Transmigrasi Novel

Transmigrasi Novel
Keduapuluh Empat


__ADS_3

gays part ini kalian jangan nangis ya🥲


"Kamu maafin papah kan dek?." Tanya Devano setelah melihat Alycia sudah menuntaskan sarapannya.


"Bang.... Kehilangan seorang yang kita cintai itu pasti sakit banget rasanya, kayak mimpi kita tuh di renggut kegelapan dalam sekejap, Cia tau papah hancur banget kehilangan mamah, bang Cia cuma seorang anak yang gak tau kenapa Cia harus dilahirkan jika menjadi penyebab kematian mamah, tapi Cia gak bisa membenci papah dia... Ayah kita, bahkan jika papah masih benci Cia."


"Papah sayang kamu dek, papah selesain pekerjaan dengan cepet biar bisa cuti untuk kamu untuk kita." Usap tangan Devano di kepala Alycia.


"Bang."


"Hmmm." Jawab Devano dengan senyum


"Tangan Lo kotor anjir sana ahh."


Tepis Alycia yang dibalas tawa jenaka Devano. Merengut sebal beranjak membawa piring dan gelas yang sudah bersih dan kosong.


"Berita Terkini


Selamat pagi para pemirsa berita pagi, saya Melly Zevan melaporkan bahwa pesawat Airbus a321 rute Sydney Kingsford Smith Airport Thailand - Jakarta Soekarno-Hatta airport mengalami kecelakaan yang sementara diduga akibat problem mesin. Pesawat mengangkut 62 orang yang terdiri dari 12 awak kabin, 40 penumpang dewasa, 7 penumpang anak-anak, dan 3 bayi.


Pesawat sempat melewati ketinggian 10.000 kaki, tetapi tiba-tiba kehilangan ketinggian.......

__ADS_1


Piring dan gelas ditangan Alycia sekita terjatuh meninggalkan bunyi nyaring pecahan kaca. Devano sontak berdiri terkejut tangannya bergetar mencari ponsel disakunya mencoba menghubungi seseorang.


Suara itu membuat beberapa pekerja di rumah datang melihat apa yang terjadi. Saat mendengar berita di televisi raut terkejut tidak bisa terelakan.


"Non ayok tempat yang aman dulu biar bibi bersih kan pecahannya." Suara wanita paruh baya yang menuntun Alycia duduk kembali di sofa samping Devano yang terlihat gusar.


"Bang..." Lirih Heera dengan mata berkaca.


"Sssttt gak papa tenang oke?! Abang disini dek."


Mengusap wajahnya kasar saat telpon nya tidak kunjung mendapat jawaban. Beberapa saat ponsel Devano kembali berdering.


"Ya Hallo?."


"..... "


"..... "


"Apa?." Lirih Devano yang terduduk lemas.


Berusaha tegar mengusap matanya yang panas dan tersenyum getir mandir Alycia dalam dekapannya.

__ADS_1


"Adikku sayang, adikku yang kuat ayok kita bebenah yuk dek, kamu dirumah yah sama bibi biar Abang jemput papah." Alycia hanya menatap Devano dengan kosong hingga pecahlah tangisnya.


Lagi dan lagi Alycia merasakan apa itu kehilangan. Dalam balutan gaun sederhana berwarna putih. Alycia terduduk menatap lurus kedepan melihat prosesi pemakaman.


Alycia menatap sang Abang yang terlihat tegar. Hanya tinggal sosok ini. Sosok lelaki ini yang akan bersamanya. Rangkulan hangat dan usapan Santi mengalihkan atensinya.


Santi menyerahkan sebuket bunga Lily putih dengan senyum sendu. Merangkul Alycia mendekat ke samping Devano.


Jatuh berlutut meletakkan bunga Lily saat melepaskan diri dari rangkulan Santi. Netranya menatap deretan nama.


Prosesi yang telah usai hanya tinggal beberapa orang saja. Tangan Alycia saling bertaut memejamkan matanya.


"Tuhan kau lagi-lagi mengambil seseorang didalam hidupku, tuhan tolong jaga dia bersamamu, tolong pertemukan dia dengan sosok yang dicintainya'


RIP DARREN MANUAR 08 JAN 19.. 05 JUL 20..


Mengusap barisan nama itu dengan senyum sendu. Netranya menatap sosok Bang Vano yang tersenyum sendu padanya.


Denting jarum jam yang menghiasi keheningan malam. Alycia yang terduduk menatap malam bersandar di kusen jendela. Telinganya mendengar Isakan lirih seseorang.


Lanjut part 25

__ADS_1


#jangan lupa like komen voting dan subscriber biar kalo up kalian tau🤣😇


__ADS_2