
"Sakit banget Pah Bang, rasanya aku mati perlahan setiap harinya, segalanya hal yang aku lakukan selalu salah bahkan disaat aku diam dan menuruti perintah kalian, disini." Tunjuk Alycia di dadanya.
"Rasanya kosong, aku sendiri berusaha kuat di atas kaki yang juga penuh luka, aku kayak jalan di atas tumpukan bunga mawar berduri tiap waktunya terlihat indah tapi bisa sangat melukai."
"Menuju kematian bukan hal baru yang buat aku, berkali-kali aku mencoba untuk nyusul mamah tapi di saat ambang batas kewarasan aku berharap papah atau Abang Dateng peluk aku bilang kalo aku berharga kalo papa dan Abang sayang aku."
Lelehan air mata Alycia usap kasar di pipinya. Netranya menatap bang Vano yang tertunduk dengan pundak bergetar juga sang Papah yang menunduk mencengkeram dadanya yang terasa sesak mendengar perkataan putrinya.
"Sekarang Alycia gak berharap apapun, Alycia udah capek banget rasanya." Lirih Alycia yang ikut mencengkeram dadanya.
Berbalik dan berlari cepat naik ke lantai atas menuju kamarnya. Setelah pintu terkunci berjalan menuju jendela jatuh terduduk bersandar pada kaca menatap langit malam yang sendu sehabis hujan.
Tangis yang ditahan pecah sudah. Melepaskan Isakan kuat yang mencekik lehernya saat di tahan. Menepuk-nepuk dadanya yang terasa sangat sakit. Perasaan ini sangat sakit Alycia sadar ini perasaan Alycia yang asli dan dirinya yang tergabung menjadi satu hingga sesaknya berkali-kali lipat.
Flashback
"Sayang apapun yang ayah kamu lakuin itu terlepas dari hal buruk atau baik dia tetap ayah kamu."
__ADS_1
"Tapi Bun ayah udah selingkuh dari Bunda sampe bawa anak Bun."
"Ssstttt Lexa sayang kamu tau kan Ayah dan Bunda menikah karna di jodohkan, Ayah tidak mencintai Bunda, Bunda ga papa sayang sudah cukup Bunda mengikat Ayah mu di hubungan yang tidak di sukai Ayahmu."
"Tapi Bun gak gini juga, Bunda masih istri Ayah terus sekarang anaknya di bawa kerumah kita lagi Lexa gak suka Bunda."
"Lexa dengerin Bunda, sekarang Levi cuma punya Ayah
Mamanya sudah gak ada karna sakit jadi Bunda akan
jadi pengganti Mamanya dan kamu akan jadi kakak
"Tapi Bun, Lexa gak mau Lexa benci Ayah sama anak itu."
"Lexa Bunda ga ngajarin kamu jadi anak yang pembenci dan pendendam ya!."
"Maaf Bunda."
__ADS_1
Tangan lembut dan hangat itu mengusap kepala anaknya dan tersenyum lembut penuh kasih sayang. Walau dalam netra matanya tersimpan luka yang sangat dalam
"Bu...ndaa..." Panggilan seorang anak kecil yang berdiri di depan pintu bersama sosok pria paruh baya mengalihkan atensi ibu dan anak itu.
"Heyy sayang sini nak sama Bunda." Sambut sang ibu menarik gadis kecil itu dalam pelukan.
"Sudah pulang mas? Mau saya siapkan air hangat untuk mandi."
Senyum tipis dan gelengan kecil menjawab perkataan sang istri. Tangan besarnya mengusap kepala gadis kecil dalam gendongan istrinya dengan hangat.
"Ayah mandi dulu ya nak." Berjalan menuju kamarnya mengusap sekilas rambut putri sulungnya dengan senyum sendu.
Lexa hanya menatap gadis kecil itu Levi di gendongan sang ibu dengan pandangan tak terbaca.
Senyum mengembang penuh dengan kebahagiaan. Akhirnya semua kerja kerasnya terbayar dirinya lolos masuk agency entertainment yang banyak mengeluarkan penyanyi, aktor dan aktris ternama yang berbakat.
penasaran lanjutannya?
__ADS_1
lanjut part 15
#jangan lupa like komen dan votingš¤£