Transmigrasi Novel

Transmigrasi Novel
Keduapuluh Delapan


__ADS_3

Iyah, kamu kalo mau pergi kabarin Abang dulu."


"Hmm nanti Alycia ke kantor ya bawain makan siang." Devano yang mendengar itu tertawa.


"Kamu kayak sama pacar aja Ci."


"Loh ya bukan cuma ke pacar aja kali kalo gitu mah."


"Ya udah nanti Abang tunggu ya, Abang pergi dulu bye."


Punggung Devano yang Alycia tatap terlihat tegap tapi rapuh disaat yang bersamaan. Alycia bersyukur memiliki Devano disisinya.


πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹


Ingin mengumpat kesal tapi ingat dosa. Hanya bisa menarik nafas dengan panjang. Menatap ban mobilnya yang pecah. Setengah jam lagi sudah akan waktunya jam makan siang. Meraih ponselnya berniat mencari kontak


montir sebelum sebuah motor berhenti tepat di


sebelahnya.


"Kayaknya mobil Lo harus ganti deh kena sial terus." Seru sosok itu yang masih tertutup helm full face.


"Ck kalo gak mau bantu udah sana pergi aja." Kesal Alycia.


"Ayok naik gue anter, mobil Lo tinggal aja nanti ada


tukang bengkel langganan gue Dateng."


"Bener?."


"Iyah dasar bocil, masih dibawah umur udah bawa mobil Lo ini."

__ADS_1


"Ish gue bukan bocil Lucas."


Menyentil lembut mulut kecil Alycia yang merengut.


"Yang sopan sama yang lebih tua sayang."


Mendengar itu Alycia membuang muka tidak menatap Lucas menyembunyikan wajahnya yang memerah.


'ish hati gini doang Lo baper njir' batinnya menjerit.


Alycia menghiraukan Lucas yang berjalan mengikutinya menuju ruangan Devano. Menggenggam kotak Tupperware dengan riang.


"Bang makan yuk udah siang." Ucapnya saat pintu


terbuka yang mengalihkan atensi Devano.


"Kok kamu sama nih makhluk Ci."


"Gue bantuin adek Lo yang kayak bocil ilang di pinggir jalan ban mobil pecah." Seru Lucas yang langsung duduk di sofa sudah seperti rumah sendiri.


"Yuk makan Cas."


"Itu emang tujuan gue Van." Celetuk nya yang dibalas gelengan kepala Vano.


"Kamu udah makan dek?."


"Udah bang, Abang aja yang makan sama Lucas Cia bawa banyak kok tadi mau ajak om Rey makan bareng tapi dia makan diluar."


Setelahnya hanya keheningan yang mengisi. Lucas dan Devano menikmati makan siangnya dengan hikmat.


Sedangkan Alycia ternyata sudah duduk di kursi Devano iseng melihat apa yang dikerjakan abangnya.

__ADS_1


Tanpa berfikir panjang melihat perkejaan Devano yang sangat di pahaminya Alycia mengerjakan tanpa di minta. Larut dalam beberapa laporan dan angka-angka.


"Ci?."


"Ugh?." Kaget Alycia mendengar panggilan Devano.


"Udah biar Abang aja."


"Iyah-lyah."


"Btw Cas makasih ya."


"Santuy Van, tapi dari pada ucapan makasih gue mau


Lo kabulin permintaan gue."


"Iiiihhh pamrih." Sentak Alycia.


"Hush Ci, emang apa Cas?."


"Gue suka sama adek Lo, jadi ijinin gue untuk deketin Alycia."


"WHAT!"/"LUCAS SINGA JADI-JADIAN GILA LO!." Pekik Devano dan Alycia bersamaan.


Alycia melirik sang Abang yang memakan sarapannya dengan tenang dan terlihat acuh. Setiap mengingat hal kemarin Alycia rasanya ingin menghilang saja, Lucas sialan!.


"Ayok berangkat." Suara Devano menyadarkan Alycia dari lamunan dan segera meminum air putih hangatnya beranjak mengikuti Devano yang sudah masuk mobil.


Sepanjang guru menerangkan di depan Alycia hanya menghela nafas panjang sesekali mengusak rambutnya


"Hish Lo ini kenapa sih Ci?." Tanya Santi yang sudah jengah.

__ADS_1


Lanjut part 29


#jangan lupa like komen voting dan subscriber biar kalo up kalian tauπŸ€£πŸ˜‡


__ADS_2