Transmigrasi Novel

Transmigrasi Novel
kesembilan


__ADS_3

Devano menatap Alycia. Mata gadis ini terasa kosong juga sangat dingin ada sorot benci yang terlihat. Devano tidak lagi mendapat tatapan mendamba dan kasih sayang di tatapan adiknya ini.


Adik? Sejak kapan Devano menganggap gadis yang sudah berjalan hilang di tikungan koridor itu adalah adiknya.


Sebuah rasa sakit yang menjalar di dadanya, ingatan nya terulang akan hal yang terjadi pada hal yang selama ini di lakukan dirinya juga ayahnya.


Perkataan kasar yang pasti sangat melukai hati,


perlakuan kasar yang sarat akan rasa benci.


flashback


"Devano."


"Yah Mom?." Jawab Devano yang sedang bermain mobil mobilan.


"Coba sini pegang adek nya di perut mommy".


Dengan semangat Devano menyentuh perut sang Mommy yang sudah sangat membesar. Tendangan pelan yang memutar membuat netra Devano kecil berkaca-kaca.


"Mommy adik Devano nendang!." Pekiknya bahagia.

__ADS_1


Sang Mommy tersenyum penuh kasih mengusap rambut hitam lembut Devano . Menatap putranya yang sudah beranjak besar mirip seperti Sang suami tercinta.


"Sekarang Mommy akan manggil Devano jadi Abang Devano karna abang akan punya adik sebentar lagi." Anggukan penuh semangat Devano yang masih terpaku pada perut sang Mommy.


"Abang Devano sayang sama adik kan?."


"Sayang Mommy, Abang juga sayang sama Mommy dan papa


Wanita dengan surai blonde dan wajah yang masih sangat cantik itu mencubit pipi Devano pelan.


"Janji sama Mommy yah sayang, Apapun yang terjadi nanti jaga adik mu, sayangi dia, bahkan jika dunia membenci nya tetap lah di sisinya ya Nak."


"Mommy sayang Abang Devano, adek juga papah mama


harap kamu tepati janji kamu ya sayang." Pelukan


hangat yang Vano rasakan untuk terakhir kalinya.


Flashback end


Devano terpaku kala ingatan itu tiba tiba menyeruak dikelapanya. Tangannya menyentuh dadanya yang terasa sesak.

__ADS_1


"Mom... Maaf mom.. maaf." Lirih yang dengan suara tercekat dan mata yang memerah.


Minggu yang dingin karna hujan terus mengguyur kota dari sebelum matahari menampakkan wujudnya. Menjadi waktu yang pas untuk terus bergelung dibawah selimut apalagi memakan mie instan rebus.


Alycia tau di teras belakang sedang berkumpul teman teman bang Devano. Yang membuat Alycia semakin malas beranjak dari dalam kamar. Tapi disini lah dia sekarang.


Duduk di kursi dapur dengan semangkuk seblak pedas, telur, sosis dan bakso. Ahhh Alycia menjadi ingat perkataan seleb tiktok crazy rich di dunia nya dulu.


'mari kita coba'.


Segelas lemon hangat dengan madu menjadi penutup yang menyegarkan. Suara tawa dan keseruan yang terdengar sedikit mengusik Alycia tapi di acuhkannya.


Sesaat setelah menyelesaikan makan siangnya Alycua beranjak kembali menuju kamarnya. Kamar Alycia berada di lantai atas. Saat membuka jendela akan terlihat tepat di taman belakang yang sangat asri juga teras belakang yang ramai itu.


Sedari subuh Alycia memang sengaja membuka jendelanya mematikan Ac agar udara sejuk dan wangi dari hujan memasuki kamarnya. Alycia menyukai wangi air hujan yang sangat menenangkan.


Dekat jendela ada piano yang Tak akan di sentuh Alycia jika kondisi rumah sedang ada Abang dan Papah nya. Piano yang di dapat dari hasil menang lomba lomba yang di ikuti nya.


Lanjut part 10


#jangan lupa like komen dan voting🤣

__ADS_1


__ADS_2