Titik Waktu Di Hati Gendhis

Titik Waktu Di Hati Gendhis
Kecemburuan Nehan


__ADS_3

Setelah mendengar cerita Ayah, aku kecewa sama Nayra yang tidak jujur menceritakan pertemuannya dengan Alvin. Hal sepenting ini tidak diceritakan oleh Nayra. Aku tidak bisa diam aja harus bergerak agar Alvin tidak bisa menembus hati Nay lagi. Walau hati ini cemburu ingin marah sama dia ku mencoba merendamnya dan perlihatkan baik-baik aja di depan Ayah dan Bunda ketika menjemput Nayra untuk balik Yogya. Di dalam mobilpun kubuat seperti biasa seakan-akan aku tidak sedang menahan marah karena aku takut fatal jika cemburu buta menyebabkan putus hubungan kami. Aku ga siap dengan semua itu. Walau cemburu sebaiknya nanti aku minta kejujuran Nayra sebelum berangkat ke Bandung.


Menjelang siang aku membelokkan mobil ke rumah makan gudeg yang terkenal di Yogyakarta yang sekarang menjadi makanan favorit saat pulang kampung. Setelah makan aku mengajak bicara Nayra biar hatiku menjadi tenang kembali.


"Dik, Ayah bilang Adik sudah ketemu Alvin, benarkah itu?".


"Kenapa ga cerita sama Mas sih Dik?".


"Iya Mas, maaf aku ga cerita karena ada alasan salah satunya aku ga ingin Mas di rantau kepikiran dan berprasangka buruk tentangku sehingga membuat hati Mas ga tenang menjalani aktivitas di rantau".


"Tenang aja walau aku sudah ketemu dia hatiku ga berpindah arah karena aku sudah yakin bersamamu untuk masa depanku".


"Aku awal ga sengaja bertemu dia di kantor Advokat saat aku skripsi tepatnya".


"Aneh kan Mas aku sudah lama magang di sana baru sadar kalau magang di kantor Abangnya Alvin yaitu Bang Emrick".


" Mas percaya kan sama Nay?".


"Iya Mas percaya kalau Adik itu setia tapi yang Mas takutkan adalah sekitar kamu saat ini Dik, Mas takut kehilanganmu Dik".


"Mas positif thingking donk, Nay di sekitar Alvin terpaksa karena ikatan kontrak kemaren, percayalah setelah selesai Nay akan keluar dari situ".


"Baiklah Mas akan mencoba tenang di Bandung tapi Mas minta lamaran kita majukan satu bulan dari sekarang dan tiga bulan setelah lamaran kita nikah sesuai nasehat Ayah tadi malam".


"Ha?". "Serius? Ko cepat banget sih Mas".


"Iya karena habis nikah Mas mau mengajakmu ke Medan Dik".


"Tolong nanti setelah Adik keluar ganti nomor baru agar Alvin tidak bisa menemukan kita karena aku ingin kita hidup tentram dalam pernikahan nanti".


"Baiklah Mas kalau itu yang terbaik buat kita".

__ADS_1


Setelah pembicaraan selesai aku mengantar Nayra ke kosannya. Baru sampai halaman kos kumelihat Alvin sudah berdiri di teras kos sambil sibuk menggunakan aplikasi telepon gengam, kalau melihat dari gerakannya dia sepertinya sedang menghubungi seseorang. Tak lama telepon Nay berbunyi. Nayra terlihat bingung dan menatapku seakan bertanya harus mengambil sikap yang bagaimana. Aku kemudian menenangkan kegelisahannya dan mengajak turun.


"Hai Alvin sudah lama ya nunggu Nayra?"sapaku.


"Baru aja Mas tadi saya ucapkan salam ga ada yang keluar makanya saya telepon Gendhis".


"Oo ada keperluan apa Mas Nemui Nayra?"tanyaku.


"Ini Mas mau kasih tahu Gendhis kalau pihak penggugat hanya diwakilin kita besok, klien tidak bisa hadir, makanya saya minta tolong Gendhis menghubunginya karena Gendhis punya kontaknya".


"Kenapa harus ke kos Pak?" kan bisa whatsapp saya" ucap Gendhis.


