
"Sepertinya....ini jebakan,"
"Apa maksudmu dengan jebakan?"
"Coba kalian pikir, pertama tiba-tiba saja ada surat yang entah dari mana datangnya yang menginformasikan bahwa musuh sedang menuju ke pinggiran kota,"
"Mungkin saja orang itu tidak mau jati dirinya diketahui?" Bantah Lee mencoba berpikir positif.
"Kita anggap seperti itu, kedua kalian pikir musuh sebodoh itu dengan mudahnya keberadaan mereka bisa dideteksi? Bahkan secara tidak langsung seakan mereka memang sengaja memperlihatkan dirinya. Mengapa mereka tidak menyamar saja dan berbaur dengan masyarakat? Setidaknya kalian sering melakukan itu,"
Mereka berdua nampak berpikir dan mulai mencerna ucapan Fei Wei.
"Ketiga, meskipun memang pasti mereka akan tetap menyerang pinggiran kota, tapi sepertinya mereka bukanlah musuh biasa. Bagaimana mungkin musuh kita bisa masuk disaat ayahku dan para jendral lain sedang berjuang di perbatasan?"
"Sepertinya ada kerajaan yang bersekongkol dengan musuh kita," Rei mulai mendapatkan point dari pembicaraan ini.
"Benar, dan mereka sedang merencanakan hal yang besar tentunya,"
"Lalu apa yang harus kita lakukan?"
Lakukan sesuai rencana awal Lee, kerahkan pengawal untuk mengurus mereka, tetapi kita harus memiliki rencana B,"
"Aku bisa mencari tahu apa yang mereka rencanakan sebenarnya,"
"Tidak Fei, kau harus tetap di akademi. Ini terlalu berbahaya untukmu," Rei memegang kedua bahu Fei Wei dengan lembut.
"Hmm, tadi aja sok cuek lo."
"Tapi aku tidak akan bisa diam disini dan menunggu kabar dari kalian,"
"Aku akan pergi bersama Lee, kau tidak boleh ikut campur dalam masalah ini, mengerti," tegas Rei.
Fei Wei hanya diam menatap Rei yang semakin jauh melangkah.
"Tapi sejak awal aku sudah berada dalam masalah ini Rei, jadi maafkan aku."
.....
"Bagaimana cara agar mengetahui maksud mereka yang sebenarnya?"
Fei Wei sedang berada di dalan gelang ruang, sedangkan tubuhnya berbaring di kamarnya.
"Untuk masalah ini, aku juga tidak bisa membantumu Fei," ucap Yang sambil duduk menemani Fei Wei yang sedang berpikir.
Fei Wei mengeluarkan kertas berisikan peta kerajaan. Tidak hanya kerajaan Ra Quan, tetapi semua kerajaan bahkan kerajaan kecil sekalipun. Ia mulai mencari kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi.
"Mereka sedang menuju ke pinggiran kota, jika memang ini sebuah jebakan, pasti tujuan utama mereka seharusnya berlawanan dengan arah ini,"
__ADS_1
"Jika semua orang akan fokus pada mereka di pinggir kota, tujuan mereka pasti akan selesai bahkan sebelum mereka menyadarinya. Jikapun sadar waktu mereka untuk ke tempat yang sebenarnya tidak akan cukup,"
"Itu berarti tempat itu bukanlah pinggir kota melainkan....."
Dengan mata terbelalak Mei Wei berkata, "Mereka menargetkan tempat ramai yang tidak akan mungkin bisa kita tebak. Salah, semuanya salah, harusnya mereka tidak ke pinggir kota!"
"Tempat yang dituju oleh parah musuh adalah pusat kota,"
Buru-buru Fei Wei melipat peta itu lagi menjadi kecil, lalu ia keluar dari gelang ruang.
Ia menuliskan surat yang berisi, "Kita harus bertemu ditempat sepi Xia, sekararang. Ajak Qwen bersamamu, ingat hanya kita saja,"
Setelahnya, Fei Wei mengirim surat itu melalui AK miliknya.
"Fu kau mendengarku?"
"Ya Fei aku dengar,"
"Halangi Rei sekarang, beritahu padanya bahwa iya tak perlu kesana. Cukup kerahkan beberapa prajurit kepercayaannya saja, aku akan meminta Boo dan Doo membantu mereka,"
"Dan beritahu Rei dan Lee bahwa target musuh yang sebenarnya bukanlah disana, itu hanya jebakan untuk mereka agar rencana ini dapat terlaksanakan dengan lancar,"
"Baiklah Fei, aku akan memberitahukannya sekarang,"
"Ingat Fu, jangan menampakkan dirimu dalam bentuk asli, meskipun entah dari mana Rei sudah tahu tentangmu, tetapi orang lain tidak boleh mengetahui itu,"
Setelah itu, Fei Wei memutuskan telepatinya dengan Fu.
