Transmigrasi Novel

Transmigrasi Novel
Ketigapuluh Satu


__ADS_3

Kabar mengejutkan datang saat Alycia melihat notifikasi di ponselnya. Alur cerita nya sudah benar-benar hancur sepertinya.


Beauty Sandra


'Ci


'Bang Alex pergi dari rumah


Akan banyak hal lagi kedepannya yang akan berubah. Tapi apakah hanya alur ceritanya saja atau takdir dari akhir cerita akan berubah juga?.


Kembali ketempat ini. Pantai dengan suasana yang sangat tenang. Deburan ombak yang menyapa bibir pantai dan udara angin laut yang khas.


Melihat ikan ikan kecil berenang kesana kemari. Beberapa kepiting kecil dan umang-umang yang berjalan untuk bersembunyi di balik bebatuan dan akar-akar pohon.


Lucas, tokoh yang tak pernah di sebutkan di cerita, kematian papah Alycia dan pertengkaran Alex dengan orangtuanya.


Alycia mengusap wajahnya kasar. Menghela nafas berat memikirkan langkah apa yang harus di ambilnya. Terkadang terbesit rasa untuk tetap mengikuti alur dengan bunuh diri di tempat ini.


Tapi jika jiwanya kembali ke raganya sebagai Lexa. Apakah dirinya akan mendapatkan sosok-sosok yang menyayangi dan memperhatikan nya seperti disini?.


Mencoba melupakan segalanya dan menikmati keindahan tuhan yang terhampar nyata di hadapannya.


Bersenandung kecil menyanyikan sebuah lagu. Teringat berbagai hal yang sudah terjadi di hidupnya. Yang bisa Alycia lakukan adalah terus berusaha bahkan jika hal itu membuat nya terluka suatu saat nanti.


"Aku hanya ingin tercukupi dan selalu di beri kemudahan dalam setiap hal Tuhan." Lirihnya kecil.

__ADS_1


Alycia menatap datar Lucas yang berlari sembari memainkan bola dikakinya. Dengan sedikit ancaman dari Lucas, Alycia pasrah untuk menjaga gawang.


"Ci yang bener dong jaganya." Keluh Lucas yang melihat Alycia hanya berdiri terdiam dengan tangan bersedekap di dada.


"Ish panas Cas gila lo."


"Sekali-kali Ci."


"Lo mah sekali-kali ujung-ujungnya juga ketagihan."


Lucas yang mendengar itu terkekeh. Melihat Alycia dengan senyum lebar nya.


"Ya udah gue traktir makan deh, mau apa? Seblak?."


"Helloooo Lo kira apa apa seblak."


"Hmmm Bakso tusuk, cilok, otak-otak, es alpukat kayak Uncle Muthu, es cincau, sama Paket chicken nya McD."


"Abis?."


Alycia mengangguk semangat dengan senyum lebar. Membuat Lucas ikut tersenyum.


"Ya udah kita beli sekalian jalan pulang McD nya Drive thru aja."


"Dek, mungkin setelah lulus Abang akan lanjut kuliah di Oxford."

__ADS_1


"What?" Kaget Alycia menatap Devano yang mengemudikan mobil menuju sekolah.


"Maaf dek."


"It's oke bang gak papa, semua memang butuh perjuangan."


Menghela nafas pelan menatap bangunan dan pengendara yang melintas. Alycia tau cepat atau lambat dirinya akan mengalami hal ini. Kembali sendirian atau mungkin tidak?.


"Ci." Panggil Santi.


"Hmm."


"Bang Alex bener gak pulang dong, semua kartu di beku'in sama my sugar Daddy."


"Hmmm kira-kira Abang Lo kemana?."


"Dia pernah bayarin rumahnya Lionel yang hampir disita sama rentenir sih kayaknya dia tinggal sama Lionel, kan Lionel tinggal sendiri."


"Kok bisa sih sampe Abang Lo keluar?."


"Daddy liat Abang sama si Lio lagi begituan di club." Alycia yang sedang meminum susu kotak rasa coklat langsung tersedak. Begituan? Ini begituan yang itu kan?.


"Wahh coba gue kesana bisa liat live." Gumam Alycia saat jiwa fujo nya keluar yang terdengar samar di telinga Santi.


"Lo ngomong apaan sih?."

__ADS_1


Lanjut part 32


#Jangan lupa like komen voting dan Subscriber biar kalo up kalian tau🤣😇


__ADS_2