Transmigrasi Novel

Transmigrasi Novel
keenam


__ADS_3

Ucapan kata-kata terakhir dari kepala sekolah mengakhiri event hari ini. Alycia yang berdiri beberapa meter dari panggung hanya menatap kumpulan siswa siswi.


Tepukan di pundak nya. Alycia menatap Rayyen yang tersenyum hangat padanya.


"Yok siap siap Ci." Ajaknya berjalan di belakang panggung.


Suara MC yang memanggil membuat satu persatu anggota music menempati posisi masing-masing. Rayyen dengan biola duduk di samping nya tersenyum sangat manis.


Mata Alycia mengedar melihat tatapan siswa siswi yang menatapnya sedikit terkejut. Santi yang berdiri paling depan dengan senyum lebar dan kamera yang siap merekam.


Di samping Santi berdiri ada Para tokoh utama novel termasuk Xender yang menatap Alycia. Dipinggir panggung Alycia juga bisa melihat Sang antagonis Kania dengan sahabatnya juga Danes dan Eric yang juga menatap ke arah panggung walau sering mencuri pandang pada Alex dan Lionel.


"Ci?." Panggilan dari Rayyen membuat Alycia tersadar.


Anggukan kecil dan senyum tipis Alycia lempar yang dibalas Rayyen anggukan mantap. Memberi kode pada anggota yang sudah siap untuk memulai.


Dimana kamu dimana di sini bukan


Kemana kamu kemana ke sini bukan


Katanya pergi sebentar ternyata lama


Tahukah aku sendiri menunggu kamu


Jangan pergi pergi lagi

__ADS_1


Aku tak mau sendiri


Temani aku tuk sebentar saja


Katanya pergi sebentar ternyata lama


Tahukah aku sendiri menunggu kamu


Jangan janji-janji terus


Aku tak mau kau bohong


Temani aku tuk sebentar saja


Jangan pergi pergi lagi


Aku tak mau sendiri


Temani aku tuk sebentar saja


Jangan pergi pergi lagi


Aku tak mau sendiri


Temani aku tuk sebentar saja

__ADS_1


Sumber: LyricFind


Penulis lagu: Kevin Aprilio


Mengakhiri penampilan mereka dengan sempurna. Ekspresi wajah Alycia yang sangat menghayati kembali menjadi datar. Tepukan sorak Sorai yang gemuruh, banyak dari siswa siswi itu takjub dengan penampilan yang sangat sempurna.


"ALYCIA SUMPAH LO KEREN BANGET" teriakan


Santi mengundang senyum tipis Alycia.


Iris coklatnya bertubrukan dengan mata Xender. Saling tatap beberapa detik sebelum mengalihkan pandangannya.


Berbekal ingatan dalam novel. Hari ini, hari dimana Alex akan menyatakan cintanya pada Lionel saat mereka sedang barbeque di rumah Devano.


Yang pada saat itu Alycia hanya bisa melihat dari balik gorden kamar. Melihat bagaimana sang Abang sangat memanjakan Lionel. Yang paling tidak disangka Papah nya sendiri turut bersenda gurau sesekali memberikan perhatiannya pada Lionel.


Tapi itu kisah dalam novel. Sekarang Alycia berada tepat di tempat Alycia yang asli akan bunuh diri. Mengendari mobilnya kurang lebih 45menit. Mencapai kawasan hutan dengan jalan setapak yang sangat sepi. Mobilnya terparkir dibawah pohon pohon rindang yang tertutup semak belukar.


Berjalan memasuki hutan selama kurang-lebih 15 menit suara deburan ombak mulai terdengar. Rasa lelahnya terbayar. Pemandangan pantai yang sangat indah memanjakan matanya.


Duduk di atas bebatuan bersender di dahan pohon bakau. Aroma laut dan percikan air membuat siapa saja akan terlena.


Dalam novel kawasan ini tidak terjamah karna beberapa tahun yang lalu Trusunami yang mengalami erupsi menghancurkan sebuah suku pedalaman yang merenggut semua nyawa.


Sejak saat itu banyak rumor yang beredar jika tempat ini sangat angker dan warga yang mulai berdatangan untuk bermukim tidak mau menyentuh lebih dalam....

__ADS_1


lanjut part 7 ya


#jangan lupa like komen kalo bisa voting🤣


__ADS_2