
HAPPY READING
No Plagiat
Wajib follow dan vote
.................
"Ingat Fei jangan terlalu mempercayai siapapun, mereka yang sangat dekat denganmu, bisa saja adalah musuh terbesarmu,"
Perkataan Xio Xia selalu terngiang di otak Fei Wei. Meskipun pada dasarnya ia sudah mengetahui ada seorang penghianat di dekatnya, namun sampai sekarang ia belum bisa menemukan siapa sebenarnya penghianat iyu.
"Apa yang sedang kau pikirkan?"
Fei Wei menengok ke arah sumber suara. Disana ia melihat dengan jelas Rei sedang berdiri sambil menatap lurus kearahnya.
"Tidak, hanya sebuah masalah kecil,"
Rei melangkah lalu duduk disamping Fei Wei. Ia ikut menatap bintang yang bertaburan diatas langit.
"Kau tahu Fei, sejak pertama aku mengenalmu, ku rasa kau sangat berbeda dengan rumor yang aku dengar,"
"Semakin mengenalmu, semakin membuatku berpikir bahwa ada yang tak biasa dari dirimu, bagaimana kau bisa menaklukkan burung pheonix itu, menemukan gudang kristal yang sudah ku cari sejak lama, bahkan menduduki tingkat pertama dalam dunia bisnis. Bagaimana seorang yang dikenal sebagai sampah bisa melakukan itu semua dalam waktu kurang dari 2 tahun?"
Fei Wei menyenderkan kepalanya pada dada bidang Rei tanpa menjawab setiap pertanyaan kekasihnya itu. Ia juga tidak akan bertanya mengapa Rei bisa mengetahui semua hal yang selama ini ia sembunyikan.
"Sampai sekarang aku bahkan belum bisa memahami dirimu,"
"Kau tidak akan percaya jika aku menceritakan semuanya padamu Rei, bahkan mungkin kau akan menertawaiku,"
"Bersama denganmu sekarang, bahkan aku sudah mempercayainya sejak lama Fei,"
"Tapi aku bukan Lu Fei Wei yang kau maksud itu Rei," ucap Fei Wei dalam hati sambil menatap lurus ke dalam mata Rei.
Fei Wei berdiri dari posisinya, "Aku harus pergi sekarang Rei dan kau sebaiknya juga beristirahat," Fei Wei meninggalkan Rei sendiri tanpa berbalik sekalipun.
Rasanya ini bukanlah waktu yang tepat untuk menceritakan segalanya. Ia takut, takut Rei akan pergi jika tahu bahwa dirinya bukanlah Lu Fei Wei yang sebenarnya. Takut Rei akan membenci dan menjauhinya.
__ADS_1
.....
Fei Wei mengajak Xio Xia dan temannya yang bernama Qwen untuk sarapan pagi. Tidak hanya mereka, ada Huan Zu dan Li Mou yang sudah lama tidak bertemu dengan Xio Xia. Mereka banyak menanyakan kabar Xio Xia selama di akademi Qi Li.
"Bagaimana kehidupanmu di akademi Qi Li, Xia? Apakah menyenangkan?" tanya Huan Zu lembut.
"Ya tuan Zu, disana menyenangkan, saya juga mendapat teman baru sehingga saya tidak kesepian,"
"Aduk kau ini, tidak usah terlalu kaku kepada kami, kita sudah lama saling kenal Xia, cobalah untuk santai," tegur Li Mou lalu memakan pesanannya.
Xio Xia hanya tersenyum kikuk merespon ucapan Li Mou. Ia terlalu gugup bertemu kembali dengan kedua putra dari jendral Wei itu.
"Kenapa kau tidak mengajak kami juga Fei untuk makan bersama?" Dian tiba-tiba saja datang dan menegur Fei Wei.
"Oh kalian, bukan begitu. Aku sengaja hanya makan bersama mereka karena Xia sudah lama tidak bertemu dengan kami," jelas Fei Wei kepada mereka.
"Ini teman yang kau maksud Fei?"
"Benar Di, dia Xio Xia satu-satunya teman yang selalu bersamaku dulu. Tentu saja mereka juga tapi aku sangat jarang bertemu dengan mereka," ucap Fei Wei sambil menunjuk kedua sepupunya itu. Mereka memperkenalkan dirinya satu persatu kepada Xio Xia yang disambut ramah olehnya.
Ternyata Qwen memiliki sifat yang agak tertutup. Ia lebih banyak diam dan hanya akan menjawap sekedarnya. Hampir mirip dengan Han.
