Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu

Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu
34


__ADS_3

...Cerita ini merupakan asli karanganku sendiri, bila ada kesamaan latar tempat, nama, cerita, dan lain hal, itu bukanlah sebuah unsur kesengajaan. Cerita ini adalah cerita yang sangat umum di dapatkan. Hanya karya yang ku buat untuk menuangkan imajinasiku saja. ...


...***...


...Typo Bertebaran...


...***...


...HAPPY READING...


...***...


"Aaaaaaaaa!"


"Maaf nona, aku terlambat,"


Fu mengangkat Fei Wei dari dalam air lalu membawanya ke bagian atas goa.


"Aku kira aku akan mati ditangan ikan-ikan gila itu. Untung saja kau datang tepat waktu Fu,"


"Sudah menjadi tugasku nona,"


"Bagaimana kita keluar dari tempat ini? Aku sungguh lelah harus melawan begitu banyak monster,"


"Naiklah ke punggungku, akan ku antar nona keluar dari sini,"


Fei Wei menaiki punggung Fu, lalu mereka terbang semakin tinggi. Ia akhirnya dapat melihat langit yang ternyata sebentar lagi akan menggelap.


"Fu antarkan aku ke belakang kamarku, disana cukup sepi. Aku tak ingin ada yang melihatmu,"


Tanpa menjawab, Fu lalu menambah kecepatannya.


Saat sampai di perkemahan mereka, ternyata sudah banyak yang berkumpul. Fei Wei turun dari punggung Fu.


"Fu, mulai sekarang ikutlah denganku dan berubahlah menjadi burung kecil. Aku akan menyembunyikan kekuatanmu sehingga tak akan ada yang sadar jika kau adalah burung pheonix tingkat 19,"


Fu merasa senang karena akhirnya ia dapat bersama dengan tuannya setelah penantian yang begitu lama.


Setelah berubah menjadi burung kecil berwarna merah, Fu bertengger di bahu kanan Fei Wei. Mereka kemudian berjalan menuju ke arah murid-murid yang lain.


"Fei, akhirnya kau kembali!" Di yang melihat Fei Wei langsung memeluknya erat. Ternyata ketiga temannya menghawatirkannya sedari tadi.


"Kami sangat khawatir karena kau belum kembali," ucap Han sambil memegang tangan Fei Wei.


"Tenanglah, aku tak apa. Sebenarnya tadi aku beristirahat karena kelelahan. Saat membuka mata ternyata hari sudah mulai menggelap,"


"Bagaimana mungkin kami tidak menghawatirkanmu, terakhir kali kau sedang melawan monster laba-laba itu, dan aku meninggalkanmu sendiri,"


"Kalian jangan meremehkanku. Laba-laba jelek seperti mereka tidak akan bisa melawanku, buktinya aku baik-baik saja sekarang,"

__ADS_1


"Eh, kenapa ada burung di bahumu?" pertanyaan Han membuat mereka teralihkan dengan sosok burung kecil Fu.


"Waaah lucu sekali, dimana kau mendapatkannya Fei?"


"Aku tanpa sengaja bertemu dengannya ketika sedang berjalan menuju ke sini," jelas Fei Wei kepada Di yang sedari tadi terus saja kepo dengan Fu.


"Waaaah, aku juga ingin memiliki burung kecil imut sepertinya" dengan perasaan senang Di mengusap kepala Fu.


"Auw"


Fu mematuk tangan Di, berani sekali seorang manusia biasa memegang kepalanya yang agung. Jika ia tahu, mungkin mendekat saja ia tak akan berani.


"Sudahlah, lebih baik kita berkumpul bersama yang lain," ucap Fei Wei lalu berjalan mendahului mereka.


Mereka berkumpul bersama myrid yang lain. Satu persatu dari mereka menyetor batu jiwa yang telah mereka kumpulkan.


"Untuk semua murid, dengarkan dengan baik. Misi ini hanya akan di adakan selama dua hari melihat kalian adalah murid baru dan sisa waktu yang kalian punya bisa digunakan untuk melakukan apapun yang kalian suka di kerajaan ini,"


Semua orang bersorak gembira mendengar berita tersebut. Itu artinya mereka akan bersenang-senang selama dikerajaan ini.


"Baiklah, untuk hari ini sampai disini saja. Besok akan menjadi penentu siapa yang akan memenangkan misi ini,"


"Baik guru," serentak mereka.


Semua murid kembali ke tenda masing-masing.


"Aaaa senangnya, berarti kita bisa jalan-jalan sepuasnya setelah misi ini selesai,"


Di dan Dian begitu antusias. Sepertinya merek belum puas berjalan-jalan kemarin dan akan melanjutkan pemburuan mereka.


Fei Wei memilih untuk kembali ke tendanya. Ia membaringkan tubuh, lalu masuk ke dalam gelang ruang.


"Yang, akhirnya aku bisa mendapatkan bunga kehidupan ini,"


"Apa yang akan kau lakukan dengan bunga itu Fei?"


