
Setelah mengantri beberapa menit satu cup sedang es krim dengan tambahan potongan coklat dan saus Coklat sudah ada di tangannya. Melangkah duduk di pinggiran pasar malam menikmati es krim.
"Enak?." Tanya Devano disaat Alycia menghabiskan es krim nya dengan cepat.
"Enak banget makasih ya bang"
"Iyah dek, mau naik apa kamu?."
"Mau naik semua boleh."
"Oke come on."
Alycia tertawa lepas sesekali berteriak saat menaiki wahana yang cukup ekstrim. Senyum tak pudar sedari awal memasuki pasar malam. Genggaman tangan Devano yang hangat melindungi dirinya setiap saat.
Di wahana terakhir Alycia bersiap memfoto pemandangan yang sangat indah dari atas. Bianglala yang berputar perlahan membuat senyum Alycia semakin lebar dengan beberapa jepretan foto yang berhasil di dapatkan.
"Bahagia?." Tanya Devano.
"Sangat, Makasih banyak ya Bang dari dulu gue pengen banget ke pasar malem tapi kalo sendiri kan kayak orang ilang." Kekeh Alycia yang tanpa sadar ucapan nya membuat Devano terdiam.
"Mulai sekarang apapun yang kamu mau dan inginkan bilang Abang sama papah ya dek."
"Apapun? Hmm kalo gitu Alycia minta buat Abang sama papah untuk terus sayang sama Alycia ya bang."
__ADS_1
Mata Devano terasa panas. Permintaan kecil itu membuat Devano terasa tertampar kenyataan. Menarik gadis kecil yang tidak lain adiknya itu didalam pelukannya.
"Tentu sayang, Abang janji akan jaga dan sayang sama kamu selamanya."
Kedua saudara kandung itu berpelukan erat menyalurkan rasa yang tidak bisa dikatakan.
'Mah, Abang janji akan jagain adek mulai sekarang Mamah maafin kesalah Abang selama ini kan mah.'
Skip keesokan harinya disekolah
"Ci nonton futsal yuk?."
"Ha? Futsal? Ish males lah, kelas aja sih ngadem tidur di belakang sambil streaming, biasanya juga Lo gitu."
"Ish ayok lahh please."
temenin, tapi beli es dulu haus gue."
"Sippp kuy lah."
Terik matahari tidak menyurutkan sorakan para siswa dan siswi. Para guru yang sedang rapat di gunakan para siswa untuk melakukan berbagai kegiatan mengisi kekosongan hingga diperbolehkah pulang.
"Gila si Eric ternyata cakep juga ya pengen dibungkus simpen kamar." Gumam Santi yang membuat Alycia menatapnya aneh.
__ADS_1
Iris mata Alycia melihat sekeliling hingga para pemain futsal. Hingga di salah satu pemain dengan headban di kepalanya membuatnya terpaku.
"San."
"Ha?."
"Itu cowok yang pake headban Lo kenal?."
"Hmmm dia kenal, kenapa?."
"Oh gak papa gue panasaran aja." Santi menatap Alycia curiga.
"Dia itu anak 12 IPS 1, dibilang pinter ya pinter di bilang engga ya engga, terus dia itu kapten futsal, dibilang kaya sih kayaknya kaya, dia kelihatan orangnya asik kan Ci?." Tanya Santi yang dibalas anggukan ragu Alycia.
"Keliatan nya sih gitu, tapi itu cuma sama orang terdekatnya aja dia bisa bercanda receh tapi pas sama orang asing dia kek Kutup utara ,beku!."
"Siapa namanya?."
"Ohh namanya...."
Ucapan Sandra terpotong teriakan para siswa dan siswi saat anak pertandingan usai dengan skor 5-4. Sandra yang melihat itu segera bersorak dan berlari ke lapangan menuju Eric dengan minuman isotonik ditangannya.
Ekspresi Alycia sungguh tak percaya. Ini bener temen nya si Santi?. Kok tuh bocah jadi gini?. Bukannya kemarin-kamarin dia bilang No sama Eric tapi apa itu sekarang!.
__ADS_1
Lanjut part 23
#jangan lupa like komen voting dan subscriber biar kalo up kalian tau🤣😇