Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu

Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu
15


__ADS_3

...Cerita ini merupakan asli karanganku sendiri, bila ada kesamaan latar tempat, nama, cerita, dan lain hal, itu bukanlah sebuah unsur kesengajaan. Cerita ini adalah cerita yang sangat umum di dapatkan. Hanya karya yang ku buat untuk menuangkan imajinasiku saja....


...***...


...HAPPY READING...


...***...


"Untuk menciptakan suasana yang menyenangkan di toko kita, hal-hal yang telah aku atur untuk kalian adalah pertama, toko Qi dan toko Alkemis Su di buka setiap jam 8 pagi sampai jam 3 sore pada hari senin-jumat, jadi di hari sabtu dan minggu itu kalian bebas mau melakukan apa saja,"


"Kedua, untuk toko Alkemis Su kak Fei belum tahu harus bagaimana, sepertinya itu kak Fei serahkan saja kepada bibi Su, tapi untuk toko Qi, kak Fei telah mengatur A Rong dan Mun Su untuk tetap membuat pil selama jam kerja saja, kalian berempat, Si Dan, Lu Dan, Ta Won, dan Lin Li, kalian bertugas untuk melayani pelanggan, dan Ha Na bertugas sebagai kasir. Dengan begitu, kalian bisa beristirahat setelah jam kerja kalian. Tapi ingat, kalian harus tetap melatih kultivasi kalian, itu yang utama. Kak Fei akan mengadakan lomba setiap bulannya untuk menguji ilmu kalian dan yang menang akan mendapat hadiah,"


"Baik kak Fei, kami pasti akan berusaha," ucap A Rong dengan semangat.


"Ia, kami akan bekerja keras," tambah Ha Na,"


"Lebih baik sekarang kita memasak, aku akan membuatkan kalian makanan yang enak,"


Semua nampak gembira mendengar Fei Wei akan memasak untuk mereka. Kelima laki-laki yang ada disana bertugas untuk memetik beberapa sayur yang akan mereka gunakan dan membeli beberapa bahan ke pasar, sedangkan Fei Wei, Xio Xia bersama dengan Ha Na dan Lin Li memasak di dapur.


Fei Wei membuatkan mereka daging asap, ayam bakar, salad, dan beberapa makanan lainnya.


Mereka akan makan bersama sebelum Fei Wei dan Xio Xia pergi.


Butuh waktu sekitar 3 jam hingga makanan mereka selesai. Bibi Su dan keempat anak yang lain juga sudah kembali atas perintah Fei Wei.


"Wah sepertinya makanan ini sangat enak," A Li berseru gembira melihat makanan yang tersaji di depannya.


"Tunggu apa lagi, mari kita makan!"


Mereka memakan makanan yang ada di depan mereka. Sambil sesekali bercanda, mereka menikmati waktu kebersamaan itu.


"Kak Fei belajar dari mana memasak semua ini? Sungguh enak,"


"Benar, rasanya aku tidak ingin berhenti memakannya,"

__ADS_1


Fei Wei tersenyum nendengar ucapan si kembar Lu Dan dan Si Dan.


"Aku hanya tidak sengaja melihat resep masakan seseorang saja, dan mencobanya hari ini," memang benar, ini adalah kali pertama dirinya memasak makanan tersebut, bahkan sebelumnya ia tak tahu bagaimana cara memasak.


"Wah, ka Fei benar-benar seorang genius, buktinya bahkan hanya dengan melihat resep saja sudah bisa memasak seenak ini," tambah Gu Yan si gendut.


Ia terlihat sangat lahap memakan begitu banyak makanan di depannya.


"Benar, apa lagi ayam bakar ini, sepertinya akan sangat laku jika kak Fei membuka kedai ayam bakar senikmat ini," ucap We Nin.


Fei Wei nampak berpikir, sepertinya itu ide yang bagus, mereka bisa memiliki restoran mereka sendiri nantinya.


Tapi ia harus menyimpannya dulu, karena ada hal yang lebih mendesak dibanding masalah toko baru.


Setelah mereka kenyang, Fei Wei dan Xio Xia pamit menuju ke pasar. Ia dengar hari ini ada segerombolan orang yang akan pergi menuju ke kota Shui.