"Boo, Doo, kalian mendengarku?"
"Kami dengar Fei,"
"Dengarkan aku, beberapa prajurit kerajaan akan menangkap para musuh dipinggiran kota, mungkin mereka akan sampai besok pagi. Pada saat itu, bantulah mereka, tapi ingat setidaknya sisahkan 2 orang, jangan sampai ia mati. Kita butuh mereka untuk memberitahukan kebenarannya pada kita,"
"Baik Fei, kami akan membantu mereka besok pagi,"
"Hmm,"
Fei Wei bergegas ke tempat biasa ia bertemu dengan Xia. Sebelum Xia datang, ia sudah terlebih dahulu memasang tameng pelindung untuk mereka. Agar tidak akan ada yang bisa melihat, dan mendengar mereka.
"Fei ada apa kau memanggil kami kemari?" mereka berdua baru saja sampai.
"Begini Xia, bisa kalian membantuku untuk melihat kejadian yang akan terjadi dimasa depan? Ini sangat penting, musuh sedang menyerang kita,"
"Tapi butuh energi yang sangat banyak untuk melakukan hal itu Fei, dulu bahkan kami sampai pingsan selama 3 hari,"
"Kalian cukup mengerahkan setengah dari energi kalian, sisanya biar aku yang menanggungnya,"
__ADS_1
"Tapi nona Fei, ini sangat berbahaya untuk anda,"
"Hal ini mungkin akan mempengaruhiku, tetapi aku ini sangat kuat kau tahu. Kau bisa melihatnya sendiri nanti Qwen,"
Xio Xia dan Qwen saling bertatapan satu sama lain, mereka sedikit ragu untuk membaca mantra itu lagi setelah sekian lama. Tapi Fei Wei terus mendesak mereka, jadi mau tidak mau mereka menuruti permintaan Fei Wei.
"Baiklah Fei, kita harus duduk melingkar dengan tangan yang saling berpegangan. Dengar apapun yang terjadi, sekeras apapun tekanannya nanti, jangan sampai tangan kita terlepas,"
"Saat kalian siap, aku akan membaca mantranya nona, dan saat itu tidak akan ada yang bisa kita sesali lagi,"
"Baiklah, aku hanya perlu mengetahui dimana sebenarnya mereka akan menjalankan rencana jahat itu,"
Fei Wei, Xio Xia dan Qwen mulai mengambil tempat duduk melingkar sambil berpegangan tangan. Saat Qwen mulai membaca mantra, mereka menutup mata dan menyalurkan energi mereka secara bersamaan.
Fei Wei dapat melihat keramaian disuatu tempat, sepertinya sedang ada acara di tempat itu. Fei Wei melihat seorang laki-laki yang nampak mencurigakan. Ia mengikuti laki-laki itu dan ternyata mereka memasang bahan peledak di beberapa tempat disekitar sana.
Saat mereka telah jauh dari keramaian, "BOOM" semua tempat hancur begitu saja. Banyak orang-orang yang terluka, mereka yang awalnya bergembira, kini tergantikan oleh rintihan dan tangisan.
Yang paling menyedihkan adalah, kejadian itu terjadi ditempat yang mereka kira tidak akan pernah ada hal seperti itu.
"Ukhuk Ukhuk"
"Ukhuk"
Qwen menghentikan kegiatannya. Mereka kehilangan banyak sekali energi. Xio Xia dan Qwen bahkan sampai memuntahkan darah, sedangkan Fei Wei masih setia menutup matanya.
"Makanlah pil penyembuh tingkat 8 dan pil sen tingkat 9 ini, energi kalian akan segera kembali nantinya," ucap Fei Wei sambil memberi masing masing 2 butir kepada mereka berdua.
"Ternyata mereka ingin meledakkan kota, tapi kapan hal itu dilaksanakan?"
"Sepertinya saat pesta rakyat dilaksanakan tepatnya besok malam,"
Fei Wei mangut-mangut mendengar perkataan Xio Xia.
"Kalau begitu Aku harus menghentikannya,"
"Kami akan ikut bersamamu nona Fei," Qwen nampak serius dengan perkataannya. Sepertinya memang benar yang dikatakan orang-orang, buah tidak akan jatuh terlalu jauh dari pohonnya.
"Kalau begitu, persiapkan diri kalian, besok siang setelah pelajaran kita akan langsung ke kerajaan Ra Quan,"
.
.
.
Tbc.....
__ADS_1