Titik Waktu Di Hati Gendhis

Titik Waktu Di Hati Gendhis
Kuliah Kerja Nyata


__ADS_3

Setelah melewati ujian semester dan liburan, aku memasuki semester enam. Semester ini, aku berencana ambil kuliah kerja nyata, ingin punya pengalaman dalam pengabdian di masyarakat, mengingat aku ambil fakultas hukum, harus mulai melatih terjun di lapangan. Karena sekarang aku sudah punya pacar haruslah memberitahu sebagai bentuk penghargaanku kepadanya. Aku chat Kak Nehan.


/Assalammu'alaikum Kak./


/ Hari ini dapat shif jaga apa?./


/wa'alaikumsalam Nay, hari ini Kakak dapat shif pagi, kenapa?./


/Boleh Nay menemui Kakak siang ini dirumah sakit?./


/ Boleh banget, kangen soalnya, nanti jam istirhat tunggu Kakak di kantin rumah sakit./


/Oke Kak siap./


Tiba-tiba terlintas ingin masakin buat Kak Nehan, tumis kangkung udang, semoga suka batinku. Setelah selesai masak di dapur kos, aku mandi mengingat waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Tak lupa meka up tipis natural biar wajah tidak terlihat pucat. Aku keluar kos sambil membawa tas bekal makan siang. Sampai kantin, adzan dhuhur berkumandang. Ttrt...ttrt teleponku berbunyi.


"Assalammu'alaikum Nay, udah sampai kantin?".


"Wa'alaikumsalam Kak, iya ini Nay baru masuk kantin, gimana Kak?".


" Nay, Kakak ke masjid bentar, Nay tunggu di situ bentar".


"Tolong pesanlah minuman dan makanan terlebih dulu".


"Beres Pak Dokter" jawabku asal.


Sambil menunggu kedatangan Kak Nehan, aku pesan minum jeruk panas buat kita berdua. Tak berselang lama, yang aku tunggu datang.


"Nay, makanannya mana?".


"Tenang Kak makannya special, dibuat oleh koki abal-abal".


Aku mengeluarkan kotak makanan dari tas yang sengaja kuletakkan di kursi buat kejutan Kak Nehan. Berbinar wajahnya melihat makanan favoritnya.


"Nay, enak banget masakanmu, ngomong-ngomong Nay tahu darimana jika ini makanan favoritku?".


"Rahasia" jawabku.


Dia tertawa mendengar jawabanku. Aku mengamati Kak Nehan yang antusias mengambil nasi dan sayur diwadah yang aku siapin. Aku termenung saat dia sedang makan, aku sungguh beruntung dicintai cowok seperti dia, sudah pintar, taat dalam beragama dan tulus menyayangiku. Lamunanku terpecah saat teman-teman Kak Nehan datang menghampiri kita.


"Woew, istirahat main pergi aja, tak menunggu kita, rupanya lagi kencan".


"Wuiih makananmu kayaknya lezat, boleh donk kita nyicip".


"Ga boleh" kata Kak Nehan.


"Ini makanan khusus buat aku dari yang tersayang".


"Cieee tersayang Mar".


"Nay, kenalin tiga teman Kakak yang sableng karena kebanyakan teori, Damar, Tyo dan Hengki".


"Mereka sukanya mengaku teman Kakak biar dapat contekan gitu jika ada ujian".


Orang yang bernama Hengki tak terima melempar bolpaint ke arah Kak Nehan membuat semua tertawa.


"Kamu, sepupunya Nehan?" tanya cowok yang bernama Tyo.


"Enak aja, dia calon isteriku, jangan kau usilin Tyo, dasar playboy kelas teri".


Bluush ada yang panas dipipiku, pasti pipiku merah seperti kepiting rebus.


"Uhuk...uhuk...calon bini nih rupanya" sela Tyo.


"Bubar...bubar...aku lagi ingin berdua saja tanpa ada gangguan dari kalian."


"Kasihan Nehan jika kita usilin terus, keburu jam istirahat habis".


"Mari kita cari makan" kata Damar.


Merekapun akhirnya pergi meninggalkan kita. Setelah makan selesai, aku mengajak bicara sama Kak Nehan.


"Kak, semester ini, Nay ambil kuliah kerja nyata selama dua bulan".


"Satu bulan membuat program bersama kelompok dan satu bulan lagi terjun dilapangan".


Kak Nehan tampak terkejut mendengar omonganku.


"Lama banget Nay, bakal susah donk ktemunya kalau kita mulai sibuk masing-masing".

__ADS_1


"Gimana nanti kalau Kakak kangen?".


"Iih Kakak lebay, kan cuman satu bulan yang ga ketemu, lagian sekarang bisa video call dan telepon".


"Nay, Kakak minta tolong jaga hatimu untuk Kakak, disana nanti banyak godaan Nay".


"Kakak berpikirlah yang positif, Nay saja tidak pernah berpikir negatif saat Kakak tugas di dalam atau luar kota, padahal peluang itu ada, semua kembali ke hati dan prinsip orang tersebut" terangku.


