Transmigrasi Novel

Transmigrasi Novel
Ketigapuluh enam


__ADS_3

"Cowok itu, namanya Jonathan Rychs, dia ternyata anak dari adik tirinya Daddynya Alex, gue terpaksa dengan semua hal ini Ci, gue pengen lepas dari Nathan, gue gak bisa untuk jahat sama orang yang bahkan gak pernah buat salah sama gue tapi gue bahkan gak punya apapun untuk ngembaliin semua utang gue." Lirih Lio dengan senyum miris dan mata yang berkaca.


"Kenapa Lo gak jujur sama Alex?"


"Gue takut Ci, gue bingung. Gue udah mau jujur tapi gue gak tau gimana bisa Nathan tau niat gue, dia.. dia hampir bunuh gue waktu itu."


Heera menangkap sorot ketakutan dan lelah di mata


Lionel. Tangan Alycia terangkat mengusap rambut Lionel lembut.


"Apa yang di inginkan Nathan?" Tanya Alycia.


"Menghancurkan keluarga Alex. Ayah Nathan, Johan dia pernah hampir buat Daddy Alex mati dengan modus kecelakaan tapi Daddy Alex sosok yang hebat Ci, dia selamat sedangkan ayah Nathan yang berada di lokasi malah yang gak selamat."


Menghembuskan nafasnya panjang. Memikirkan sesuatu hal.


"Keluarga Alex pernah ketemu Lo?"


"Pernah, mereka sosok yang baik dan hangat, gue dapet kehangatan keluarga sama mereka."


"Lo tau kenapa Alex sekarang di usir kan?"


"Tau, waktu itu Daddynya Alex liat gue hampir di lecehin Nathan dari situ semua berubah Ci."


"Lo kalo bisa bayar utang Lo, Lo bisa lepas dari Nathan?" Lionel yang mendengar hal itu hanya tersenyum sendu tidak menjawab apapun.

__ADS_1


Alycia yang duduk didepan pianonya terdiam. Mengusap wajahnya memikirkan beberapa hal.


Beranjak mencari keberadaan Devano di ruang kerja Papah nya dulu.


"Bang ada yang mau Cia tunjukin ke Abang." Ucap Alycia dengan ponsel di genggaman nya.


Skip esok


Menyesap es matcha plus Coffee jelly dengan nikmat Heera hanya menatap Santi dengan ekspresi polos.


"Udah yang penting sekarang Lo kasih tau sama Daddy dan Mommy Lo San."


"Gue bingung Ci, Lo temenin gue ya Ci ke kantor Daddy sekarang," Alycia yang melihat tatapan memelas Santi hanya menghela nafas panjang dan mengangguk.


Lift yang berdenting menyadarkan Alycia dari lamunan nya. Melihat koridor yang mengarah ke suatu ruangan bertuliskan CEO.


Santi menarik tangan Alycia mendekat kemeja sekertaris.


"Om Jay Daddy ada?" Tanya Santi.


"Ada masuk aja Nona."


"Oke makasih Om ganteng." Alycia yang mendengar Santi sempat-sempatnya menebar pesona menepuk belakang kepalanya pelan.


Mengetuk pintu lalu membukanya menampilkan sang sosok yang berkutat dengan berkas berkas nya.

__ADS_1


"Daddy?" Panggil Santi.


"Sayang? Kok kesini gak bilang Daddy."


"Emmm ada yang mau Santi sama Alycia bilangin ke Daddy."


Alycia dan Santi duduk di sofa yang disusul Daddy Santi.


"Daddy Alycia mau nunjukin sesuatu."


Alycia meletakkan ponselnya di atas meja. Mengalun percakapan Lionel dan dirinya kemarin yang diam diam direkam dirinya.


Suasana hening yang terdengar hanya percakapan itu. Setelah percakapan itu selesai Alycia memberikan beberapa bukti foto yang sempat di ambil saat dirinya dan Vano mengikuti Lionel.


Alycia melihat Daddy Santi memijat keningnya sejenak. Menghembuskan nafas nya kasar. Menatap Alycia dan Santi dengan senyum tipis.


"Daddy." Lirih Santi yang memeluk Daddynya erat.


Alycia yang melihat itu hanya tersenyum tipis. Mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. yang sangat nyaman untuk bekerja ini.


"Alycia." Panggil Daddy santi.


lanjut part 37


#jangan lupa like komen voting dan subscriber biar kalo up kalian tau🤣😇biar aku semangat jugak🤣

__ADS_1


__ADS_2