
...Cerita ini merupakan asli karanganku sendiri, bila ada kesamaan latar tempat, nama, cerita, dan lain hal, itu bukanlah sebuah unsur kesengajaan. Cerita ini adalah cerita yang sangat umum di dapatkan. Hanya karya yang ku buat untuk menuangkan imajinasiku saja. ...
...***...
...HAPPY READING...
...***...
"Siapa disana!" ucap Fei Wei waspada.
Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari siapapun yang berada di sekitarnya.
"Kita bertemu lagi,"
Suara dari belakang Fei Wei mengagetkannya membuat tangannya dengan refleks ingin memukul orang itu.
Untung saja seseorang itu dengan sigap menghindar.
"Kau?"
"Ia, aku tidak menyangka bisa bertemu seseorang di dalam hutan yang di takuti semua orang, lebih-lebih seseorang yang pernah ku selamatkan,"
"Ternyata anda masih mengingat saya, boleh ku tanya alasan anda masuk ke hutan ini tuan?"
"Ekhm"
Fei Wei baru sadar jika tuan Rei yang pernah menolongnya tidak sendiri, tetapi bersama seseorang yang terlihat lebih tua darinya.
"Perkenalkan, dia Lee sahabatku. Kami disini hanya ingin mencari tanaman herbal dan melihat keadaan di hutan ini. Nona sendiri sedang apa?"
"Saya juga memiliki tujuan yang sama dengan tuan,"
"Nona pasti bukan orang sembarangam karena bisa masuk sedalam ini di hutan keramat," ucap Lee yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka.
"Saya hanya orang biasa saja yang beruntung tidak bertemu dengan sesuatu yang aneh di hutan ini, justru tuan-tuan sekalian yang bukan orang biasa,"
"Nona, sepertinya tuan-tuan ini bukan orang biasa, aku bisa merasakannya, terutama tuan Rei ini. Kekuatannya cukup kuat,"
"Aku tahu Yang, aku juga bisa merasakannya sejak pertama kali kami bertemu,"
"Kalau begitu saya permisi lebih dulu untuk mencari tanaman yang saya cari,"
Fei Wei meninggalkan mereka tanpa berbalik sedikitpun.
"Sejak kapan putra mahkota kita yang terkenal kejam dan dingin bisa kenal dengan seorang gadis?" Lee mulai mengejek pangeran Sung.
"Sudah ku bilang jangan pernah memanggilku putra mahkota jika kita berada di luar,"
"Ia, ia aku tahu, aku hanya penasaran saja,"
__ADS_1
"Hanya kebetulan saja, dan ku minta mulai sekarang panggil aku Rei saja,"
"Astaga, kau sungguh ingin membunuhku. Kau tahu dengan memanggilmu pangeran saja aku hampir kehilangan kepalaku, bagaimana jika aku hanya memanggilmu Rei, bisa mati aku detik ini juga,"
"Siapa yang berani membunuhmu selama ada aku,"
Lee yang mendengar perkataan pangeran Sung hanya bisa patuh. Mereka keluar dari hutan keramat.
Disisi lain, Fei Wei yang berjalan sedari tadi mulai berhenti dan melihat keadaan sekitar.
Ia menemukan sebuah goa yang cukup luas di tengah hutan tersebut.
"Sepertinya ini tempat yang cocok untuk kalian berlatih,"
"Auu Auu Auu Auu"
"Sabarlah, sebentar lagi kalian akan bisa berbicara dan aku akan mengerti perkataan kalian,"
"Tinggalkan mereka disini selama 3 hari nona, mereka akan berlatih sendiri di hutan ini,"
"Apakah tidak apa-apa jika mereka ku tinggalkan,"
"Justru mereka akan lebih cepat untuk mengembalikan kekuatan mereka nona,"
"Baiklah jika begitu,"
"Boo, Doo, aku akan meninggalkan kalian disini selama tiga hari, dan aku harap kekuatan kalian sudah kembali jika aku kesini lagi,"
Kemudian Fei Wei memutuskan untuk berkeliling hutan untuk mencari beberapa bibit tanaman yang bisa ia gunakan untuk membuat pil.
Satu jam ia gunakan untuk mencari tanaman, dan ia cukup puas dengan apa yang ia dapatkan.
"Aku akan membuat pil Qi dengan bahan-bahan ini,"
Ia akan mulai untuk membuat pil lagi, untuk meningkatkan ilmu alkemis-nya.
"Xio Xia, ayo kita pergi. Ada tempat yang harus aku datangi setelah ini,"
Fei Wei baru saja sampai dan mengajak Xio Xia pergi.