"Makasih Nay, sudah memberi kepercayaan sama Kakak".


" Kakak percaya juga sama Nay".


"Makasih juga Kak untuk kepercayaannya".


Tidak terasa waktu istirahat habis, waktunya Kak Nehan balik ke rumah sakit dan akupun harus pulang kekos. Pengumuman penempatan keluar, aku mendapat lokasi di desa Dukuh Magelang. Lumayan tidaklah terlalu jauh dari Yogyakarta, hanya dibutuhin waktu tempuh kurang lebih satu jam dengan naik motor.


Anggotaku terdiri dari delapan orang. Empat perempuan dan empat laki-laki. Anggota yang sama dengan jurusanku adalah Adam. Dari fakultas ekonomi paling banyak yaitu Nana, Eli, Tatat dan Lalu. Sedangkan untuk Fakultas Tehnik ada Tophik dan Dimar. Teman-teman baruku seru orangnya, Aku merasa nyaman berteman dengan mereka.


Karena matapencaharian desa yang akan menjadi tempat kami mengabdi bermata pencaharian petani, kami sekelompok, mendapat tugas dari kampus membantu masyarakat sekitar agar ladang para petani bebas dari hama dan memaksimalkan hasil panen. Setelah mendapat pembekalan dari permasalahan dari dosen penanggung jawab, kami mulai diskusi mencari solusi, diantaranya meminta bantuan Dinas Pertanian setempat.


Aku pikir bakal awkward banget sebulan tinggal didesa tapi ternyata jauh dari perkiraanku. Setiba di desa tempat mengabdiku, disambut masyarakat dengan ramah. Setelah beradaptasi dengan teman-teman kelompok dan warga sekitar, aku ngerasa ternyata seru KKN itu. Tugas kita memang menjalankan proyek kampus, tapi bukan berarti hubungan kami dengan masyarakat sebatas itu saja. Di luar tugas yang harus dikerjakan, kami juga berbaur dengan warga sekitar, agar lebih dekat dan akrab. Kita membuktikan bukan hanya menjadi tamu didesa tersebut.


Adakalanya kita bergabung dengan kegiatan harian masyarakat seperti memasak, kumpul-kumpul dengan warga serasa menjadi penghuni asli masyarakat tersebut. Selain ikut kegiatan masyarakat, diwaktu luang, kita mengajarkan mengaji, bahasa inggris dan melukis pada anak-anak. Mereka sangat antusias dengan kedatangan kami, karena wawasan tentang ilmu bertambah. Cerita seru dari KKN adalah diajak jalan-jalan pemuda sekitar ke ketep pass dan air terjun kedung kayang. Tak kalah seru belanja ke pasar naik oplet kayak milik Bang Dul.


Tak terasa tiga minggu, aku tinggal di desa ini. Saat ada api unggun, Lalu temanku datang menghampiriku dengan membawa jagung bakar.


"Cieee....Lalu cuman Nay aja yang dibakarin jagung" ucap Nana.


"Nay, sepertinya Lalu menyukaimu, tanggepin donk Nay".


"Jangan ngaco Na, kita semua sama kok cuman teman".


"Emang Nay tidak peka, tidak bisa bedain mana teman dan tidak" cetus Eli


Waktu aku mau menjawab ledekan temanku, tiba-tiba ponselku berbunyi ttrt...ttrt aku bangkit dari tempat duduk, agak menjauh dari teman-teman dan menekan tombol hijau.


"Assalammu'alaikum Nay apa kabar?".


"Wa'alaikumsalam Kak, alhamdulillah kabar Nay baik, Kakak gimana?".


"Alhamdulillah baik juga Nay".


"Kakak kangen banget sama Nay, boleh ga besok Kakak berkunjung ke tempat KKNmu, mumpung besok dapat jatah libur".


"Gakpapa Nay, tenang aja, semua kan baik-baik aja".


"Ok deh Kak, sampai ketemu besok".


Teleponpun kita akhiri setelah saling ngucapin salam. Ga bisa aku pungkiri, aku merasakan hal yang sama, tapi sudah komitmen kami untuk saling mendukung dan pengertian. Keesokan hari, waktu menunjukkan pukul tujuh pagi, sebuah mobil memasuki halaman rumah kos, saat aku dan teman-teman lagi pada kumpul menikmati kopi dan teh. Kuhapal kalau itu mobil Kak Nehan, langsung kuhampiri dia.


"Kak pagi banget sudah sampai sini, Nay kan belum siap-siap, aku pikir masih nanti siang".


"Kakak ga sabar ketemu kamu Nay, kangen banget". Bisikan Kak Nehan membuatku malu.


Tanpa kusadari, adegan kami jadi tontonan gratis teman-temanku, dalam hati mereka pasti mikirnya dia Kakakku karena akrab banget. Aku ajak Kak Nehan buat menyampiri mereka.


"Teman-teman kenalin ini Abangku namanya Kak Nehan".


Satu persatu bersalaman dengan Kak Nehan.


"Kak, duduk dulu, aku ganti baju sebentar".


Saat masuk rumah, Nana mengikutiku.


