
Senyum mengembang penuh dengan kebahagiaan. Akhirnya semua kerja kerasnya terbayar dirinya lolos masuk agency entertainment yang banyak mengeluarkan penyanyi, aktor dan aktris ternama yang berbakat.
Dirinya tidak sabar memberikan kabar bahagia ini pada orang tuanya. Setelah ujian kelulusan SMA nanti dirinya akan mulai training di agency itu.
Tapi senyumnya luntur saat melihat keadaan rumahnya. Dengan langkah pelan tubuhnya berdiri kaku di depan pintu rumah. Pelukan dari tubuh gadis kecil menghantamnya membuat dirinya tersadar.
"Kak..ak hiks Ay..ah Bun..da kak hiks kak..ak."
Melangkah mendekati dua sosok yang sudah tertidur damai berdampingan. Tanpa menghiraukan sekelilingnya yang ramai jatuh terduduk disisi sang bunda.
"Bun... Ayah.." Lirihnya
"Kenapa pergi ninggalin Lexa? Lexa kan ga nakal Bun, Lexa juga udah sayang Levi, Bun Yah Lexa berhasil masuk agency."
Tangannya menggenggam tangan lembut yang sudah mendingin itu. Isakan pilu perlahan pecah tak percaya akan hal ini.
"Lexa nak Ibu dan Ayahmu termasuk dalam korban kecelakaan beruntun, kamu yang kuat ya nak ada adik kamu yang butuh kamu."
"Kakak." Lirih Levi yang itu memeluk sang kakak.
"Kakak akan jaga kamu dek." Lirih Lexa memeluk Levi erat.
__ADS_1
Dirinya tau sekarang semua akan berubah. Hidupnya dan mimpinya semua tidak akan sama lagi.
Matanya terasa perih karna menangis hampir beberapa jam lamanya. Teringat mimpinya saat hidup sebagai Lexa dan Hidup sebagai Alycia sekarang.
Apa ini pertanda jika harus memaafkan Papah dan Abangnya Devano?. Jauh di dalam hatinya Alycia ingin memaafkan. Alycia ingin lepas dari rasa sakit yang
terus menyesakkan.
Tapi rasa takut akan kembali di khianati dan di hancurkan begitu membayang di di depannya.
Menghela nafas panjang dan beranjak bangun membuka jendela menghirup udara menjelang fajar yang sangat sejuk. Meraih handphone yang sudah di charger melihat beberapa notifikasi.
Ci
Ini aku
Aku tau selama ini aku gak pernah anggap kamu ada Tapi aku memperbaiki segalanya Ci
Aku mohon kasih aku kesempatan 1 kali aja Ci gak tau kenapa rasanya dada ini sesek banget saat mata kamu natap aku kayak orang asing Ci pantes gak sih kalo aku bilang aku suka sama kamu?
Ci besok aku jemput ya kita berangkat sekolah bareng Bye Ra nice dream
__ADS_1
22.24
Senyum tipis terukir di bibir menutup ponselnya tanpa berniat membalas. Netranya mengalihkan pandangan menatap bulan sabit yang bersinar terang dihiasi ribuan bintang.
Bersenandung kecil menyanyikan salah satu ost lagu dari kartun yang selalu di tonton adik tirinya dulu Levi.
"Sedikit lagi, aku hanya ingin lihat sampai mana perjuangan kalian untuk mendapatkan maaf ku sedikit lagi Pah, Bang Vano dan... Xender." Lirih Alycia di akhir kalimat yang menjadi seperti bisikan tak terdengar.
Pagi yang cerah menyambut. Rambut Alycia terurai dihiasi jepitan bunga mawar putih di sisi kepala. Seragam yang sudah melekat cantik di tubuhnya.
Tersenyum tipis dengan binar mata yang terlihat lebih hidup dari pada biasanya. Yah mungkin berusaha mengikhlaskan semua nya dan memulai hidup yang baru adalah kuncinya.
Saat turun menuju ruang makan. Alycia menduduki kursinya dengan tenang makan pun dengan tenang. Alycia tau sang Papah dan Abangnya mencuri pandang padanya beberapa kali.
Setelah makanan nya tandas. Meraih ransel yang di sampirkan di bahu kanannya beranjak pergi keluar setelah menggumamkan beberapa kata yang membuat dua sosok itu tertegun.
Saat berada di halaman depan sebuah mobil BMW X5 sudah terparkir dengan sosok yang berdiri bersandar di mobil menatap Alycia dengan senyum tipis.
lanjut part 16
#jangan lupa like komen dan votingš¤£
__ADS_1