Titik Waktu Di Hati Gendhis

Titik Waktu Di Hati Gendhis
Ulang Tahunku


__ADS_3

Ulang tahun adalah salah satu moment kebahagiaan kita karena terjadi hanya sekali dalam satu tahun. Ulang tahun menunjukkan umur kita bertambah satu angka dan hidup kita berkurang satu angka juga di dunia. Banyak pelajaran yang aku lewati satu tahun sebelumnya, aku bersyukur mampu melewatinya. Dihari ulang tahunku kali ini aku sangat berterima kasih sama Allah karena dua puluh tiga tahun yang lalu aku dilahirkan dari seorang Ibu pilihan Allah dan diberi karunia yang sangat berharga yaitu keluarga.


Sekarang kebahagiaanku bertambah yaitu aku dipertemukan dengan tunangan yang tulus mencintai dan menyayangiku dan calon mertua yang sangat perhatian. Disamping itu aku diberi prestasi yang gemilang dengan kelulusanku mendapatkan nilai sangat baik dan penghargaan yang membuat orang tuaku bangga serta mendapat kesempatan menjadi asisten dosen juga diperkenankan belajar hukum secara praktek di sebuah kantor advokat yang bonafide.


Sepertinya ada yang terlupakan diulang tahun ini. Apa ya? aku berpikir dan mengingat sesuatu yang beda diulang tahunku ini. O iya ingat Mas Nehan tidak menelponku memberi ucapan. Masak dia lupa ini tanggal sepesialku. Baru mau menelpon dia tiba-tiba aku di panggil teman kosku, diberitahu kalau di luar ada yang cari. Bergegas aku ke luar kamar menuju ruang tamu anak kos. Saat aku mendapati anak kecil aku bingung karena tidak mengenalnya.


"Adik mencari siapa?"sapaku.


"Kakak bernama Nayra?".


"Iya betul, Adik siapa ya?"tanyaku.


"Namaku Rio Kak, aku dimintai tolong seorang Kakak menyerahkan surat dan bunga ini".


Aku membuka surar bertulisan Met Ultah sayang membuatku tambah bingung kemudian bertanya sama Rio".


"Kakak yang mana Rio?".


"Itu Kak yang berdiri di depan pagar rumah ini"jawabnya.


Karena penasaran aku langsung ke luar rumah dengan mengabaikan Rio yang masih duduk di ruang tamu. Deg aku terkejut mendapatkan Mas Nehan berdiri di situ dengan membawa kue ultah yang kecil mungil.


"Mas Nehan!" seruku dengan penuh haru.


"Met Milad ya Dik, moga panjang umur, sehat selalu dan sukses dunia akhirat".


"Aamiin, makasih doanya".


"Kapan Mas pulang kok ga kasih kabar Nay?".


"Kejutan donk, tadi malam Mas sampai rumah".


"Pantes semalaman ga video call rupanya takut ketahuan gitu kalau mau pulang"ucapku cemberut.


"Hehehe maaf sengaja".


"Udah jangan ngambek gitu".


"Nay mau kado apa dari Mas, mumpung udah gajian nih".


"Nay ingin kita berkumpul dengan Ayah dan Bunda di Solo".

__ADS_1


"Ayo kita kesana, Mas juga udah kangen sama Fara karena udah lama ga ketemu".


"Sepertinya kita melupakan sesuatu" kataku.


"Apa?"tanya Mas Nehan.


"Anak kecil pengantar bunga tadi masih di ruang tamu".


"Iya betul yuk kita samperin pasti bete nunggu kita lama".


Kitapun nyamperin Rio mengucapkan terima kasih dan tak lupa Mas Nehan memberi uang seratus ribu sebagai ucapan terima kasih. Kemudian aku packing baju bentar untuk dibawa ke Solo. Dalam perjalanan ke Solo kita banyak bercanda. Hari ini memang aku ingin pulang untuk rayain ulang tahun bersama keluarga disamping itu aku kangen rumah, Ayah dan Bunda. Semenjak aku diwisuda aku belum pulang karena aktivitas yang ga bisa ditinggal. Aku mulai interview dibeberapa tempat.


Sampai rumah Ayah dan Bunda sepertinya sedang menerima tamu, tapi kenapa aku begitu familiar dengan mobil yang di parkir depan rumah, ga mungkinkan kalau Alvin karena dia ga tahu alamatku yang sekarang.


"Assalammu'alaikum"ucapku.


"Wa'alaikumsalam"jawab Ayah dan tamu.


Aku masuk untuk salim sama Ayah. Deg ketika aku menoleh ke tamu Ayah ternyata beneran Si Alvin yang lagi ngobrol.


