Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu

Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu
26


__ADS_3

...Cerita ini merupakan asli karanganku sendiri, bila ada kesamaan latar tempat, nama, cerita, dan lain hal, itu bukanlah sebuah unsur kesengajaan. Cerita ini adalah cerita yang sangat umum di dapatkan. Hanya karya yang ku buat untuk menuangkan imajinasiku saja. ...


...***...


...Typo Bertebaran...


...***...


...HAPPY READING...


...***...


Setelah acara penerimaan murid baru, kini mereka diminta untuk memilih sendiri kamar yang akan mereka tempati.


Di akademi Ba Xian terdapat beberapa tipe rumah atau kediaman.


Pertama tipe 1 yaitu kediaman yang memiliki 3 kamar yang setiap   kamarnya terdapat 4-6 orang, 4 kamar mandi dan sebuah ruang yang cukup luas untuk sekedar mengobrol, makan, atau belajar. Terdapat daour kecil dan tempat untuk mencuci pakaian.


Tipe 2 yaitu kediaman yang memiliki 4 kamar yang disetiap kamarnya terdapat 2 tempat tidur dan masing-masing kamar mandi, serta kamarnya yang lumayan luas. Terdapat rangan yang sama luasnya seperti tipe 1, satu dapur berukuran sedang, kamar mandi umum dan temat mencuci pakaian.


Sedangkan untuk tipe 3 memiliki 4 kamar yang sangat luas untuk 1 orang masing-masing kamarnya, kamar mandi pribadi disetiap kamar, pemandangannya juga lebih indah di bandingkan dengan kedua tipe sebelumnya. Terdapat satu kamar mandi umum, dapur yang luas beserta meja untuk makan bersama, tempat mencuci yang juga cukup luas untuk 4 orang yang menghuni kediaman tersebut, ruangan luas sama seperti tipe 1 dan 2, dan sebuah perpustakaan.


Namun tentu saja harganya juga bervarian. Untuk tipe 1 setap orang hanya perlu membayar 50 koin emas perbulannya. Untuk tipe 2 diharuskan membayar sebesar 100 koin emas, sedangkan untuk tipe 3 harus membayar 300 koin emas setiap bulannya.


Tentu saja itu juga dipengaruhi oleh jarak setiap kediaman menuju ke aula dan ruang pembelajaran.


Daerah kediaman 1 berada di pojok sehingga memerlukan waktu sekitar 10 menit agar sampai ke ruang pembelajaran, untuk kediaman 2 memakan waktu sekitar 7 menit, sedangkan tipe 3 hanya memerlukan waktu 3 menit saja.


Setiap murid di akademi tersebut juga tidak dipaksakan untuk memasak. Terdapat begitu banyak kantin yang siap menyediakan berbagai jenis makan bagi murid-murid yang ada disana.


Ada sekitar 30 kantin untuk makanan yang biasa saja, 10 kantin yang menyediakan makanan yang sedikit mahal, dan 3 kantin dengan harga termahal.


Kini Fei Wei telah sampai di loket untuk menyewa kediman yang akan dia pilih.


"Selamat datang silahkan perlihatkan token anda," pinta sang pelayan loket.


Fei Wei mengeluarkan tokennya dan menunjukannya pada pelayan tersebut.


"Baik, nona ingin memilih kediaman tipe apa?"


"Aku ingin memilih kediaman tipe 3,"


"Biaya sewa perbulan untuk kediaman tipe 3 yaitu 300 koin emas setiap bulannya, silahkan membayar terlebih dahulu,"

__ADS_1


Fei Wei mengulurkan cincin ruangnya dan mentransfer 300 koin emas ke dalam kotak ruang milik pelayan tersebut.


Setelah menunggu beberapa lama, pelayan tersebut memberikan gulungan dan kunci pada Fei Wei.


"Silahkan diterima gulungan dan kunci kediaman anda yang bernomor 21," ucap sang pelayan ramah.


Fei Wei berjalan menjauh dan mencari kediaman miliknya. Namun sudah beberapa menit, ia belum bisa menemukan kediaman tersebut.


Ia terkejut saat hampir saja menabrak seseorang yang ada di depannya.


"Maaf aku ham.. Rei?"


"Hmm, sedang apa kau?"


Awalnya Fei Wei tak ingin memberitahu Rei bahwa ia sedang kesusahan mencari kediamannya, namun siapa yang harus ditanya lag selain dia. Ingin bertanya kepada Huan Zu dan Li Mou, kediaman mereka brjauhan dengan kediamannya ditambah ia juga tak tahu dimana kediaman mereka.


"Aku sedang mencari kediamanku," ucap Fei Wei sedikit tak ikhlas.


