Titik Waktu Di Hati Gendhis

Titik Waktu Di Hati Gendhis
Kedatangan Cewek Alvin


__ADS_3

Hari ini jadwalku sangat padat, disamping mengajar menganti Pak Rudi juga ada sidang lanjutan klienku. Pagi hari aku memutuskan ke kantor Advokat terlebih dahulu karena mengajar masih nanti sore. Saat aku lagi asyik mempelajari materi buat mengajar, datanglah seorang perempuan muda yang cantik bak seorang model. Kulihat dia lansung menanyakan keberadaan Alvin.


"Mbak, Alvin ada di ruangannya ga?".


"Pak Alvin belum datang Mbak, mungkin sebentar lagi beliau datang karena ada jadwal sidang hari ini" jawab Mbak Diah.


"Ooh kalau gitu saya tunggu di ruangannya saja Mbak" dia hendak melangkah tapi dihentiin Mbak Diah.


"Maaf Mbak sebaiknya Mbak tunggu di ruang tamu saja karena Pak Alvin pernah berpesan pada saya untuk tidak memasukkan tamu sembarangan di ruangannya tanpa izin beliau".


"Mbak itu tahu ga saya?".


"Saya itu tunangannya masak mau masuk keruangan calon suami sendiri ga diperbolehkan!" ucapnya nyolot.


Pak Emrick sepertinya mendengar keributan di luar makanya langsung keluar dari ruangan dan bertanya pada Mbak Diah


"Diah, ada apa ribut-ribut di kantor saya?".


"Bang Emrick ternyata di ruangan, ini Bang Mbaknya ga bolehin saya masuk ke ruangan Alvin untuk menunggunya".


"Ooh Tiara, kalau mau nunggu Alvin bisa nunggu di ruangan saya".


"Makasih Bang" kemudian cewek itu masuk mengikuti Pak Emrick.


Setelah mereka masuk aku menghampiri meja Mbak Diah.


"Mbak pagi-pagi dapat hiburan gratis, nonton drama secara langsung lagi lumayan bisa buat nambah imun" ucapku dengan bercanda.


"Bagimu mood booster Nay, bagiku mood breaker".


"Hihihi Mbak Diah bisa aja".


"Emangnya dia siapa sih Mbak?" pagi-pagi udah datangi cowok, emang ga ada kerjaan apa.


"Dia setahuku pacarnya Pak Alvin tetapi tadi ngakunya tunangannya, entah aku ga begitu paham".


"Emang dia sering kesini Mbak?"tanyaku lagi.


"Dulu iya tapi akhir-akhir ini sudah jarang kesini, aku ga begitu suka dengannya dari dulu".


"Emang kenapa Mbak, Mbak ga suka kalau Pak Alvin suka mau gimana lagi, yang mau jalani kan dia bukan Mbak Diah".


"Hmm benar juga katamu Nay".


Saat aku lagi ngobrol sama Mbak Diah Alvin datang dan mendekat pada kami.


"Pagi-pagi kok rumpi siih" ucap Alvin.


"Hehehe iya Pak keasyikan bahas jilbab model baru jadi kebingungan milih karena modelnya bagus".


"O iya Pak, Bapak dicari tunangannya, sekarang sedang menunggu diruangan Pak Emrick"kata Mbak Diah. Kemudian Alvin keruangannya Pak Emrick menemui tamunya.


"Wah...wah Mbak Diah jago akting ya" ucapku dengan meledek.

__ADS_1


"Harus Nay agar aku tidak stress menjalani kehidupan yang penuh sandiwara".


"Mulai keluar lebaynya, udah aku mau lanjutin kerjaanku tadi".


Akupun bangkit dari meja kerjanya Mbak Diah kembali kemejaku.


Sayup-sayup aku mendengar cewek tadi berbicara sambil teriak-teriak, sepertinya mereka sedang berantem. Masa bodohlah itu bukan urusanku. Tak lama cewek itu keluar dari ruangan Pak Emrick dengan kondisi emosi kemudian menyampiri meja kerjaku.


"Mbak, karyawan magang yang bernama Gendhis itu yang mana ya?".


Deg...kenapa dia menanyakan namaku.


"Saya sendiri, ada apa ya Mbak?"tanyaku dengan pelan.


"Oh kamu rupanya yang bernama Gendhis yang menganggu tunanganku akhir-akhir ini!".


"ingat kita punya perhitungan!" ucapnya lalu berlalu begitu saja.


Deg...ucapannya sangat menohok relung hatiku. Emang kapan aku menganggu tunangannya, bertemu dan bicara aja aku malas, enak aja mengatakan aku menganggu tunangan orang. Aneh ini orang asal aja kalau ngomong tidak mencari bukti dulu langsung main tuduh aja. Aku tidaklah sekeji itu dan menyukai cowok orang lain, kayak ga ada cowok lain aja sehingga harus merebut cowok orang lain. Sakit banget mendengar pernyataannya tadi.


Aku pamit pada Mbak Diah untuk berangkat ke Pengadilan duluan tanpa memberitahu pada Alvin. Aku sangat Marah sama Alvin karena dia melibatkan aku dalam masalahnya. Memang benar apa yang dikatakan Mas Nehan aku harus segera keluar dari kantor Pak Emrick agar tidak muncul praduga-praduga dari siapapun.


