
"Hish Lo ini kenapa sih Ci?." Tanya Santi yang sudah jengah.
"Lagi pusing pala guwe San."
"Udah gak usah pusing-pusing nanti gue traktir nasi ayam penyet Bu Andri pake nasi goreng."
"Wihhhh mantep bener tuh duh sayang Santi."
"Sayang pas ada maunya, Udah kerjain dulu tuh bahasa Jepang ntar gue liat."
"Yeee giliran gini aja baru..."
"Baru apa hah? Apa?."
"Ehhh enggak enggak." Balas Alycia dengan senyum lebar.
"Nasi goreng plus ayam penyet bu Andri emang juara di tambah es teh anget." Seru Alycia mengusap perutnya yang kenyang.
"Es teh ya dingin Ra bukan anget."
"Eeh udah ganti ya."
"Tuhan dosa apa gue punya sahabat kayak Alycia." Santi menggelengkan kepalanya sembari memakan es krim rasa jagung.
"Tapi sayang kan?."
"Iya Iyah sayang ku." Gemas Santi.
__ADS_1
"San gimana tuh Abang Lo?."
"Ya gitu lah Ra, Abang gue tuh udah cinta banget sama Lio, stres yang ada ngurusin dia."
"Susah lah San, jadi gimana bokap nyokap Lo?."
"Nah itu, kata Daddy waktu gue porotin duitnya ke pasar sore kalo Abang gak mau pisah doi di coret."
"Coret dari kartu keluarga?."
"Kartu member Alfamart Ci."
"Hah?."
"Ya dari kartu keluarga lah Alycia."
mendelik kesal melihatnya.
"Daddy itu sayang banget sama Abang dan gue Ci, apapun akan di lakuin yang penting gue sama Abang aman juga bahagia tapi Daddy gue gak mau kalo gue dan Abang jadi ngerasa seperti langit padahal kita berasal dari bumi."
"Daddy Lo orang yang hebat San."
"Yes, my sugar Daddy itu, Daddy gak masalah dengan orientasi Abang tapi kalo karna hal itu membuat Abang gue jadi lupa dari mana dia berasal Daddy sama mommy gak mau Ci, kita itu hidup cuma sekali jika kita memang seorang pendosa paling tidak jaga fikiran untuk tetap waras melihat apa yang baik dan tidak."
Alycia tersenyum lembut mendengar hal itu. Sangat terlihat jika sebenarnya keluarga Santi sangat lah Harmonis.
"Gue iri sama Lo boleh gak sih San?."
__ADS_1
Santi mengernyitkan keningnya menatap Alycia aneh membuang bungkus plastik es krim dan memakan kone es krim jagung yang sudah lunak.
"Ci Daddy gue juga Daddy Lo, Lo tau kan Daddy dan Mommy itu juga sayang sama Lo dan bang Vano, Daddy sama papah Lo itu udah sahabatan dari masih jaman pake kolor nyari ikan cenang."
"Anjir gue ngakak gila."
Santi ikut terkekeh bersama Alycia. Suara pertengkaran tiba-tiba mengalihkan atensi mereka berdua dan memutuskan untuk mendekati kerumunan itu.
Kania dengan seragam yang kotor seperti nya
terkena tumpahan jus. Lionel yang menunduk kepala
terdengar samar Isakan nya.
"SIALAN COWOK GILA! GUE GAK PERNAH NGUSIK LO!?." Kania yang sudah sangat kesal membentak cowok didepannya.
"JANGAN BENTAK LIONEL B*TCH." Terlihat Alex dan
lainnya yang berjalan memasuki kerumunan itu.
"Wahh pangeran kuda putihnya dateng."
"Apa kata Lo sialan!." Desis Alex yang ditahan Julian.
"Ajarin cowok Lo untuk gak ngusik orang kalo gak mau di usik." Kesal Kania yang mengalah dan memilih pergi saat melihat kode dari Julian dan Gibran.
"Udah Lex, yang salah juga emang Lionel."
__ADS_1
Lanjut part 30 ga kerasa ya udah 30 aja
#jangan lupa like komen voting dan subscriber biar kalo up kalian tau🤣😇