"Aku belum memikirkannya untuk saat ini, selama itu, aku akan menyimpan bunga ini dan menanamnya disini,"


"Nona, aku mengetahui satu hal tentang bunga kehidupan ini yang tidak diketahui oleh siapapun,"


Tiba-tiba saja Fu mengangkat suara.


"Katakan Fu, apa yang kau ketahui tentang bunga kehidupan ini,"


"Alasan bunga kehidupan diberi nama seperti itu bukanlah sebuah kebetulan semata. Dahulu sekali, bunga ini digunakan untuk menghidupkan orang yang telah mati, maka dari itu namanya adalah bunga kehidupan. Itu karena dia mampu memberikan kehidupan bagi siapapun yang memilikinya,"


"Namun hal ini disembunyikan oleh orang-orang terdahulu untuk kebaikan semua orang, karena bunga ini tidak hanya menjadi sebuah keberuntungan, tetapi juga memberi mala petaka dan menyebabkan kehancuran,"


"Bagaimana mungkin bunga seperti ini mampu menghidupkan orang yang telah mati?"

__ADS_1


"Sudah lama sekali bunga ini tidak dipergunakan sebagaimana fungsi utamanya. Namun, aku masih sangat ingat jelas bagaimana orang-orang zaman itu membuat ramuan dari bunga tersebut,"


"Selembar kelopak bunga kehidupan ditambah air suci dan juga sedikit serbuk sarinya dicampur dan dijadikan ramuan. Ramuan ini kemudian ditutup rapat selama seminggu, lalu ramuan tersebut siap diminum kapan saja. Ramuan kehidupan ini tidak memiliki bau atau warna, ramuan ini mampu menghidupkan siapapun yang sedang sekarat atau sudah mati sekalipun,"


"Namun tentu saja ada harga yang harus di bayar, yaitu setiap orang yang meminum ramuan tersebut akan melupakan semua kenangan dan memori sebelum ia meninggal,"


"Wah benar-benar bunga yang sangat langkah. Pantas saja bunga ini sangat terkenal,"


Fei Wei mulai menanam bunga tersebut. Mungkin lain kali ia akan mencoba membuat ramuan tersebut dan menjualnya dengn harga yang sangat mahal.


.....


Pagi harinya mereka kembali menjalankan misi. Namun Fei Wei nampak sangat santai, sudah jelas misi ini akan dimenangkan olehnya. Terlebih misi ini berada di tingkat E, cukul sebanding dengan apa yang telah ia lalui kemarin.


"Huft, Fei kau dapat berapa hari ini, aku sungguh lelah melawan mereka semua," aduh Dian yang nampak kelelahan.


"Aku juga sudah lelah, tidak sanggup lagi, huft," Di duduk di akar pohon yang sangat besar.


"Kalau begitu kita kembali saja, aku juga sudah bosan,"


Mereka memutuskan untuk kembali. Setelah beristirahat, kini saatnya pengumuman pemenang pada misi pertama ini.


"Dengarkan semua, pada lembar kertas ini terdapat pemenang dari misi pertama yang kalian jalankan. Karena ini adalah musi oertama kalian, kami memutuskan untuk memilih 5 pemenang yang beruntumg menyelesaikan misi ini,"


Kini giliran putra mahkota yang akan mengumumkan pemenang dari misi tersebut.


"Pemenang ke 5 dan ke 4 yang berhasil mengumpulkan bola jiwa sebanyak 50 adalah Nan Di dan Lei En, kalian mendapatkan 15.000 tael emas. Pemenang ke 3 yang berhasil mengumpulkan bola jiwa sebanyak 70 adalah Han San, berhak mendapatkan 20.000 tael emas. Pemenang ke 2 berhasil mengumpulkan boa jiwa sebanyak 80 adalah Guan Dian, berhak mendapatkan 35.000 tael emas. Dan terakhir, pemenang pertama kita yamg berhasil mendapatkan sangat banyak batu jiwa, bahkan mungkin ini adalah jumlah yang paling banyak selama ini yaitu sebanyak 457 batu jiwa adalah Lu Fei Wei, dia berhak mendapatkan 100.000 tael emas untuk misinya kali ini,"


"Wah,"


"Keren sekali dia,"


Semua orang terkejut mendengar hal tersebut. Mereka bersorak, kagum kepada Fei Wei yang mampu mengumpulkan batu jiwa sebanyak itu.


Sedangkan Fei Wei, ia nampak biasa saja. Sudah ia duga kemenangan dari misi ini akan menjadi miliknya.


.


.


.


Tbc.....


Sorry guys baru bisa up sekarang. Ini aku bikin cerita ini, nyuri nyuri waktu juga sebenarnya, jadi maaf kalau gak sesuai ekspektasi kalian.


Semoga up selanjutnya aku bisa lebih cepet lagi, gak bikin kalian menunggu terlalu lama.


Bye See you baga bashi guys

__ADS_1


...Yang suka baca cerita ini harus follow akun aku....


__ADS_2