"Aku dan Xio Xia pamit dulu, tolong bibi Su jaga anak-anak ini," ucap Fei Wei.


"Hati-hatilah di jalan, jangan sampai ada masalah yang menimpah kalian di jalan," ucap bibi Su tulus.


Fei Wei dan Xio Xia hanya mengangguk lalu pergi menuju ke pasar, mereka tidak ingin ketinggalan kereta.


"Permisi pak, apakah kereta-kereta ini akan menuju ke kota Shui?" Fei Wei bertanya kepada seorang bapak yang sedang mengangkut barang ke atas kereta.


"Benar, kami akan ke kota Shui, ada apa nona bertanya?"


"Kebetulan sekali,kami ingin menumpang untuk sampai di kota Shui," ucap Xio Xia.


Bapak tersebut nampak berpikir, Fei Wei yang melihat hal itu mengeluarkan 100 koin emas dan di berikan kepada bapak tersebut.


"Baiklah, kalian boleh ikut bersama kami, kalian lihat kereta itu? Naiklah ke kereta berwarna hijau itu dan tunggu sampai kami selesai mengangkut barang," ucap bapak itu sambil menunjuk kereta yang berwarna hijau. Kereta itu hanya berjarak dua kereta dari tempat mereka.


Fei Wei dan Xio Xia mengikuti perkataan bapak tersebut. Mereka naik ke atas kereta kuda berwarna hijau tersebut.


Meskipun tidak sebagus kereta mereka sebelumnya, setidaknya kereta ini dapat menjadi tempat peristirahatan mereka untuk sementara sampai mereka tiba di kota Shui.

__ADS_1


"Nona, kalau nona ingin istirahat, beristirahatlah. Aku akan menjaga nona," ucap Xio Xia ketika melihat Fei Wei beberapa kali menguap.


"Baiklah, aku tidur sebentar. Bangunkan aku jika ada sesuatu yang terjadi," Fei Wei mengatur posisinya agar terasa aman saat ia tertidur.


Bukannya benar-benar tidur, Fei Wei justru masuk ke gelang ruang.


"Boo, Doo bagaimana? Apa kalian kenyang telah memakan mereka?"


Fei Wei langsung menyapa Boo dan Doo yang sebelumnya sudah masuk kembali ke gelang ruangnya. Tidak mungkin ia akan meninggalkan mereka berdua selama ia pergi ke kota Shui.


"Ya nona, kami kenyang memakan mereka,"


"Mereka tidak sebanding dengan kekutan kami, setelah nona pergi, kami langsung memakannya lalu kembali ke gelang ruang," jelas mereka kepada Fei Wei.


"Baguslah kalau begitu, aku tidak suka dengan orang seperti mereka. Sudah bagus tadi ku beri kesempatan, malah mereka sia-siakan begitu saja,"


Yang hanya diam melihat nonanya bersama kedua serigala emas itu berbicara.


"Sebentar lagi kita akan berangkat menuju ke kota Shui. Aku tidak sabar ingin melihat kota itu, ku dengar pemandangan disana sangat cantik dan juga aku tidak sabar ingin bertemu keluargaku disana,"


"Oh jangan lupa dengan reaksi ibu tiriku ketika tahu bahwa aku berhasil selamat, sayang sekali aku tidak bisa melihatnya,"


"Kau akan tahu nanti, ketika sampai disana, dan jangan lupa dengan misi utamamu kesana nona," Yang mengingatkan Fei Wei tentang rencana utamanya datang ke kota itu.


"Tentu saja aku tidak akan lupa dengan misi utamaku. Lihat saja nanti, aku pasti bisa mendapatkan pedang itu,"


Fei Wei nampak serius dengan perkataannya dan tidak ada keraguan sama sekali di dalamnya.


"Tapi sebelum itu, aku ingin beristirahat sebentar. Rasanya aku sangat lelah,"


Yang hanya bisa menghela napas melihat nonanya yang bisa berubah-ubah itu. Sedangkan Boo dan Doo memilih untuk bermain dan berlari di taman.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.....


__ADS_2