
Pernikahan Kak Sinta akan dilaksanakan besok hari Minggu. Aku diminta pulang sama Bunda hari ini karena keluarga yang rumahnya luar kota pada nginep di rumah. Rencananya mau barengan sama Papa dan Mama yang juga akan menghadiri pernikahan Kak Sinta tapi ga diizinin sama Ayah, akhirnya hari kamis aku pulang naik kereta seorang diri. Menyedihkan besok saat acara saudara-saudaraku pasti bawa gandengan sedang aku sendirian karena Mas Nehan ga mendapatkan izin buat libur.
Sampai rumah beneran udah banyak saudara yang kumpul maklumlah keluarga besar jadi begini, tumpah ruah, banyak ponakan lari berkejar-kejaran, ibu-ibu pada rumpia ria sedang bapak-bapak ikut gotong royong membersihkan tempat yang akan di jadikan akad. Akad memang dilakukan di rumah perempuan tapi untuk resepsi memilih ke gedung. Tak lama sampai rumah Kak Sinta mengajakku fighting baju buat aku pake buat akad dan resepsi.
"Kak sebelum nikah traktir makan aku dulu dunk" ucapku.
"Dirumah kan banyak makanan kenapa makan di luar?".
"Beda Kak, setelah nikah Kak Sinta mungkin jarang ada waktu buat aku" jawabku cemberut.
"Iya deh buat Adek tersayang Kakak apa sih yang enggak".
Sehabis fighting baju aku memutuskan minta ditraktir pizza, dulu sih sering banget kita makan berdua sebelum Kak Sinta pacaran dengan Kak Dion. Mau ditinggal saudara itu rasanya sedih, ga rela dan satu sisi senang. Sedih dan ga relanya kalau Kak Sinta akan menjadi milik orang lain , tapi aku egois namanya karena aku nanti juga akan menjadi milik suamiku kelak. Melihat Kak Sinta dicintai cowok yang baik adalah kebahagiaan untuk melepas dan merelakan menjadi milik suaminya nanti. Jadi ingat Alvin membuatku diam termenung. Apa saat ini yang tepat buat aku curhat sama Kak Sinta kebetulan ga ada yang ganggu.
" Dik kok diam aja ada apa?".
"Gendhis sedih Kak karena mau ditinggal nikah Kakak".
"Kamu kok lucu sih dek, Kakak cuman pindah tempat tinggal dan masih di bumi yang sama juga, udah jangan sedih kayak gitu".
"Kak, aku boleh curhat ga?".
"Curhat apa?"
"Kau lagi berantem sama Nehan karena ga bisa pulang ya?".
"Iish Kakak suudzon aja, kita ga pernah beratem".
"Kak, aku ketemu Alvin temanku waktu kecil sekarang malah bergabung dalam team penanganan perceraian dikantor advokat".
"Hah? Serius Dik? terus kamu udah kasih tahu sama Nehan belum?".
"Belum Kak, Nay bingung gimana ngomongnya, Nay takut Mas Nehan cemburu nanti".
"Ati-ati lho Dik jaga hatimu, jangan kecewain Nehan" pesan Kak Sinta.
"Aku harus gimana Kak agar Alvin tidak mendekatiku?".
"Jauhi sebisa mungkin Dik"
"Ga mungkin donk Kak, kita kan kerja dalam satu team juga".
"Hmm susah juga ya kalau sering ketemu, cobalah kurangi intensitas bertemu dan berkomunikasi dengannya".
"Baik Kak Nay akan coba".
"Pulang yuk udah mau malam nih nanti Ayah dan Bunda binggung mencari kita" kata Kak Sinta.
"Ayuk, pengantinnya malah ga dipingit".
Setelah curhat sama Kak Sinta hatiku menjadi lega, beban rasanya berkurang. Benar apa yang dikatakan Kak Sinta ada hati yang harus aku jaga. Semangat pasti bisa melewati rintangan ini.