Sebaiknya nanti aku pulang ke rumah Mama aja agar energi negatif yang kudapat pagi ini kembali netral. Efek mood breaker membuat suasana hatiku menjadi marah dan sedih. Andai kalau nanti dan besok ga ada kelas aku ingin menyusul Mas Nehan ke Bandung. Percuma juga pikiranku sedang kalut jadi tidak fokus untuk mengajar. Apa aku izin ke Pak Rudi aja ya? Sebaiknya begitu aja karena selama ini ga pernah absen jika diminta bantu beliau. Baiklah aku hubungi Pak Rudi dulu.


"Assalammu'alaikum Pak, maaf saya boleh meminta waktu bapak sebentar ga?".


"Wa'alaikumsalam, ada apa Nay tumben telepon Bapak pasti ada yang genting".


"Begini Pak saya minta izin dulu, saya tidak bisa mengajar Pak karena tiba-tiba saya dapat panggilan interview di Bandung besok pagi".


"Ga tahu Pak saya juga heran".


"Baiklah, saya izinkan tapi tolong kasih pengumuman pada mahasiswa mata kuliah diganti hari sabtu dan digabung dua kelas tolong cariin ruangan yang besar ya?".


"Iya Pak terima kasih untuk pengertiannya".


"Sama-sama Nay".


Setelah bicara dengan Pak Rudi aku bergegas menuju Pengadilan. Sampai sana kulihat Alvin sedang bicara dengan klienku. Aku membuang napas menghilangkan beban yang menghimpitku. Sambil menunggu waktu dimulainya sidang aku browsing diinternet jadwal penerbangan dan kereta api. Akhirnya aku milih naik pesawat terbang agar segera cepat sampai. Aku memilih penerbangan sore hari agar sampai sana belum terlalu gelap. Aku mau diam-diam aja biar jadi kejutan buat Mas Nehan. Nanti setelah sampai Bandara Internasional Husein Sastranegara aku akan menelponnya.


Selama sidang aku menjaga jarak dengannya. Aku tidak mau sedikitpun bicara dengannya. Setelah selesaipun aku buru-buru pamit pada klienku untuk segera ke kampus. Aku pura-pura tidak dengar saat dia memanggilku. Aku berlari sangat cepat menuju tempat parkir mengambil motorku. Sampai kampus aku langsung menulis pengumuman dan kutempel pada pintu ruangan. Kemudian aku segera balik kos untuk packing. Aku membawa baju tidaklah banyak karena hari senin rencananya sudah balik ke Yogyakarta lagi.


Hampir saja aku ketinggalan pesawat karena jalanan sangat macet. Telepon sengaja aku matiin agar Alvin tidak menghubungiku. Sampai Bandung aku langsung menelpon Mas Nehan.


"Assalammu'alaikum Mas"salamku.


"Wa'alaikumsalam de, ku telp dari tadi kok operator yang menjawab terus, baik-baik aja kan Dik disana?"tanya Mas Nehan


Aku tersenyum mendengar kekhawatiran lelaki yang menyayangi dan mencintaiku setelah Ayah.


"Dek...kok diam aja ga menjawab pertanyaan Mas".


"Apa Mas pulang aja ya khawatir kalau Adek disana kenapa-kenapa".

__ADS_1


"Iiiyaa maaf aku lagi sedang menunggu jemputan yayangku".


"Maksudnya?".


"Hehehe aku sudah di Bandara Husein Sastranegara nih, bisa jemput Nay ga Mas?".


"Haa! Apaa? Serius nih de?"tanyanya ga percaya.


Kemudian aku menfoto bagian Bandara dan mengirimkan fotonya ke Mas Nehan agar dia percaya. Tak lama dia membalas pesanku.


"Tunggu di lobi kedatangan dosmetik, lima belas menit lagi aku sampai, jangan kemana-mana ya Dik?".


"Beres Pak Bos".


Tak lama Mas Nehan menjemputku, dia mengomel karena aku kesini tanpa memberitahu dia terlebih dahulu. Kemudian dia mengajakku ke apartemennya agar bisa istirahat. Dia sudah pindah ke apartemen dengan alasan jika orang tuanya datang tidak perlu menginap dihotel.


"Dik, hari ini Mas dapat shiff malam, berani kan di apartemen sendiri?".


"Berani donk, emang Nay anak kecil".


"Tadi kasih tahu Mama dan Bunda ga kalau mau kesini?".


"Enggak sempatlah Mas, habis dari Pengadilan ke kampus terus pulang packing dan ke Bandara".


"Hmm gitu kita video call ya?".


"Boleh" jawabku.


Kita video call Mama dan Bunda secara bersamaan.


"Assalammu'alaikum Mama, Bunda, ayo tebak Nay lagi ada dimana?".


"Wa'alaikumsalam nduk jawab Mama dan Bunda serentak, di mana kamu Nduk, kok seperti apartemen Nehan" tanya Mama.


"Seratus buat Mama".


"Nay di Bandung?sama siapa nduk?" tanya Bunda.


"Sendiri Bun, baru aja sampai".


"Iiih nay curang ga ngajak Mama kesana"Mama merajuk.


"Maaf Ma tidak mendadak dan waktunya sangat sedikit jadi ga sempat telepon Mama".


"Adik nakal Ma, Bun bikin orang khawatir aja" Mas Nehan menampakkan wajahnya.


"Mama dan Bunda sehat-sehat aja kan?".


"Sehat nak" jawab mereka kompak.


"Mama dan Bunda ke Bandung aja nemenin Adik karena aku dapat shif malam minggu ini".


"Maunya begitu Han"ucap Mama.

__ADS_1


"Bunda ga bisa nak nanti Ayahmu ngambek ditinggal" ucapan Mama membuat kita tertawa. Kemudian video call kami akhiri.


__ADS_2