
"Lo jangan Ikut campur bajingan." Sentak Alex.
"Lo fikir Lo siapa? Gue ketua OSIS disini gue berhak."
Sahut Danes lalu berbalik pergi di ikuti Eric dan Rayyen.
Kalo di fikir Danes itu bukan lah antagonis yang jahat kesalahan dia waktu di novel adalan mabuk dan hampir memperkosa Lionel yang tidak pernah sekalipun menatap Danes. Padahal Danesh juga selalu ada membantu Lionel saat di bully oleh Kania.
Alycia menatap Xender dan Bang Devano yang hanya diam di tempat duduknya. Dahinya mengernyit bingung bukan kah mereka seharusnya panik karna Lionel hampir terluka.
Menggeleng kecil menghilangkan prasangka nya. Melanjutkan memakan mie Indomie jumbo nya yang kalo dimasakin Bu kantin itu lebih nikmat.
"Gile kali tuh ya Kania." Gerutu Santi.
"Btw San abang Lo ga pernah bawa si Lionel kerumah Tah?."
"Pernah Ci, tapi ya mami biasa aja sih kalo papi selalu
kerja kalo di bawa kerumah."
"Terus gitu doang?."
__ADS_1
"Ya gitu aja sih, cuma waktu makan malem kemaren papi tiba tiba bilang kalo bang Alex harus punya keturunan dari darah dia sendiri walau endingnya nanti akan sama Lio."
"Lah gimana lah jadi ya harus nikah sama cewek dong?."
"Tau deh gue urusan dia itu mah gue mah males ngurusin."
Santi kembali fokus pada baksonya. Hal ini agak sedikit melenceng dari plot cerita. Alycia hanya menghela nafas kasar. Membuat pusing aja nih dunia novel.
Hujan kembali mengguyur. Suasana yang mendung menjadi sendu. Santi sudah pulang dijemput supir keluarga nya.
Alycia berdiri di koridor yang terdapat beberapa siswa atau siswi yang juga menunggu hujan reda. Alycia sangat malas untuk hujan-hujanan menuju mobil di parkiran nya. Lagi pula saat sampai rumah yang di lakukan hanya berdiam diri di kamar.
Tapi jam sudah menunjukkan pukul 4 sore yang mana satu persatu siswa siswi itu nekat menerobos hujan. Yah mungkin tidak ada pilihan lain selain basah basahan.
"Xen....der..."
Tatapan mata Xender yang entah kenapa menjadi hangat itu menggetarkan hatinya. Mata yang dulu menatapnya sangat dingin dan acuh.
Tidak!, Alycia tau cepat atau lambat hal ini mungkin akan terjadi. Iris tajam itu menatapnya tanpa kata. Kaki Alycia melangkah mundur yang di ikuti Xender maju selangkah.
"Jangan terkena hujan Ci."
__ADS_1
"Apa peduli lo? Pergilah."
"Tidak, kamu tunangan ku."
"Wah, sejak kapan Lo ngakuin tunangan Lo ini Xender!."
"Ayok aku anter kamu pulang."
"Udah lah Xender gak usah sok care mending Lo pergi aja kenapa sih?." Decak Alycia yang menatap Xender tak kesal.
"Aku akan peduli mulai sekarang Ci dan jangan pake
Lo-gue pake aku-kamu Ci. "
"Gue gak peduli ya tuhan pergi sana lah Lo muak gue liat Lo." Kesal Alycia yang langsung berlari menerobos hujan.
"ALYCIA!."
Teriakan Xender tidak Alycia hiraukan. Melirik spion mobil menangkap bayangan Xender yang berlari ke arah dirinya yang sudah di dalam mobil. Tanpa menunggu apapun mobil sudah melaju meninggalkan Xender yang hanya dapat menatap mobil itu.
Lanjut part 13
__ADS_1
#jangan lupa like komen dan voting banyak banyakš¤£