"Tadi sekalian jalan makanya saya mampir, maaf kalau kedatangan saya menganggu acara kalian, kalau gitu saya permisi dulu" pamit Alvin.


"Dia sering ke kos juga Dim?"tanyaku setelah Alvin pergi.


"Satu kali aja Mas, itupun aku minta dia segera pulang" jawab Nayra.


"Iya Mas tenang aja".


"Ya udah Mas pulang dulu ya, nanti ga usah anter ke Bandara karena disamping malam kan sekarang jauh lagi, nanti Mas telepon kalau udah mau berangkat".


"Iya Mas hati-hati salam buat Mama dan Papa".


"Iya sayang" ucapku sambil bercanda.


Dalam perjalanan pulang dari kos Nayra aku berpikir sekilas aku bisa tersenyum di depanmu Nay tapi sesungguhnya aku takut jika kamu berinteraksi dengannya. Cemburu itu ternyata menyiksa. Kebahagiaanku hanya padamu Nay semoga kau bisa merasakan itu.


Maafkan aku, Dik seharusnya cinta itu kebebasan bukan mengekang seperti ini, tapi mau bagaimana lagi Mas sangat takut kehilanganmu. Tapi Mas berjanji dalam hati akan memberimu kebahagiaan di sisa waktu Mas. Mas akan membebaskanmu meraih cita-cita dan impian setelah nikah. Mas ga akan melarangmu untuk berkerja dan mengambil program pasca sarjana.


Nyampai rumah aku istirahat sebentar kemudian packing. Setelah sampai Bandara aku menghubungi Nayra.

__ADS_1


"Assalammu'alaikum Dik, Mas sudah sampai Bandara sebentar lagi check in".


"Dik, Mas harap Adik jaga jarak dengan Alvin ya?".


"Wa'alaikumsalam Mas.


"Mas kok bahasnya itu mulu sih, cemburu ya?".


"Iya Mas cemburu, apa Mas ga usah balik aja ya?".


"Ciee yang ada lagi cemburu".


"Udah ga usah lebay Mas, aku di sini bisa mengatasinya kok".


"Yang penting Mas kasih kepercayaan sama aku disini dan aku percaya Mas di sana ga akan khianati aku, ga usah denger omongan orang yang ingin memprovokasi hubungan kita kalau hubungan kita ingin awet" .


"Baiklah kalau gitu Dim".


"Udah dulu ya, assalammu'alaikum".


Cemburu itu ternyata tidak enak karena terbayang-bayang rasa praduga, cemas dan takut yang belum tentu terjadi. Memang benar apa yang dikatakan Nayra kita harus saling percaya agar hubungan yang kita bina tidak hancur berantakan.


Percaya berarti mencintai pasangan bukan? dengan percaya dengan pasangan berarti aku menghargai kualitas positif diriku sendiri. Dulu sebelum kita pacaran punya kehidupan masing-masing yang tidak lepas dari teman, sahabat dan masa lalu. Sudah seharusnya aku menghargainya apa yang sudah hadir sebelum kita dipertemukan karena kita tidak punya hak untuk menghakiminya.


Cemburu bagiku adalah wajar karena cemburu tandanya cinta pada pasangan dan bumbu hubungan menjadi lebih mesra. Terkadang sebuah hubungan menjadi retak karena dalam menyikapi cemburunya yang menurutku salah. Yang membuat retak bukan cemburunya melainkan cara yang buruk saat cemburu dan hanya mengandalkan emosi saja tidak memakai logika.


Makanya aku tidak mau gegabah emosi saat cemburu melandaku karena aku ga mau Nayra menjauhiku cuman karena cemburu buta melandaku, ga berani membayangkan jika ia meninggalkanku, entah bagaimana hidupku nanti bila dia pergi dari sisiku.


Aku bersyukur mempunyai tunangan walau belum lamaran secara resmi mampu menenangkan dan menyadarkanku saat aku dilanda cemburu bukan memarahiku karena memang mejadi tugas dari pasangan dalam hubungan yang sehat.


Nayra juga mempunyai niat baik tidak mau aku menjadi orang yang berpikir berlebihan akan suatu hal yang belum pasti terjadi. jika ini terjadì bisa menjadi inti dari permasalahan yang sebenarnya tidak ada.

__ADS_1


__ADS_2