
Beauty Santi
P Woi Ci
Bang Alex ribut sama bokap gue
Me
Loh kok bisa?
Beauty Santi
Iyah Daddy tau kelakuan bang Alex sama Lionel Daddy ngancem suruh putusin si Lionel masa Ya gue sih seneng dengernya soalnya Lionel itu keknya makin kesini makin gak bener
Me
Terus Abang Lo mau?
Beauty Santi
Ya gak mau lah dia keknya udah kena pelet si Lionel Mommy juga nyerah sampe pusing ngeliat kelakuan
bang Alex Dan Lo tau Ci?
Me
Enggak, apaan?
Beauty Santi
Kania udah mutusin pertunangan dia sama bang Alex anjir itu juga yang buat Daddy tambah marah
Me
Wow Abang Lo sesuatu
__ADS_1
banget Dan
Beauty Santi
Dah lah gue mau bujuk Daddy beliin Boba dulu biar gak marah terus ntar cepet tua gue gak punya sugar Daddy lagi
Me
Alurnya sudah sangat kacau.
Membuat kepala Heera berdenyut sakit
saja memikirkan segalanya.
Mengunyah suapan terakhir mie gorengnya. Beranjak membuka kulkas mengambil sebotol Redler dan gelas kecil bening.
Kadar alkohol nya yang 2% tapi ada sensasi tersendiri
saat meminum nya. Ahh kapan-kapan Alycia akan
sembari streaming drama kesukaan mereka.
Redler ini milih bang Devano yang pernah tidak disengaja dicicip Alycia lah kok jadi malah ketagihan. Tapi Alycia tau batasan jika sudah tipsy dia akan menghentikan minumnya.
Menutup tablet nya setelah mengecek beberapa laporan dari pamasukan restonya. Melirik beberapa berkas yang tadi di berikan Devano untuk dicek dan buat laporan.
Menggeser pianonya agar lebih leluasa. Membuka laptopnya dan mulai menscan berkas itu untuk direvisi. Ini bukan lah hal yang sulit mengingat pekerjaannya dulu saat menjadi Lexa.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam semua berkas selesai juga sudah di print. Beranjak keruang kerja sang Papah.
Membuka pintu coklat yang disuguhi sang Abang dengan kacamata terlihat sangat fokus. Berjalan mendekat dan memberikan hasil kerjanya.
"Bang ini udah Cia kerjain, udah malem bang bsk sekolah istirahat yuk."
"Ehhh ohh makasih ya dek."
__ADS_1
Kaget Devano dan segera melihat berkas yang adiknya berikan. Senyum puas tercetak merenggangkan sedikit badannya yang kaku.
"Okeh Abang rapihin ini dulu baru tidur, kamu istirahat duluan aja Ci."
"Hmmm ya sudah Cia duluan ya bang."
Devano menatap adiknya yang sudah menghilang dari balik pintu. Melirik figura foto pernikahan sang Papah dan mama juga foto dirinya dan Alycia yang di ambil baru-baru ini.
"Aku akan jaga Alycia pah mah."lirihnya.
Pagi itu saat matahari pun belum menampakkan wujudnya. Heera berlari kecil dari kompleks perumahan hingga taman kota. Udara pagi yang segar membuatnya rileks.
Dari sekian banyak hal yang terjadi. Alycia mensyukuri bahwa dirinya diberi kesempatan kedua untuk hidup walau diraga yang berbeda.
Beberapa hari sudah berlalu. Alycia tau akan ada yang datang dan pergi. Dengan nafas yang memburu mengistirahatkan tubuhnya di bangku taman yang menghadap danau buatan di kelilingi berbagai bunga.
Netranya menatap bunga dandelion yang terbang tertiup angin. Alycia menyukai bunga dandelion karna bunga itu bisa terbang dengan bebas menentukan tempat hidupnya.
Meneguk mineral water yang dirinya beli di pedagang kaki lima. Yah waktu berlalu begitu saja tanpa terasa.
Tersenyum tipis menghirup udara pagi.
"Dek Abang ke kantor ya."
Alycia yang sedang duduk di ruang keluarga menatap Devano yang sudah rapih dengan kaus polos putih di balut jas hitam.
"Weekend bang?."
"Iyah, kamu kalo mau pergi kabarin Abang dulu."
"Hmm nanti Alycia ke kantor ya bawain makan siang." Devano yang mendengar itu tertawa.
Lanjut 28
#jangan lupa like komen voting dan subscriber biar kalo up kalian tau🤣😇
__ADS_1