"Benar nona, saya adalah anak dari prajurit Mu Feng. Sejak kecil saya jarang tinggal bersama kedua orang tua saya, mereka menitipkan saya kepada kakek saya yang tinggal di pinggiran kota. Maka dari itu saya tidak pernah ikut serta disetiap acara perjamuan yang dibuat oleh jendral Lu setiap tahunnya untuk menghargai para prajurit,"
"Pantas saja, aku bahkan baru mengetahui hal ini dari Xio Xia, dan hei tidak usah terlalu kaku seperti itu. Kau bisa memanggil namaku saja seperti yang lain,"
"Sudah ku bilang kan, Fei memang tidak suka jika temannya terlalu memandang tinggi dirinya. Seperti yang ku katakan padamu, aku bahkan hanya pelayan pribadinya, tetapi ia memperlakukanku seperti saudarinya sendiri,"
"Seorang pelayan dan anak prajurit, cih ternyata memang selera bertemanmu seperti ini,"
"Kau tidak serendah itu Xia, sudah berapa kali aku katakan padamu,"
"Baiklah kalian lanjutkan saja perbincangan kalian, aku dan kak Zu harus pergi sekarang,"
"Nikmati saja makanan yang ada disini, semuanya sudah ku bayar," tambah Huan Zu memberi tahu mereka.
"Terima kasih kak Zu dan Kak Li, kalian memang yang terbaik," Fei Wei mengacungkan kedua jempolnya kedepan yang direspon senyuman oleh keduanya.
__ADS_1
Setelah itu Huan Zu dan Li Mou meninggalkan mereka berenam.
"Jadi apa saja yang akan kita lakukan selama kegiatan ini berlangsung?" tanya Dian sambil memakan makanannya, sepertinya ia sudah kelaparan sedari tadi. Bahkan ia sampai tidak memikirkan gaya makannya yang tidak mencerminkan seorang putri kerajaan.
"Sebelum ke akademi Ba Xian, kami sudah diberi tahu bahwa selama berada disini, para murid akan saling bertukar ilmu,"
"Apa maksudmu Xia? Aku tidak mengerti," tanya Di sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Jadi selama kami disini, kami akan belajar mengenai ilmu dasar berkultivasi, begitupun dengan kalian. Kalian akan mempelajari ilmu dasar dalam pengobatan dan alkemis," jelas Xio Xia.
"Itu artinya, kami harus belajar cara membuat pil?"
"Benar, kalian akan mempelajari cara untuk membuat pil dasar yang diperlukan untuk membantu kalian dalam keadaan yang berbahaya,"
"Bagaimana jika ternyata ada murid yang tidak bisa berkultivasi atau membuat pil dari masing-masing akademi?" tanya Han serius.
"Aku juga ingin menanyanyakan hal itu, kalian tahu sendiri aku pernah di cap sebagai sampah karena tidak bisa berkultivasi. Berarti ada kemungkinan diluar sana atau bahkan murid dari masing-masing akademi tidak bisa melakukan hal itu juga," tambah Fei Wei, hal ini adalah masalah yang serius jika memang ada murid yang tidak bisa melakukan itu.
"Sebenarnya kami juga sempat menanyakan hal in kepada para guru, dan mereka menjawab bahwa setiap murid yang terpilih baik di akademi Ba Xia atau Qi Li memiliki keistimewahan bisa mempelajari kedua ilmu itu, meskipun
hanya sedikit. Selama ini juga belum ada hal semacam itu yang terjadi, dan bila terjadipun para guru telah mempersiapkan yang terbaik untuk mereka," jelas Qwen tidak kalah seriusnya.
"Berarti aku bisa belajar membuat pil, waaah, aku sudah tidak sabar," seru Di yang nampak sangat bersemangat.
"Membuat pil dan berkultivasi itu berbeda Di. Saat membuat pil energi kita akan jauh lebih cepat terkuras dibandingkan saat berkultivasi,"
"Benar kata Fei, dalam berkultivasi kita masih bisa mengandalkan fisik kita untuk berlatih. Sedangkan untuk membuat sebuah pil, energi adalah kuncinya,"
Perkataan Xia dan Fei membuat Di tidak bersemangat. Han menepuk pundaknya lalu berkata, "Tenang kau pasti bisa, lagi pula pil yang kita buat tidak memerlukan energi yang terlalu banyak, benar kan Qwen?" Qwen mengangguk dan tersenyum, Di menatap semua temannya yang tersenyum kepadanya. Hal itu membuatnya bersemangat kembali.
"Sudah-sudah lebih baik kalian ikut makan bersamaku, kalau tidak makanan ini akan habis ku makan sendirian,"
Mereka berenam menikmati makanan gratis yang sangat lezat itu. Setiap hari saja mereka mendapatkan makanan gratis di kantin paling mahal, siapa yang tidak akan senang.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.....