
"Saat winter kita bisa kesini lagi." Mendengar hal itu Alycia menatap Lucas yang juga menatapnya dengan senyum tulus yang terukir.
"Aku bersumpah untuk menjadikan Alycia Auristella Manuar sebagai istriku. Aku membawa mu takdirku tepat dihadapan Tuhan seperti janjiku. Ada kalanya hujan akan turun, angin akan bertiup dan kita mungkin juga akan menemui halangan di perjalanan kita. Tapi seiring berjalannya waktu, kita akan terus menjadi berani dengan saling bergenggaman tangan. Kita akan saling tersenyum kepada satu sama lain dan bilang 'Ini bukan masalah yang besar".
Kita akan belajar untuk melanjutkan perjalanan
dengan lebih berani dan tegas.
Untuk istriku yang berharga."
"Aku bersumpah untuk menjadikan Lucas Putra Smith sebagai suamiku. Aku menggenggam tanganmu di hadapan tuhan hingga rambut mu memutih dan kulit mu menua. Disisimu Saat suka dan duka, menjaga mu saat sakit dan sehat. Kita akan terus berjalan bersama dalam tangis dan tawa. Bersamamu hingga tuhan menakdirkan aku kembali padanya.
Untuk mu suamiku takdirku."
Lucas mengusap pipi Alycia lembut yang basah karna air mata haru. Tersenyum penuh cinta dan ikut mengusap matanya yang berkaca.
Pernikahan sederhana yang menjadi impiannya. Netranya menangkap Devano yang tersenyum lebar dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Aku mencintaimu."
"Love you to Sayang." Balas Alycia.
Saling tatap dengan aura penuh kebahagiaan hingga tanpa sadar tubuhnya sudah tidak berjarak. Ikut memejamkan matanya saat melihat wajah Lucas yang mendekat.
Kecupan ringan yang berubah menjadi lumayan lembut penuh rasa. Mengalungkan tangannya memeluk erat leher Lucas . Rengkuhan di pinggangnya mengerat membuat tubuhnya merapat.
Takdir baru sudah terbentuk, alur cerita novel memang berjalan dengan semestinya. Tapi dua variabel yang seharusnya tidak ada di dalam novel Alycia dan Lucas pun membuat ending untuk baru cerita mereka sendiri.
Sebuah awal cerita baru yang menjadikan mereka
__ADS_1
sebagai pemeran utama bukan lagi seorang figuran.
Saling bergenggaman menciptakan dunia mereka.
Skip 5 tahun
Suara tawa sepasang kembar tak seiras itu membuat Alycia yang membawa nampan berisi salad buah membuat nya tersenyum bahagia.
"Sayang, Lexa, Leon sini makan dulu saladnya."
Panggil Alycia pada 3 sosok yang menjadi pusat bahagianya.
"Ayok Lele kita berhenti main dulu." Lucas mengandeng tangan dua bocah itu menuju Alycia yang sudah duduk di atas kursi taman di belakang rumah mereka.
"Mommy Kata Daddy wetkey nanti kita ke Kolea ya?"
"Iyah sayang."
"Mom apa dedek gak papa kalo kita pergi?" Pertanyaan dari Leon Putra Smith membuat Alycia dan Lucas saling tatap dengan senyum teduh.
Lucas mengusap perut Alycia yang sudah terlihat membuncit untuk memasukkan usia kandungan 3 bulan.
"It's oke boy, dedek dan Mommy kan kuat seperti
super Hero."
"Yeah Mommy dan Daddy it's my Supel Helo."
"Ish Lexa ngomong R dulu yang bener."
__ADS_1
"Ish Mom Bang Leo nakal."
Mendengan pertengkaran anak-anak mereka membuat Alycia dan Lucas hanya dapat tertawa. Alycia mengusap sekitar mulut sang putra dan putri yang belepotan mayones dari salad buah.
"Ahhh Mommy dan Daddy punya hadiah untuk Kakak Lexa dan Bang Leo, Taraaaa."
"Wahhhh cantik banget Mommy."
"Mom itu kan untuk anak perempuan."
"Untuk perempuan atau laki-laki kamu simpen aja sudah cukup bang." Ucap Lucas yang memakaikan kalung kepingan salju putih pada Lexa, dan berwarna biru pada Leo.
"Makasih Mommy Daddy Lea sayang sekali." Lexa
mengecup kedua pipi orang tuanya.
Leo yang tatapan terpaku pada kalung menyungging kan senyum lebar perlahan dan merentangkan tangannya memeluk kedua orang tuanya juga sang adik kembaran Lexa.
"Love you so much Mom Dad Lea and dedek." Seru Leon.
yahh ga nyangka ya udah end aja perasaan bentar🥺
Salam ara buat kalian terimakasi sudah baca😚🥰
KALIAN JANGAN SEDIH
TUNGGU NOVEL BARU AKU YAA 😗🥺🦋
SEMOGA KALIAN SUKA😃
__ADS_1