Titik Waktu Di Hati Gendhis

Titik Waktu Di Hati Gendhis
Sidang Skripsi


__ADS_3

Hari-hari yang full dengan banyaknya aktivitas tidak mengurangi semangatku dalam menyelesaikan skripsi. Penyusunan skripsi menghabiskan waktu kurang lebih empat bulan tidak mengalami kendala, mungkin karena aku suka menulis, membaca jadi sangat menikmati penyusunan skripsi tersebut. Apalagi dosen pembimbingku sangat mendukungku agar lebih semangat dalam menyusun.


Berbeda dengan teman-temanku banyak mengalami kendala diantaranya mendapatkan dosen pembimbing yang killer, menyulitkan mahasiswanya, judul yang harus ganti-ganti karena pengambilan tema yang sulit. Hal ini banyak membuat banyak teman-teman mogok dalam penyusunan skripsi.


Menyusun skripsi menurutku membutuhkan kedisplinan waktu karena dalam penyusunan, dosen pembimbing kebanyakan bersikap masa bodoh kita mau rajin silahkan mau enggak juga silahkan karena tidak merugikan atau menguntungkan dosen tersebut, yang ada kita menambah beban pada para dosen kan.


Aku bersyukur diberi kemudahan sama Allah mendapatkan dosen yang sangat baik padaku. Padahal sama mahasiswa yang lain ga seperti itu. Banyak cerita dari Kakak tingkat saat aku mendapat dosen pembimbing Pak Rudi, aku diminta ganti karena dosennya menyusahkan kita, tapi aku tetap teguh dalam pendirian, mempertahankan Pak Rudi sebagai pembimbing dengan alasan tidak mungkin dosen akan menyamaratakan, pasti semua kembali pada kedisiplinan dan antusias mahasiswanya.


Benar apa yang menjadi perkiraanku. Pak Rudi orangnya sangat baik dan beliau yang malah semangat dalam memberikan dorongan agar aku disiplin untuk segera menyelesaikan skripsiku agar cepat lulus. Beliau tidak pernah memarahiku seperti anak bimbing yang lainnya. Lucu kan kedengarannya. Nah seperti hari ini aku dipanggil untuk menghadap beliau di ruangannya.


"Assalammu'alaikum Bapak, ada apa pagi-pagi saya dipanggil?" tanyaku santai.


"Wa'alaikumsalam Nay, ini Bapak sudah baca semua bab, dan ga da revisi lagi."


"Empat hari lagi kamu sidang, Bapak udah daftarin" jawab Pak Rudi.


"Ha? serius nih Pak?" tanyaku masih tak percaya.


"Kamu mau buruan lulus ga? kalau ga mau ya udah ujian semester depan saja" sahut Pak Rudi.


"Hehehe jangan donk Pak, nanti Ayah saya marah kalau lulusnya lama" ucapku enteng.


"Halah yang marah itu pacarmu karena udah ga sabar menunggu".


"Xixixi Bapak tahu aja" jawabku dengan bercanda.


Kami memang kalau ngobrol seperti kayak paman ke ponakan, santai tapi sopan. Duh mepet banget waktu yang diberikan beliau. Kasih tahu Ayah pasti senang banget.


"Assalammu'alaikum Ayah sehat?".


"Wa'alaikumsalam puteri Ayah yang cantik, alhamdulillah Ayah dan Bunda sehat, Gendhis gimana?" tanya Ayah.


"Alhamdulillah Ayah, Gendhis sehat, Gendhis mau kasih kabar ke Ayah dan Bunda kalau empat hari lagi Gendhis sidang skripsi" jawabku antusias.


"Alhamdulillah moga diberi kemudahan dan kelancaran ya nduk?" doa Ayah.


"Aamiin. Doain ya Yah" .


"Pasti kami doain nduk".


Selepas menelpon Ayah, aku menelpon Mas Nehan, pasti ganggu nih yang lagi kerja, tapi gakpapa deh sekali-kali usil.


"Assalammu'alaikum Mas, maaf Nay ganggu bentar, Nay mau kasih kabar kalau empat hari lagi Nay sidang skripsi".


"Wa'alaikumsalam de, Alhamdulillah selamat ya moga lancar, nginep dirumah Mama aja biar konsentrasi belajarnya".

__ADS_1


"Boleh juga ide Mas, iya deh nanti sore Nay ke rumah Mama, udah dulu ya Nay mau ngurus administrasi, assalammu'alaikum" ucapku sambil menutup telepon.


Kemudian aku menuju ruang administrasi pendadaran untuk melengkapi formulir. Setelah semua beres aku mencari makan siang sekaligus sore karena siang ga sempat mencari makan. Saat makan pecel ada notifikasi masuk roomchat, dari pengangguku siapa lagi kalau bukan Alvin.


/Nay kamu ada dimana?/


/Bisa ke kantor sore ini?/


/Ini ada kasus baru sepertinya bagus lho/


Pesan dia membuat mood makanku hancur ga selera lagi. Kubalas pesannya sebelum dia mengangguku kembali.


/Maaf Pak saya izin ga kekantor sampai minggu depan karena mau ujian skripsi/


/Saya memutuskan tidak ingin bergabung team lagi setelah kasus yang kemaren selesai. terima kasih/ send


Maafkan saya Alvin, saya tidak ingin kamu berharap padaku lagi, karena aku sudah menemukan seorang yang mencintaiku dengan tulus, yang mendukungku dari nol. Setelah membalas pesan, aku pulang ke kos untuk packing pulang kerumah Mama. Pasti nanti Papa dan Mama kaget mendengar kabar ini. Habis Maghrib aku sampai rumah Mama, barengan pas Papa pulang kerja.