"Nduk pulang sama siapa?"tanya Ayah.


"Mas Nehan yah tadi malam sampai Yogya terus kuajak ke Solo karena dia juga udah kangen sama Kak Adel dan Fara, jadi sekalian".


"Lagi parkir di depan, tuh dia kemari".


"Assalammu'alaikum Yah, Ayah sehat?" salam Mas Nehan sambil salim Ayah.


"Wa'alaikumsalam nak, Alhamdulillah Ayah sehat".


"O iya kenalin ini temannya Nayra" ucap Ayah.


"Mas kenalin saya tunangan Nayra" kata Mas Nehan sambil mengajak salaman.


"Saya teman kerja Gendhis di Kantor Advokat, tadi saya bertemu klien terus mampir kesini".


"Saya pikir Gendhis pulang karena hari libur".


"Silahkan ngobrol dulu dengan Gendhis ya, saya mau bertemu bunda dulu" kata Mas Nehan diikuti Ayah ke belakang.


"Hai Gendhis kaget ya aku bisa tahu rumahmu?".

__ADS_1


"Tahu begini tadi saya jemput biar bisa sekalian kamu pulang".


"Oh tidak perlu repot-repot Pak, karena saya tidak setiap weekend pulang".


"Bapak tahu alamat saya dari mana?".


"Bapak jauh-jauh kesini ada perlu apa ya?".


"Saya membaca daftar riwayat hidupmu waktu kamu mendaftar magang dulu".


"Saya kesini ingin silahturahmi sama Om dan Tante, sepertinya waktu tidak tepat buat berkunjung".


"Sepertinya ini bukan rumah yang kamu tempati dulu ya?".


"Iya kami memang pindah sat saya kelas tiga sekolah dasar karena Ayah dan Bunda tidak ingin saya larut dalam kenangan buruk".


"Maksudnya Gimana Gendhis?".


"Dirumah dan lingkungan rumah lama tidak baik buat psikologi saya karena saya sering dinakalin dan diejek teman-teman karena gendut".


"Ayah dan Bunda tidak ingin saya menjadi orang yang rendah diri".


"Maafin aku Gendhis, andai aku bisa mencari jejakmu mungkin tidak sesakit itu kamu dalam menjalani hidupmu di masa lampau".


"Tidak perlu minta maaf mungkin emang takdir kita tidak berjodoh".


"Gendhis tolong kasih aku kesempatan untuk menebus kesalahanku"


"Jangan merasa bersalah, mungkin memang jalan kita udah seperti ini, carilah perempuan yang bisa mengimbangimu Pak".


"Aku merasa hanya kamu yang bisa Gendhis".


"Tapi saya tidak bisa karena saya sudah menemukan pria yang tepat menemanin sisa hidup saya, tolong berhentilah mengejarku dan biarkan saya bahagia dengan pilihan saya".


Alvin hanya diam membisu tanpa bicara sedikitpun. Aku sebenarnya sedih juga mengatakan ini semua karena dia pernah melindungiku di waktu kecil tapi aku ga mau dia mengejar-ngejar aku terus karena aku sudah capek. Aku ingin segera mengakhiri pekerjaan di kantor advokat karena aku sudah tidak mendapat kenyamanan lagi. Tak lama Alvin minta bertemu Ayah dan Bunda untuk berpamitan. Maafkan aku Alvin, aku harap kamu bahagia juga degan pilihan hidupmu.


Alvin POV


Hari ini aku nekad mendatangi rumah orang tua Gendhis di Solo setelah mendapat alamat di daftar riwayat hidupnya waktu dia mendaftar magang di kantor Bang Emrick. Sedih hati melihat tunangan Nayra begitu dekat dengan orang tua Gendhis. Dirumah Gendhis seperti rumahnya sendiri sangat santai.


Om Rendra juga sangat menyayangi tunangannya Gendhis. Om Rendra memperlakukan Nehan berbeda denganku. Jika dengan Nehan sangat ramah sedangkan denganku seperti dingin dan kaku. Mungkin karena Nehan udah lama mengenal keluarga Gendhis jadi seperti itu perlakuannya. Iri. Iya aku sangat iri, aku ingin di posisi dia.

__ADS_1


Gendhis memintaku untuk berhenti berjuang dan mencari perempuan yang bisa mengimbangiku, tapi tiara tidaklah mungkin karena dia orang yang sangat manja. Berbeda dengan Gendhis orang yang mandiri dan cerdas. Aku suka tipe seperti Gendhis karena lebih menantang.


__ADS_2