"Untuk kalian semua dengarkan baik-baik. Kalian akan menjadi satu keluarga dengan marga Qi, sekte kita juga bernama Qi. Dan tentu saja kita akan membawa sekte ini menjadi sekte yang diketahui oleh semua orang,"
"A Rong kau sebagai kepala keluarga karena kau yang paling tua diantara mereka. Ajari mereka cara membaca dan menulis dengan cara yang gampang dan mudah di pahami. Aku akan memberikanmu buku 1000 pengobatan, kalian harus pelajari itu dengan baik-baik,"
Fei Wei memberikan salah satu buku pengobatan yang ia ambil dari gelang ruang kepada A Rong.
"Ingat, kalian harus paham dan mengerti tentang teknik pengobatan ini, dan pelajari resep pil yang sudah ku berikan kepada A Li. Akan lebih mudah mempraktekkannya jika kalian sudah paham,"
"Baik kak," ucap mereka kompak.
__ADS_1
Fei Wei dan Xio Xia kembali menuju ke pasar di temani langit yang mulai menggelap.
Tujuannya ya itu untuk pergi ke pasar gelap menjual semua pil yang sudah ia buat.
Tapi sebelum itu, ia dan Xio Xia telah menggunakan jubah hitam dan memakai cadar berwarna hitam pula.
Fei Wei menunjukkan kartu VIP yang ia miliki kepada penjaga, dan ia langsung di izinkan masuk tidak seperti ketika pertama kali ia kesini.
"Wah nona, ternyata seperti ini pasar gelap itu, sangat ramai," ucap Xio Xia tak percaya melihat keramaian dari lantai dua ruangan tersebut.
Fei Wei hanya tersenyum di balik cadarnya, lalu menjentikkan tangan memanggil pelayan disana. Bukan pelayan yang datang, justru lelaki tua yang pernah ia temui sebelumnya.
"Tuan datang lagi, pil apa yang tuan bawa kali ini?" tanyanya dengan wajah penuh harap.
"Aku membawa 25 pil spirit tingkat 9, 30 pil kecantikan tingkat 8, dan 22 pil penyembuh tingkat 7, dan aku ingin masing-masing pil ini dijual dengan harga awal 10 tael emas," Fei Wei memberikan beberapa botol porselen yang berisi pil tersebut.
"Baik Tuan akan saya laksanakan. Sebenarnya saya penasaran, tuan ini berasal dari mana? Saya belum perah bertemu dengan orang cerdas seperti anda,"
"Aku berasal dari sekte Qi, sekte yang memiliki ilmu pengobatan tingkat tinggi, kami baru saja datang ke kota ini, mungkin karena itu tidak ada yang tahu,"
"Sungguh hebat, saya akan kembali untuk membawa pil ini terlebih dahulu tuan, nikmati waktu anda disini,"
Fei Wei dan Xio Xia menganggguk memberi izin kepada lelaki tua itu.
"Xio Xia, pesanlah makanan jika kau lapar, aku ingin tidur sebentar, bangunkan aku ketika sudah selesai,"
"Baik nona,"
Fei Wei memilih tidur dan masuk ke gelang ruang. Setidaknya dia bisa beristirahat lebih lama disana.
Ia akan mulai berlatih menggunakan pedang dan juga memanah karena di zaman modern ia memang sudah handal di bidang itu. Tapi ia ingin melihat apakah tubuh ini terbiasa atau tidak.
Berkultivasi dan menanam tanaman yang ia dapatkan tadi di hutan. Karena di ruang gelang, akan jauh lebih cepat tumbuh di banding di dunia luar.
"Yang, apakah disini ada pedang tingkat tinggi?"
"Tidak nona, disini hanya ada beberapa pedang dengan tingkat sedang saja, tapi ada satu pedang yang mungkin cocok untukmu,"
"Dimana itu?"
"Pedang itu bernama pedang Pheonix, seperti namanya, ia dijaga oleh binatang spirit tingkat tinggi, burung Pheonix tingkat 19. Kau dapat menemukannya di puncak gunung merapi yang ada di kota Shui,"
"Sepertinya aku harus ke sana jika ingin memiliki pedang itu,"
"Tidak semudah itu kau bisa memilikinya nona, apalagi dengan kekuatanmu yang masih lemah ini,"
"Cih lihat saja, aku pasti akan mendapatkannya," Fei Wei tersenyum licik memikirkan rencananya untuk mendapatkan pedang itu.
*****
__ADS_1
Tbc.....