"Assalammu'alaikum Pa, Ma".


"Wa'alaikumsalam Nay, kenapa pulang malam-malam?"tanya Mama.


"Maaf Ma, tadi Nay ngurus administrasi dulu makanya malam sampai rumah"


"Enggak ada masalah apa-apa Pa, Nay mau numpang tidur dan makan dua atau tiga hari boleh kan?"jawabku asal.


Mama dan Papa saling berpandangan binggung dengan jawabanku, tapi aku pura-pura ga tahu aja karena mau ngerjain hehehe.


"Mama dan Papa ga pernah keberatan kamu mau tinggal di sini kapan aja, karena bagi kami, kamu adalah anak kami juga, kalau ada masalah jangan sungkan berbagi sama kami" ucap Mama.


"Hiks...hiks..."aku pura-pura acting menanggis.


"Apa kamu berantem sama Nehan atau ada masalah di kampus?"tanya Mama khawatir.


"Lebih parah lagi Ma karena Nay segera dikeluarkan dari kampus" jawabku lirih.


"Apa?!" ucap Papa dan Mama bersamaan.


"Kamu lakuin apa Nay sampai segitunya?"tanya Papa lagi.


"Nay juga bingung Pa hiks...hiks, tadi siang Nay tiba-tiba dipanggil dosen untuk menghadap terus..."aku menjeda perkataanku.


"Terus apa nduk jangan setengah-tengah gitu ngomongnya" tanya Papa.


"Pa, yang sabar dengerin Nay cerita sampai selesai" kata Mama.

__ADS_1


Dalam hatiku menahan ketawa melihat Mama dan Papa pias begitu ga tega rasanya ngerjain orang tua.


"Terus skripsi Nay dinyatakan ga ada revisi dan bisa maju sidang skripsi empat hari lagi Pa" ucapku.


"Maksudmu apa to nduk?"tanya Mama.


"Doooorrr Mama dan Papa serius amat hahaha Nay kerjain ketipu kan, Nay bawa kabar kalau skripsi Nay udah ga ada revisi dan bisa sidang dalam empat hari lagi".


"Alhamdulillah" jawab Mama dan Papa kompak.


"Kamu itu bikin jantungan Mama dan Papa, tahu ga sih?"omel Mama.


Kepeluk Mama "Maafin Nay ya Ma, maksudnya mau kasih kejutan tapi ko malah jadi drama tadi hehe".


"Anak nakal "kata Papa sewot.


"Hihihihi".


Setelah bikin heboh malam hari Mama dan Papa mengajak makan malam bersama. Kemudian aku minta izin buat belajar di kamar. Tak lama Mama masuk ke kamarku yang tak aku kunci mengantar snack dan cemilan buat menemaniku belajar.


"Mama jangan repot gini, Nay kan bukan tamu diantar makanan segala" kataku.


"Mama senang lakuin aja karena udah lama Mama ga nyiapin cemilan belajar buat anak Mama".


"Makasih ya Ma" kataku.


"Iya sayang, Mama istirhat dulu ya".


"Iya Ma".


Mamapun keluar dari kamarku untuk istirahat. Sebenarnya aku juga udah capek tapi aku paksa karena ujian tinggal hitungan hari. Ga kerasa udah jam sebelas malam saatnya aku rebahin badan, belum sempat mejamin mata, Mas Nehan video call.


"Dik, udah mau tidur ya?".


"Iya Mas, capek banget, Mas dapat shiff malam ya?".


"Iya Dik, ya udah buruan tidurnya biar besok bisa belajar dengan baik" kata Mas Nehan.


"Ok" jawabku dengan mengakhiri pembicaraan.


Menjelang sidang skripsi aku tidak diperbolehkan Mama membantu pekerjaan rumah, hanya fokus belajar dan belajar. Aku bersyukur dipertemukan dengan keluarga Mas Nehan yang menyayangiku seperti ini. Belajar beberapa hari membuataku siap menghadapi sidang skripsi walau nervous juga tapi aku punya keyakinan bakal lulus. Setelah berpamitan dan minta didoain sama Mama dan Papa aku berangkat menuju kampus diantar Papa sekalian berangkat kantor.


Satu jam menjelang sidang aku sudah sampai di depan ruangan yang akan diselenggarakan buat ujian. Ada perasaan gelisah, takut dan khawatir ga bisa jawab tiga dosen tim penguji. Mahasiswa yang ujian satu tim denganku ada lima orang. Kita akan masuk secara bergiliran menurut absen pendaftar sidang. Aku diurutan pertama, lumayan masih fresh pikirannya. Setelah semua tim penguji terkumpul, aku dipanggil masuk ruangan. Alhamdulillah tak ada satu soalpun yang aku lewatkan, aku bisa menjawab semua pertanyaan, lega banget.


Setelah semua selesai dalam ujian, para tim penguji berunding dalam mengambil keputusan. Yeyeye aku lulus dengan nilai A. Kabar kelulusan kusampain kesemua orang yang menyayangiku Ayah, Bunda, Kak Sinta, Mas Nehan, Papa, Mama dan dua sahabatku Dhea dan Ayu. Mereka senang sekali akhirnya aku bisa lulus dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2