
Matematika salah satu pelajaran yang tidak disukai oleh beberapa siswa dan siswi. Untung nya saja Alycia yang asli adalah orang yang sangat jenius. Seluruh ingatan Alycia asli menjadi milik nya sekarang.
Penjelasan Bu Susi yang pastinya di selingi pembahasan tentang anak nya atau saat dirinya jalan jalan keluar negri atau Empang ikan air tawar yang di milikinya. Sebenarnya Alycia sendiri heran Bu Susi ini guru matematika atau ekonomi kok yang dibahas malah keuntungan moneter lah atau ekonomi pembangunan lah.
Di sebelahnya Santi dengan bermodalkan buku cetak yang di buat berdiri tegak streaming boyband K-Pop, sambil sesekali merespon cerita Bu Susi dengan anggukan padahal mah dengerin aja kagak.
Alycia hanya menggeleng kecil sesekali menguap matanya terasa berat. Yah walau terkesan seperti itu tapi Alycia akui Santi ini cukup dekat dengan para guru hingga dijadikan tempat curhat para guru. Yah jadinya sangat menyenangkan bisa jadi bahan gibah lagi.
Alycia menatap teman sekelasnya dari barisan belakang ada yang sudah berlayar ke alam mimpi. Ahhh ada juga yang diam diam menarik beberapa cemilan di kolong meja terlihat antusias mendengarkan sembari sesekali sembunyi untuk mengunyah.
Saat bel istirahat berbunyi semuanya sontak terlihat kecewa padahal mah dalam hati udah bersorak kek bocah TK dapet balon. Santi sudah mematikan ponsel nya dan tersenyum sangat lebar menatap Bu susi.
"Uhukk yah Bu Susi cantik bel nya udah bunyi sayang banget." Seru Nabila salah satu siswa yang cukup di kenal karna kenakalannya.
"Wah sayang sekali ya nak, ya sudah tidak papa Minggu depan kita lanjutkan lagi ya, ya sudah selamat istirahat ya."
******* lega langsung terdengar saat Bu Susi sudah meninggalkan kelas.
"Lapar Ci, Ke kantin yuk."
__ADS_1
"Kuy lah San pengen makan mie goreng Indomie yang jumbo ah."
Jus apel dicampur dengan mangga segar adalah pelepasannya
dahaga yang sangat nikmat.
"SIALAN LO LIONEL! LO REBUT ALEX DARI GUE!." teriakan itu menarik seluruh atensi mereka yang berada di kantin.
Semua terjadi begitu cepat saat Kania akan
menyiram Lionel dengan kuah soto panas. Kuah itu tumpah di lengan seseorang disusul suara pecahan mangkuk. Danes yang melindungi Lionel. Raut wajah Alex sangat keruh karna marah.
Danes melirik Alex dengan sinis. "Lo cuma sampah yang lindungi Lio aja Lo gak bisa."
"Lo kalo ga bikin ulah kayaknya hidup Lo kurang ya?." Sarkas Danes.
"Alah gak usah munafik Lo Danes, Lo juga mau rebut
lio kan dari Alex!." Tunjuk Kania.
__ADS_1
"Wow slow lady gak usah nunjuk-nunjuk." Seru Eric yang maju berdiri di sebelah Danes.
"Kenapa sih kalian pada belain nih anak gak tau diri?." Perkataan Ara yang dibalas delikan oleh mereka.
"Kenapa gak terima Lo pada? Heran gue apa bagusnya tuh cowok." Jujur saja Alycia yang mendengar ini cukup setuju oleh Rahma.
"Lo yang sialan." Tekan Alex menatap Kania muak.
"Dan Lo juga gak usah ikut campur urusan gua." Tersirat emosi yang mendalam saat berkata pada Danes.
"Bubar deh bubar gak usah ribut." Lerai Gibran.
"Lo balik Kan gak usah malu-maluin gua Lo." Perkataan Julian yang membuat Kania lagi lagi menatap Julian kecewa.
"Bang Lo tau dia tunangan gue tapi Lo malah belain nih cowok."
"Udah Kan pergi aja." Tahan Rayyen.
"Ayok Kan pergi aja lah." Ucap Ara yang kemudian
__ADS_1
Lanjut part 12
#Jangan lupa like komen dan votingš¤£