Transmigrasi Novel

Transmigrasi Novel
ketujubelas


__ADS_3

Iyah biar si Rayyen aja yang nyanyi Ci gak bagus dia main musik." Ledek Eric yang dibalas delikan tajam Rayyen.


"Gak usah ribut." Rayyen yang ingin membalas Eric


langsung terdiam saat Danes berbicara. Santi dan Alycia hanya memutar bola matanya


malas. Alunan tuts piano mengalun lembut.


"Wow."


Tepukan tangan Eric dan Santi paling keras.


Danes hanya tersenyum tipis.


"Mau berapa kali pun sumpah kalian keren banget ihh." Seru Santi yang sudah mematikan acara nge-live nya yang terdapat banyak sekali penonton. "Gile keren banget emg Lo Ci."


Rayyen yang sudah bersiap di puji langsung menatap


Eric datar saat pujian itu untuk Alycia.


"Dah lah ngantin yuk." Ajak Alycia yang merapihkan


almamater nya.


"Yuk lah bareng ajah Ci, ya gak boss?." Ajak Rayyen


yang juga meminta persetujuan Danes.


"Ya udah ayok."


"Sipp lah." Seru Eric yang langsung merangkul


Santi.


"Ish jangan rangkul-rangkul dasar buaya." Tepuk Santi cukup kuat pada lengan Eric.

__ADS_1


"Sadis bener Lo San." Usapnya pada lengan.


Alycia yang berjalan di tengah antara Danes dan Rayyen, Santi yang jalan di depan dengan Eric yang meributkan hal-hal kecil. Hal ini menjadi pemandangan tersendiri bagi seluruh siswa dan siswi.


Yang entah sejak kapan Alycia dan Santi semakin


dekat dengan sang pemeran Antagonis. Suasana kantin yang ramai seketika senyap. Tanpa


memperdulikan hal itu mereka menduduki kursi


dipojok yang kosong.


"Kalian mau pesen apa biar gue sama Santi yang


pesenin."


"Gue mie ayam sama jus jambu Ric."


"San gue samain aja ya sama Lo."


"Okeh Ci. "


"Bakso sama es teh aja." Ucap Danes yang sudah fokus dengan ponsel ditangannya.


Alycia dan Rayyen sedikit berbincang tentang


klub music nya. Yang sesekali Danes ikut dalam


pembicaraan.


Brukk


Pranggg


"Sh***!." Lirih Alycia saat kuat bakso mengenai lengannya.

__ADS_1


"Woii gila Ci Lo gak papa." Seru Rayyen dan Santi


yang sudah datang dengan nampan makanan


bersamaan. "Hiks ma..af Li..o hiks ga..k senga..ja hiks."


"Lo id*ot ya? Alycia yang luka Lo yang nangis?." Tanya Eric menatap Lionel Aneh.


"Udah biar..." Ucapan Alycia terpotong saat


mendengar teriakkan seseorang.


"LIONEL!! ALYCIA APA YANG LO LAKUIN SIALAN!."


Alycia hanya berdiri mematung menatap Alex yang merengkuh Lionel. Bang Vano yang terlihat terkejut menatap Lionel. Alycia hanya dapat tersenyum miris.


"Maksud Lo apa hah buat Lio jadi kayak gini?!." Ucapan Alex hanya dibalas tatapan datar Alycia.


"San ayok anterin gue ke UKS." Ajak Alycia pada Santi yang ekspresi wajahnya sudah sangat badmood.


Cengkraman kasar yang erat di lengan yang terkena kuah panas membuat Alycia menghentikan langkahnya. Menatap sang pelaku dingin sebelum melepaskan paksa cengkraman itu seseorang sudah lebih dulu melepaskan dan menarik lengan yang satunya lembut ke sisinya.


Alycia menatap Danes sosok yang menariknya


terkejut. Tatapan tajam Danes layangkan pada


sosok-sosok di depannya.


"Lo punya mata kan? Coba Lo tanya murid yang lain


siapa yang salah?."


"Lo gak usah ikut campur sialan!." Sentak Alex yang hampir maju tapi tertahan Vano.


"Danesh bener Lex, Lo gak bisa salahin Alycia jelas-jelas disini Lionel yang salah sampe buat Alycia luka tapi dengan entengnya Lo mau salahin Alycia yang gak tau apa-apa bahkan gak pernah nyari urusan sama Lo dan Lionel." Ucap Gibran sembari menatap datar Lionel yang bersembunyi didekapan Alex.

__ADS_1


Lanjut part 18


#jangan lupa like komen voting dan subscriber agar kalo up kalian tau🥰🤣


__ADS_2