"Nay, Kakak kamu cakep, udah punya cewek belum?".


"Nana, naksir?".


"Sayang sekali Na, dia sudah punya calon isteri, kemaren sebelum aku KKN, dikenalin sama keluarga".


"Beruntung sekali cewek yang dipilih Nay".


"Hmm" jawabku.


Maaf Na, Nay ga rela jika kau naksir Kak Nehan, aku ga mau berbagi apa yang sudah menjadi milikku batinku.


"Kita keluar yuk, sekalian aku minta izin seharian sama ketua kita".


"Lalu, izin aku ambil hari ini, mau keluar jalan-jalan".

__ADS_1


"Teman-teman, aku pamit dulu".


"Iyaaa jangan lupa oleh-olehnya" jawab mereka semua.


"Beres" jawabku.


Dalam perjalanan, kita banyak ngobrol dan bercanda.


"Dik, dapat kiriman dari Mama, dibangku belakang".


"Kok tumben manggil aku, Dik?".


"Ingin aja punya panggilan special, ga boleh?".


"Boleh pakai banget, Nay suka, makasih Kak".


Kak Nehan tersenyum sambil tangan mengusap jilbabku.


" Kak, oleh-oleh dari Mama. Ups Tante maksudku, kubuka boleh?".


"Boleh".


"Mulai sekarang panggilnya Mama jangan Tante biar lebih dekat".


"Injih Mas".


"Dipanggil Mas lucu banget Dek, panggil Kakak, dengan Mas aja, lebih enak gitu".


"Sakersane panjenengan Mas".


Aku dan Kak Nehan ketawa dengan obrolan kita.


"Kita mau kemana ini Dik?"


"Svargabumi lanjut cari oleh-oleh buat Mama-mama kita".


"Baik tuan putri, tapi sebelumnya kita cari makan dulu, biar pak sopir ga pingsan".


"Hahaha iya pak"


Aku mengikuti alur yang dibuat Mas Nehan. Kita menikmati sop senerek kuliner khas Magelang sebelum berselfi ria di Svargabumi. Setelah puas berselfi, kita pulang, aku ga mau Kak Nehan pulang kemalaman. Tidak lupa kita mampir cari lumpang dan cobek asli batu buat oleh-oleh Bunda dan Mama. Waktu menunjukkan pukul tiga sore, Mas Nehan berpamitan setelah mengantarkanku kekos KKN. Tumben rumah terlihat sepi, tidak ada telepon atau whatsapp sebagai pemberitahuan adanya kegiatan mendadak. Akhirnya aku mandi, sholat dan tiduran sambil menunggu teman-teman pulang.


Yuhuuu akhirnya masa KKN selesai. Nanti malam ada perpisahan dengan para warga setempat. Sedih banget karena banyak peristiwa seru yang kita lewatin di sini. Sebagai tanda kenang-kenangan dan terima kasih kami untuk Ibu kos yang telah menampung kami selama satu bulan. Kami telah menyiapkan blender dan mixer. Alasan kami memilih dua barang tersebut untuk mendukung Ibu kos dalam mewujudkan mimpinya berwirausaha di bidang kuliner. Perpisahan sampai jam sebelas malam. Saat mau masuk rumah, Lalu memanggilku.


"Nay, boleh ga setelah KKN selesai, aku main ke kos kamu?".


"Boleh aja Lu, tapi aku punya rencana habis KKN ini, niatnya mau mendaftar magang di PUSDIKLAT, mungkin aku akan jarang dikos".


"Baiklah makasih untuk waktunya".


Kulihat wajah Lalu terlihat kecewa dengan penolakanku yang tidak langsung, tapi ini keputusan yang terbaik agar dia tidak menaruh harapan padaku. maafkan aku, Lalu karena dihatiku mulai tumbuh rasa buat Kak Nehan. Jadi kangen dengar suaranya, akhirnya aku menelponnya.


"Assalammu'alaikum Mas".


"Wa'alaikum salam Dik, tumben Dik, malam-malam telepon?".


"Nay, baik-baik aja kan di sana?"


Aku sengaja diam ga menjawab, hatiku menghangat, merasakan Mas Nehan sungguh-sunguh menyayangiku, tak terasa airmataku keluar karena terharu.


"Nay...halloo?".


Akupun tersadar dengan terbata-bata ku menjawab teleponnya.


"Iya Mas, Nay disini baik-baik aja".


"Maaf Mas, Nay cuman kangen sama Mas".


"Haa...Nay, makasih Dik telah menjawab doa-doa Mas selama ini, semoga perjuangan kita sampai dipelaminan".


"Aamiin" jawab kami serentak.


"Mas, Nay sudah selesai KKN hari ini, besok Nay udah balik ke Yogya".


"Asyiik...Mas boleh jemput Dik?".


"Boleh tapi di fakultas ekonomi aja biar Nana ga kejauhan antar Nay kekos".


"Baiklah, nanti kalau udah mau berangkat whatsapp Mas".

__ADS_1


Assalammu'alaikum Dik".


"Waalaikumsalam Mas".


__ADS_2