Pernikahan Kak sinta dilaksanakan hari ini. Aku yang masih tidur sebelum shubuh udah dibangunin Bunda buat mandi dan meka up. Semalam begadang karena video call an dengan abangku tersayang jadi mau bangun mata rasanya masih lengket sulit dibukain. Menurut info dari Mas Nehan, Papa dan Mama udah sampai rumah Kak Adel. Walau ada Papa dan Mama tetap bedalah, karena orang yang aku rindukan dia.
Setengah jam sebelum akad aku turun setelah dimeka up di kamar. Ternyata sudah banyak tamu tetangga sekitar dan keluarga mempelai laki-laki. Tamu untuk akad nikah terbatas saja. Aku mencari ruangan meka up Kak Sinta. Di sana pada berkumpul sepupu-sepupuku yang perempuan.
"Nay mana yayangmu?"tanya Mbak Rita.
"Ga ikut Mbak lagi tugas di Bandung" jawabku.
"Duuuh yang lagi galau"olok Lia sepupuku yang lain.
"Biasa aja tuh, kenapa kalian ga fokus ke sang pengantin siih" aku mengalihkan pembicaraan.
"Kak Sinta habis ini mau bulan madu kemana uhuk..uhuk?"tanyaku jahil.
"Belum tahu Dik karena Mas Dion ga boleh cuti lama".
__ADS_1
"Udah ga suka galau gitu, tiap hari kan bulan madu kalau sama suami nanti" ucapku.
"Waah adeku udah pinter yaa sekarang" goda Mbak Rita.
Setelah akad selesai dilaksanakan, aku dan Mbak Rita mendampingi Kak Sinta ke meja akad, selama akad pihak perempuan masih disembunyiin dulu di kamar kalau sudah selesai baru keluar. Acara pernikahan Kak Sinta live streaming juga diperuntukkan bagi teman atau saudara ga bisa hadir di nikahan bisa lihat secara online.
Setelah akad langsung berlanjut ke acara resepsi ke gedung. Ternyata Papa dan Mama udah hadir disitu. Sebelum acara dimulai kita foto-foto bersama keluarga dulu mumpung meka up masih fresh dan baju belum belepotan makanan untuk ponak-ponakan yang kecil. setelah berfoto dengan saudara aku menemui Papa dan Mama untuk berfoto.
"Ma, Pa diminta foto bersama Ayah dan Bunda, mumpung Mama dandan cantik dan Papa dandan ganteng nih" ucapku sambil merayu.
"Nay, dari dulu Papamu ini ganteng, ga hanya sekarang aja makanya Mamamu klepek-klepek ga bisa nolak posana Papa waktu kenal pertama" kata Papa.
"Cieee...uhuk..." godaku.
"Iiih Papa kegerran bukan kebalik yaa, dulu Papa itu yang ngejar-ngejar Mama" jawab Mama tak mau kalah".
"Nih gimana sih Pa, Ma kok malah saling ledek, buruan nanti cantiknya ilang kalau cembeyut Mami" sahutku usil.
Aku geleng-geleng kepala, membujuk Mama dan Papa untuk berfoto lebih sulit ketimbang membujuk ponakan. Aku ikut mengantar Papa dan Mama ke panggung pengantin. Jepret...jepret foto santai pun terlihat indah.
"Mas Radit dan Mbak Rani terima kasih sudah bersedia hadir di acara nikahan anak kami" ucap Ayah".
"Sama-sama Mas Rendra, kita senang ada di sini, karena kita juga sudah seperti saudara dan keluarga" jawab Papa.
Setelah berbasa basi Papa dan Mama turun kembali ke meja yang sudah di siapin. Dalam hati aku bertanya kok Kak Adel ga ikut, daripada penasaran nanya Mama aja.
"Ma, Kak Adel dan Fara belum datang?"tanyaku.
"Nunggu Fara pulang dari sekolah dulu nduk" jawab Mama.
"Oo gitu, Papa dan Mama mau minum apa biar Nay ambilin?".
"Teh semua aja nduk".
"Iya Ma".
Aku berjalan menuju stand minuman yang sudah tertata. Mengambil minuman dan snack dulu buat Papa dan Mamanya Mas Nehan. Setelah ambil aku anter dulu ke Papa dan Mama kemudian bergabung dengan saudara-saudaraku.
