
"Hidup Lo susah banget ya sampe ngemis pinggir
jalan gini? mana nangis lagi." Celetuk cowok itu yang
perlahan membuka helmnya.
Sesaat Alycia mengerjapkan mata kaget langsung
mengusap pipinya yang basah air mata dan berdiri menatap cowok tinggi dan Alycia akui walau cuma keliatan mata cowok itu sangat tampan. Kok Alycia ga tau ya ada cowok secakep ini di sekolah.
Menurut Alycia lebih cakep dia dari pada para pemeran novel, type Alycia ini mah.
"Lo mendadak tuli sama bisu?."
Oke, Alycia tarik kembali tentang sosok type'nya. Ini cowok mulutnya ga di filter kayak makan cabe setan
pedes BANGET.
Alycia menatap sosok cowok itu yang sudah mengotak-atik mesin mobilnya tanpa diminta.
"Coba idupin sana.#
Alycia menuruti perintah cowok itu beberapa saat
__ADS_1
setelah menstarter mobilnya kembali hidup.
"YESS HIDUP." pekik Alycia yang melompat kecil.
Cowok itu menatap Alycia yang terlihat sangat senang. Senyum yang sangat tipis tersungging di bibir kiss
able cowok itu.
"Ehhh anu emmm makasih ya."
"Hmm."
Cowok itu langsung memakai helm nya kembali
"Nama Lo siapa? Kita kayaknya 1 sekolah tapi gue gak
pernah liat Lo?."
Dari balik helm itu cowok itu menatap wajah Heera
dalam sebelum tangannya terangkat menepuk kepala Heera seperti puppy.
"2 kali lagi, kalo sampe Lo ketemu gue 2 kali lagi tanpa sengaja gue akan kasih tau nama gue dan di saat itu juga gue mau Lo jadi milik gue.'"Lirih cowok itu yang
__ADS_1
tidak di dengar Alycia.
"Pulang aja Sono Lo udah mendung." Tanpa menunggu balasan Alycia cowok itu berlalu pergi dengan motor sport nya. Kerutan di kening Alycia menatap kepergian cowok
"aneh itu. "Mengedikkan bahunya berusaha untuk tidak peduli dan memasuki mobil setelah menutup kap mobil.
Skip pulang
Menutup buku bersampul biru melepas mematikan sound musik dari ponselnya yang terhubung dengan pengeras suara. Menyimpan buku itu di dalam laci yang kuncinya di jadikan liontin kalung oleh Heera.
Di dalam laci itu bukan hanya ada buku diary. Foto sang mama dan dompet yang berisi buku tabungan miliknya sendiri dan dari sang Papah. Juga kartu ATM dan kartu kredit dari sang Papah yang tak pernah di sentuh dirinya.
Buku tabungan miliknya dibuat atas nama sang Mama. Entah apa yang di fikirkan sang Mama yang saat itu mengandung dirinya membuat tabungan yang berisi nominal uang besar. Buku itu di temukan Alycia saat memasuki masa SMP di balik figura Foto USG dirinya dulu.
Uang dengan nominal besar tanpa orang lain tau Alycia yang memiliki otak encer memberikan bantuan dana pada sebuah restoran yang hampir bangkrut karna sang manegernya membawa lari keuntungan selama 1 bulan. Dari hal itu Alycia selalu mendapat ke untungkan 15% dari pendapatan restoran.
Dalam kata lain restoran itu juga menjadi milik Alycia sebagian. Sekarang restoran itu sudah memiliki banyak cabang di dalam dan luar kota. Alycia juga ikut menanam modal dalam bisnis Coffee shop yang di kembangkan sang pemilik restoran itu mengikuti trend anak muda jaman sekarang.
Fikiran Alycia melayang saat melihat kalender, dua hari lagi yang sudah di lingkari spidol merah. Dua hari lagi di dalam novel Alycia asli akan mati.
lanjut part 20
#jangan lupa like komen voting dan subscriber biar kalo up kalian tau😇🤣
__ADS_1