Meski sudah mengetahui bahwa Rei adalah seorang putra mahkota dari kerajaannya, namun ia enggan untuk bersikap baik padanya. Entah mengapa ia justru jengkel dengan tingkah laku Rei padanya.


"Ingin ku bantu? Aku tahu seluk beluk daerah ini,"


Jelas saja ia tahu, bukannya aneh jika seorang Sung Ai Rei yang merupakan putra mahkota sekaligus salah satu pendiri akademi ini tidak tahu daerah disini.


Rei hanya tersenyum kecil melihat tingkah laku Fei Wei.


Ia memegang pergelangan tangan Fei Wei lalu berkata, "Kau salah jalan," dan menuntunnya ke jalan yang benar.


Selama di perjalanan, Rei tidak pernah melepas tangan Fei Wei begitu pun Fei Wei yng seakan terhipnotis tidak pernah melepaskan pandangannya pada Rei.


"Kita sudah sampai, nomor berapa kediamanmu?"


"Ha.. ee itu.. no.. nomor 21," ucap Fei Wei gelagapan.


Rei nampak fokus memperhatikan nomor kediaman yang ada disana.


"Itu dia," ucapnya sambil menunjuk kediaman bernomorkan 21.


Fei Wei ingin langsung masuk ke dalam kediamannya namun tangannya masih di tahan oleh Rei.


"Ini ambillah, aku telah membuatkan peta untukmu. Disana terdapat peta keseluruhan akademi Ba Xian dan di lembar berikutnya adalah peta akademi Qi Li,"


Fei Wei menerima dua kertas tersebut lalu mengucapkan terima kasih kepada Rei.

__ADS_1


Rei kemudian berlalu menunggalkan Fei Wei dan Fei Wei sendiri memilih untuk masuk ke dalam kediamannya.


Saat baru memasuki kediaman tersebut, ia cukup tercengan melihat luasnya kediaman itu. Tidak mengecewakan jika ia harus mengeluarkan 300 koin emas untuk tempat itu.


"Sepertinya aku orang pertama di kediaman ini, sebaiknya aku memilih kamarku sendiri,"


Setelah berkeliling melihat satu persatu kamar, Fei Wei memilih sebuah kamar yang satu-satunya memiliki balkon dan dari balkon itu dapat terlihat hamparan tanaman obat-obatan dengan jenis dan warna yang berbeda namun tersusun rapi sehingga sangat indah di pandang.


Baru saja Fei Wei ingin masuk ke dalam kamar tersebut, 3 orang yang ia yakini sebagai teman sekediamannya datang.


"Hai kau, aku yang lebih dulu ingin memiliki kamar itu!" seseorang dari mereka berteriak seakan-akan ia sanga berkuasa.


Dengan tatapan meremehkan Fei Wei berkata, "Siapa kau?"


"Aku adalah seorang putri dari kerajaan Bwa, jadi cepat penyingkir dari kamar itu karena kamar itu milikku!" ucapnya sombong.


"Aku tak peduli kau seorang putri atau apapun itu, yang jelas aku lebih dulu memilih kamar ini dan lebih dulu datang ke kediaman ini. Kau tak tahu sebuah pepatah yang mengatakan siapa cepat dia dapat? Makannya jika menginginkan sesuatu, jangan lambat," ucap Fei Wei lalu masuk ke kamarnya.


"DASAR KAU WANITA RENDAHAN! SIAPA KAU BERANI MELAWANKU!"


"Meskipun kau seorang putri tapi dia ada benarnya. Dia lebih dahulu datang ke kediamn ini dibandingkan kita," ucap wanita berbaji biru agak takut kepada putri tersebut.


"Apa urusanmu! Aku bahkan tidak mengenalmu, kenapa kau menasehatiku!" ucapnya lalu masuk ke salah satu kamar yang belum terisi.


Kedua wanita yang tersisa hanya menghela napas melihat kelakuan teman kediamnnya yng baru ia jumpai jug tadi ketika mereka ingin masuk ke kediaman tersebut.


Sedangkan Fei Wei yang berada di dalam kamar tidak memerdulikan apa yang terjadi. Ia sedang fokus membaca peta yang tadi Rei berikan kepadanya.


Hanya dengan sekali melihat gambar tersebut, ia telah menghafal semua letak bangunan yang ada di akademi Ba Xian begitupun dengan akademi Qi Li.


Ia memutiskan untuk menggambar satu peta Qi Li agar bisa ia kirimkan kepada Xio Xia.


Setelah selesai, ia memasukkannya ke dalam AK miliknya lalu ia kirimkan ke AK milik Xio Xia.


"Rasanya sepi juga tidak ada Xio Xia disini," ucap Fei Wei entah kepada siapa.


"Semoga saja ia bisa mendapatkan teman yang baik disana,"


.


.


.

__ADS_1


Tbc....


__ADS_2