Transmigrasi Novel

Transmigrasi Novel
Ketigapuluh


__ADS_3

"JANGAN BENTAK LIONEL B*TCH." Terlihat Alex dan


lainnya yang berjalan memasuki kerumunan itu.


"Wahh pangeran kuda putihnya dateng."


"Apa kata Lo sialan!." Desis Alex yang ditahan Julian.


"Ajarin cowok Lo untuk gak ngusik orang kalo gak mau di usik." Kesal Kania yang mengalah dan memilih pergi saat melihat kode dari Julian dan Gibran.


"Udah Lex, yang salah juga emang Lionel."


"Cowok gue gak salah anj*ng." Sentak Alex pada Gibran.


"Lex gunakan otak Lo." Kalimat singkat tapi penuh makna dari Xender membuat Alex mengurungkan niatnya untuk menjawab.


"Udah Lo bawa aja Lionel." Saran Julian yang sudah mulai jengah dengan semua ini.


Tatapan mata Alycia beradu pandang dengan iris mata Xender sesaat sebelum Alycia mengalihkan pandangannya dan iris matanya langsung bersitatap dengan mata Lucas.


Alycia membuang mukanya yang tiba-tiba terasa panas dan menarik Santi pergi ke kelas.


"Ci ganti baju yok biar nanti gak rebutan." Ajak Santi yang ingin mengganti bajunya dengan baju olahraga.


"Kuy."

__ADS_1


Setelah berganti baju Alycia dan Sandra langsung berjalan menuju lapangan dan duduk di bawah pohon sembari memainkan ponselnya masing-masing menunggu siswa siswi yang lain.


"Baik lah anak-anak, hari ini kita akan pengambilan nilai basket sebelum itu kita melakukan pemanasan, untuk ariq maju pimpin pemanasan."


Beberapa menit melakukan pemanasan plus lari keliling lapangan 3 putaran mereka telah siap untuk memulai pengambilan nilai.


Saat tiba giliran Alycia. Alycia sangat payah dalam olahraga ini. Ayo lah dirinya juga punya kekurangan bukan manusia sempurna jadi dengan nilai pas KKM sudah sangat memuaskan baginya.


Bagi siswa dan siswi yang sudah menyelesaikan pengambilan nilai bisa duduk santai sembari menunggu siswa yang lain. Alycia menatap Santi yang masih menunggu giliran nya.


Sebuah kaleng minuman dingin di pipinya membuat Alycia menatap kesamping. Mengerjapkan matanya dan meraih dua kaleng minuman isotonik.


"Makasih Cas, Lo gak kelas?."


"Jam kos."


"Lo tau gue mau lulus tapi gak ada sopan-sopan nya sama senior." Alycia hanya mendengus mendengar itu sembari mencoba membuka kaitan minuman kaleng.


Cleo yang melihat itu tersenyum tipis dan meraih kaleng itu membuka nya dengan mudah dan kembali memberikan kepada Alycia.


"Mau gue ajarin basket?."


"No, gue gak bakat."


"Gue ajarin sampe bisa."

__ADS_1


"Sok mau ngajarin Lo aja ketua futsal bukan basket, ehh udah bukan ketua ya udah pensiun."


"Tapi skill basket gue gak jelek-jelek amat kok."


"Nope, gue gak minat Basket juga kok, gue lebih suka volly atau badminton kecuali Lo bisa panah baru gue mau belajar."


"Lo tertarik? Kebetulan banget gue member di panahan, mau join?."


"Ehhh serius? Ihhh mau." Alycia yang mendengar itu seketika antusias.


Lucas yang melihat itu terkekeh kecil dan mengusap


kepala Alycia sekilas.


"Woyy malah pacaran." Seru Santi yang merebut satu kaleng minuman yang belum dibuka.


"Iyah San ambil aja gak papa." Ucap Alycia yang melihat Santi sudah meneguk minuman itu.


Santi hanya terkekeh kecil melihat nya.


"Bang Lucas makasih ya minuman nya pengertian banget sih calon ipar."


Alycia yang mendengar itu menepuk paha Santi dengan gemas.


Lanjut part tigapuluh satu 31

__ADS_1


#jangan lupa like komen voting dan subscriber biar kalo up kalian tau😇🤣


__ADS_2