanpa menunggu. Jadi kangen sama Mas Nehan dengan mengingat menu kesukaanya. Setelah mengambil menu dan membayar dikasir aku menuju meja Maya. Aku duduk dengan mengeluarkan telepon untuk memberi kabar Mbak Diah kalau ke kantor agak siang. Tak lama ada balasan, aku kira Mbak Diah ternyata akangku tersayang.
/Dik udah makan belum?/
/Ini Mas dapat sayur tumis kangkung jadi inget kamu Dik, masakannya lebih enak kamu Dik /.
Ku jawab sambil senyum-senyum.
/Haa kita sehati ya ini aku baru maksi dengan kangkung jg /
/Kamu maksi dengan siapa Dik /
/Ga sengaja ketemu Maya di kantin, sekalian lepas kangen karena dah lama ga jumpa/
__ADS_1
/Lepas kangen sama Mas kapan donk?/
/Kemaren kan habis ketemu, gimana sih Masku /
/Penginnya tiap hari ketemu Adik, gimana donk/
blush wajahku pasti merah baca pesannya.
/Mulai pinter gombal ya sejak di Bandung./
/Mas serius ya./
/Udah ah Nay mau makan dulu terus kekantor Advokat, tadi diminta bantu Mbak Diah, kantor lagi banyak kerjaan./
/Hati-hati Dik, nanti malam Mas video call./
/Iya Mas siap jawabku/.
"Senyum-senyum, wajah merona pasti dapat pesan dari Mas Nehan ya Nay?" May mulai kepo haha.
"Iyalah siapa lagi yang bisa buatku tersenyum selain dia" jawabku asal.
"Cieee...sweet...Nayra" goda Maya.
Setelah ngobrol dan makan bersama Maya, aku ke kantornya Pak Emrick. Sampai di sana disambut Mbak Diah yang baru kembali dari beli makan siang. Kulihat di mejanya memang banyak kertas-kertas berserakan di meja kerjanya. Aku menaruh tas di sebuah meja yang biasa aku pakai saat magang dulu. Belum sempat menyampiri Mbak Diah, tiba-tiba ada seorang lelaki datang bertanya padaku tentang keberadaan Pak Emrick.
"Mbak, Pak Emrick ada ga di ruangannya?".
"Maaf Mas, saya kurang tahu, karena baru saja datang, coba tanyakan sama sekretaris beliau di depan ruangannya" jawabku.
Dia kenapa malah bengong ga mau beranjak dari tempatnya.
"Haloo...Mas...Mas kok bengong siih, saya panggil dari tadi lho".
"Eeh maaf Mbak, saya kaget aja ketemu Mbak karena mirip dengan teman saya waktu kecil" jawabnya. kemudia berlalu meninggalkanku menuju Mbak Diah.
"Deg..." semoga tidak seperti yang jadi pikiranku.
Tak lama aku menyampiri Mbak Diah buat nanyain kerjaan yang harus aku bantu. Dia minta aku buat ngetikin sebagian pekerjaannya karena harus dikumpul sore ini. Saat aku nyelesein kerjaan, Pak Emrick datang menyapaku.
"Hallo Nay lama ga jumpa, apa kabar dan kemana aja?".
"Alhamdulillah baik Pak, lagi sibuk nyusun skripsi pak makanya ga ke kantor biar cepat kelar" jawabku.
__ADS_1
"Ooh temanya tentang apa kalau boleh saya tahu?".
"Tentang hakam Pak".
"Menarik itu karena orang jarang mengekspos tentang perkara itu".
"Benarkah itu Pak?" tanyaku antusias.
"Iya" jawabnya terus menuju ruangannya.
Waktu mau pulang, Mbah Diah memberitahuku kalau aku dipanggil Pak Emrick untuk datang ke ruangannya. Aku mengangguk tanda setuju. Tumben ga seperti biasanya. Aku langsung menuju ruangannya karena ingin segera pulang buat istirhat. Tok...tok...aku mengetuk pintu sebagai adab sopan santun menghormati sang pemilik kantor.
"Masuk Nay" kata Pak Emrick.
"Bapak memanggil saya ada apa perlu apa Pak?" tanyaku.
"Nay, kenalin ini saudara saya namanya Alvin. Nay, kamu mau ga bergabung dalam team penanganan perceraian, jika melihat skripsimu tentang hakam pas itu buat nambah pengetahuan".
"Gimana Nay?".
Deg...nama yang sama dengan yang aku cari selama ini, tapi kan nama Alvin banyak mungkin hanya kebetulan.
"Hmm Pak, maaf apa saya pantas bergabung mengingat saya belum lulus sarjana"
"Kamu anggota hanya bersifat memberi saran dan masukan dalam perkara ini, ilmu yang kamu dapatkan fresh dan mengikuti perkembangan hukum saat ini".
"Kesempatan ga datang dua kali lho" bujuk Pak Emrick.
"Baiklah akan saya coba Pak, tapi saya minta keringanan waktu untuk tidak kerja full time, agar saya juga bisa menyelesaikan skripsi tepat waktu".
"Oke. Tak masalah jika kamu tiap hari ga ke kantor tapi saat dibutuhkan usahain datang ya?".
"Siap Pak, makasih untuk pengertiannya" jawabku.
Setelah selesai negoisasi dengan Pak Emrick aku memutuskan pulang. Senang mendapat job pertama walau belum lulus. Memang benar apa yang dikatakan Pak Emrick kalau kesempatan ga datang dua kali. Ga ada salahnya aku bergabung dalam team tersebut. Sehabis isya, Mas Nehan sesuai janjinya melakukan video call denganku cukup lama. Aku juga menceritakan kalau aku menjadi team dalam suatu perkara agar nanti tidak terjadi kesalahpahaman jika aku tidak sempat kontak dijam kerja. Mas Nehan juga mendukungku agar aku mempunyai pengalaman tentang bidang yang aku geluti kelak.
Alvin POV
Pertama kali melihat cewek yang sekilas mirip dengan Gendhis membuatku tak percaya. Secara fisik memang berbeda, tapi kenapa aku merasa yakin kalau dia itu Gendhis. Saat Kak Emrick ngenalin dia dengan menyebut namanya Nay membuatku hampir hilang harapan. Alam sadarku kembali untuk tidak menyerah begitu saja, saat dia keluar dari ruangan Kak Emrick, aku meminta curriculum vitaenya.
Benar tebakkanku saat membaca curriculum vitaenya, mataku melotot karena memang dia Gendhis yang aku cari selama ini. Kak Emrick sampai terheran-heran melihat reaksiku. Aku memberi tahu kalau Nayra itu Gendhis, sahabatku waktu kecil. Kak Emrick shock mendengarnya karena selama ini dekat tapi ga menyadarinya. Mungkin ini yang namanya takdir, pertemuan tak terencana.
Aku meminta Kak Emrick buat memasukkanku dalam team yang sama dengan Gendhis. Aku ingin mengenal lebih dekat dari mulai sekarang. Kak Emrick sampai geleng -geleng kepala mendengar permintaanku karena dia mengetahui aku sudah punya pacar tapi dia memperbolehkan membuat aku bersyukur.
__ADS_1