"Mama ga boleh capek ya Pa?" kataku.
"Makasih gadisku" kata Mama.
"Sama-sama Ma, Nay gabung sama saudara dulu ya Ma".
"Iya sayang" jawab Mama.
Tamu mulai berdatangan, aku masih asyik bercanda dengan saudara-saudaraku. Aku melihat Kak adel bersama keluarga sudah hadir sedang menyalami sang pengantin dan Ayah dan Bunda.
Tak lama ada pemberitahuan ada tamu yang meminta request lagu dekat dihati. Sang mc juga memberitahu bahwa pemintanya ingin menyanyikan sendiri untuk memberi kejutan sama seseorang mari kita dengarkan.ku melihat dari kejauhan seorang laki-laki dipanggung mengambil mic dengan mengatakan lagu ini saya persembahkan buat kekasih yang saya sayangi, langsung aja ya tanpa banyak kata. Alunan dari berbagai alat musik dimulai terdengar dia nampak turun dari panggung sambil beryanyi membuat para tamu histeris terutama kaum hawa. Aku penasaran siapa sih romantis banget batinku.
/Dering teleponku membuatku tersenyum di pagi hari/
/Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi/
/Entah mengapa aku merasakan hadirmu disini /
/Tawa candamu menghibur saat kusendiri/
/Aku disini dan kau disana/
/Hanya berjumpa via suara/
/Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa/
/Meski kau kini jauh disana/
/Kita memandang langgit yang sama/
__ADS_1
/Jauh di mata namun dekat di hati/
/Dering teleponku membuatku tersenyum di pagi hari/
/Tawa candamu menghibur saat kusendiri/
/Aku di sini dan kau di sana/
/Hanya berjumpa via suara/
/Namun kuslalu menunggu saat kita akan berjumpa/
/Meski kau jauh di sana/
/Kita memandang langgit yang sama/
/Jauh dimata namun dekat di hati/
/Aku di sini dan kau di sana/
/Hanya berjumpa via suara/
/Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa/
/Meski kau kini jauh di sana/
/Kita memandang langgit yang sama/
/Jauh di mata namun kau dekat di hati/
/Jarak dan waktu takkan berarti/
/Karena kau akan selalu di hati/
/Bagai detak jantung yang kubawa kemanapun kupergi/
/Meski kau kini jauh di sana/
/Kita memandang langgit yang sama/
/Jauh di mata namun dekat di hati/
/Dekat di hati/
/Dekat di hati/
Saat cowok yang bernyanyi berhenti di depanku deg...aku terkejut dan tersadar aaaa ternyata dia Mas Nehan. Terharu ga nyangka dia bakal kasih aku kejutan kayak gini jadi baper kan yang nonton. Iiishh nano-nano banget rasanya, malu, senang, terharu jadi satu apalagi pada disoraki sama saudara-saudaraku.
"Cieeeee...suiiiit....suiiiit...Gendhis" sorak saudara-saudara perempuanku heboh.
"Romantis...broo" sahut anak-anak yang lain.
"Kok nanggis Dik?" tanya Mas Nehan.
"Habis Mas Nehan nakal ga bilang kalau mau pulang" jawabku.
"Kalau bilang bukan kejutan lagi donk" kata Mas Nehan.
"Papa dan Mama tahu kalau Mas pulang?" ucapku.
"Semua tahu kok tapi aku bilang sama semua jangan cerita ke kamu Dik".
"Iish curang" jawabku dengan cemberut.
"Udah ah jangan cemberut ntar hilang cantiknya" ucapnya sambil mengusap jilbab yang menutup kepalaku.
"Kita temui pengantin dan orang tua kita yuk" ajaknya sambil mengandeng tanganku.
__ADS_1
"Ayuk"jawabku dengan tersenyum. Kita berjalan bergandengan menuju panggung pengantin.memberi ucapan kepada kedua memepelai dan Ayah Bunda terus lanjut berfoto dengan pengantin dan orang tua kita pastinya.
Bayangin aja sendiri ya penonton hehehe.