
"Ya Om?"
"Terima kasih." Alycia yang mendengar itu hanya mengangguk dan tersenyum.
"Gak papa Om, Santi sahabat saya, saat tau akan ada hal buruk yang menimpa keluarga sahabat saya. Saya gak mungkin diam aja Om." Jawab Alycia mantap.
Om Wiliam mengelus rambut Alycia lembut. Santi
yang melihat itu malah menarik Alycia untuk ikut
masuk dalam pelukan hangat bersama Daddynya.
"Setelah ini kalian fokus saja dengan sekolah oke?
Urusan ini biar Daddy yang urus.
Semua hal terasa biasa saja. Alycia menjalani harinya dengan tenang, di sela belajarnya dia membantu Devano bekerja. Kadang juga menghabiskan waktu dengan Lucas seperti sekarang.
Duduk di pojok kantin memakan bakso dan es kelapa
mix jeruk yang sangat segar.
"Ci, gue kok jarang liat temen Lo?"
"Santi? Hmm dia lagi sibuk tapi sering chat kok nanya-nanya gitu biasalah."
"Gue kemaren waktu lewat di ruang wakil kesiswaan ngeliat Danes sama Kania lagi ngobrol sama pak Handri mereka kayaknya lolos ke Waseda university."
"Wow ya gitu lah ya kalo anak otak encer, tapi
kayaknya sekarang Danes sama Kania rada lain ya?"
Lucas yang mendengar itu terkekeh kecil saat
mengingat sesuatu.
"Sebenarnya Ci, waktu kita di taman bermain itu gue
liat Danes sama Kania jalan berdua."
"What? Pacaran?."
__ADS_1
"Maybe." Lucas hanya mengedikkan bahunya.
"Gaca banget ya, bisa satu kampus juga di Jepang kalo bener pacaran jadi gak LDR."
Notifikasi dari ponsel Alycia membuat atensinya teralihkan.
Ra
Beauty Santi
Entah kenapa feeling Alycia menjadi tak enak. Tanpa berfikir panjang menekan tombol telepon menghubungi Santi.
'Halo...'
'Ci
'San Lo kenapa?
'bang Alex sama Lionel dan Nathan mereka
'San
'Ci Semuanya hiks penuh darah hiks Ra bang alex kece-lakaan hiks
"Kenapa Ci? "
"Alex sama Lionel kecelakaan, anterin gue ya Cas."
"Ya udah ambil tas gue tunggu parkiran."
Semua ini semua hal yang terjadi ini tidak ada dalam alur novel. Jantung nya berdetak sangat kencang dengan langkah kaki yang gemetar saat tiba-tiba terfikir oleh beberapa hal.
Tanpa sadar Alycia menabrak Devano yang berjalan bersama Xender, Julian dan Gibran.
"Ra, Lo kenapa?" Tanya Devano yang melihat Alycia
panik.
"Bang." Lirih Alycia.
"Alex Lionel dan Nathan kecelakaan."
__ADS_1
"Apa?" Kaget Gibran.
"Ci Lo jangan bohong?" Tanya Julian.
"Rumah sakit mana?" Sambung Xender yang kaget tapi bisa menguasai dirinya.
"Rs. Pusat Rakyat rumah sakit keluarga Lo Julian." Ucap Alycia.
Tanpa kata mereka ketiga lelaki itu sudah beranjak kembali dengan sedikit berlari kekelas mereka.
"Mau Abang antar dek?"
"Gue sama Lucas bang."
"Ya sudah kita ketemuan aja di RS ya."
Alycia hanya mengangguk kecil membiarkan Devano beranjak menuju kelasnya.
Skip perjalanan
"Santi." Panggil Alycia saat melihat Santi yang duduk saling merangkul dengan sang mommy di depan ruang operasi.
"Ci.." lirih Santi.
Alycia pernah bermimpi berada di suatu tempat yang tinggi dengan suasana sejuk dan suara nyanyian alam. Angin yang berhembus menerbangkan helai-helai rambutnya.
Tangannya menengadah merasakan daun-daun yang berguguran. Merasakan ketenangan tanpa tekanan dan beban yang menggerogoti jiwanya.
Tapi itu semua hanya mimpinya.
6 Moon letter
"Alycia."
Menatap netra Lucas yang menatapnya dalam. Usapan di pipinya yang menghapus air mata yang sudah berjatuhan.
"Alycia, I Love You My Dear."
Pov Autor
Aaaaa baper🥺ðŸ˜
__ADS_1
lanjut part 38
#jangan lupa like komen voting dan subscriber biar kalo up kalian tau🤣😇biar aku semangat juga🤣