
"Lo ngomong apaan sih?."
"Enggak, gue gak ngomong apa-apa, cuma ya liatin ajah San sampe mana Abang Lo sama Lionel, kalopun emang endingnya akan tetep sama Lionel Lo atau bokap nyokap Lo gak bisa larang itu."
"Tapi gue sering liat Mommy gue ngelamun Ci, Daddy juga kalo pulang lebih banyak di kamar atau ruang kerja."
"San, perasaan itu kadang membuat seseorang gak bisa membedakan mana yang memang baik atau tidaknya, caranya cuma satu Dan, biarkan itu mengalir tapi kita harus sadar apapun hasilnya untuk kedepannya mau itu hancur atau bahagia, dari awal itu adalah pilihan kita." Menepuk pundak Santi yang mendengar kan perkataan nya.
"Bertanggung jawab dengan diri sendiri itu juga sulit San, kadang harus menekan Ego sendiri." Sambung Alycia
"Gue gak tau lagi harus ngomong apa Ci."
"Bilang sama bokap dan nyokap Lo, biarin Abang Lo dengan pilihannya biar Abang Lo bertanggung jawab dengan dirinya sendiri, cukup pantau dari jauh apa yang di lakukan, gimana pun Abang Lo tetep anak cowok satu-satunya di keluarga Lo San, bokap Lo gak akan lepas tangan gitu aja."
Santi memeluk Alycia dengan erat dan tersenyum lega.
"Lo jadi psikolog aja deh Ci." Alycia yang mendengar itu terkekeh hambar.
"Apa bisa?,"
__ADS_1
"Ya dicoba dong Ci."
"Kalo gue ambil psikolog, gue akan lepas mimpi gue untuk jadi musisi, gue juga pengen kali bareng Lo ke Korea."
"Ci, jadi musisi itu bisa kerja sampingan, jadi seorang dokter psikolog tapi juga musisi bukannya jadi nya keren tuh, Lo bisa ngehibur pasien Lo dengan musik dan lagu."
"Hmmm Bisa di coba." Kekeh Alycia yang di balas kekehan Santi.
"Alex, Lio mau pergi sama Keano."
"Pergi? Ini udah malem Lio." Jawab Alex saat melihat jarum jam menunjukkan pukul 8 malam.
"Ya udah, tapi aku anter ya."
"Ihhh gak usah Lio udah pesen taxi di depan, dah Lio pergi bye Alex." Seru Lio yang sudah pergi menghilang dari balik pintu.
Senyum ceria Lionel seketika berubah saat memasuki mobil taxi yang sudah di pesannya.
"Hahhh melelahkan."
__ADS_1
Skip kepasangan bucin tapi ga jadian jadian🤣
"Jadian yuk?."
Alycia tersedak jus Alpukat yang sedang di minumnya. Menatap Lucas yang milihatnya dengan binar mata yang cerah.
"Apa sih, bercanda Lo gak lucu." Gerutu Alycia.
"Gue gak bercanda Ci, jadian sama gue, gue gak bisa janjiin kalo bisa menjadi sosok yang seperti Lo harapin tapi gue berusaha untuk terus disini, disisi Lo dan kita bahagia."
Alycia mengalihkan pandangannya menatap jalanan yang terlihat ramai di depan cafe. Tangan yang lebih besar dari milik nya menggenggam hangat tangan Alycia.
"Nahhh gitu dong ahh susah bener dijadiin pacar." Lucas mengusak rambut Heera gemas dengan terkekeh kecil. Mencubit hidung mancung nya.
"Ya udah, kalo si buaya itu aneh-aneh tendang aja itunya yang kenceng." Alycia yang mendengar hal itu sontak tertawa menepuk pelan lengan abangnya yang berada di setir mobil.
"Yah Abang tau kemaren gak sengaja denger Julian Lionel, Abang dulu juga gitu." mengedipkan matanya genit. Devano. Geplakan di kepalanya tidak terhindarkan dari Vano yang jengah. Vano yang berjalan menjauh.
Lanjut part 33
__ADS_1
#jangan lupa like komen voting dan subscriber biar kalo up kalian tau🤣😇