
...Cerita ini merupakan asli karanganku sendiri, bila ada kesamaan latar tempat, nama, cerita, dan lain hal, itu bukanlah sebuah unsur kesengajaan. Cerita ini adalah cerita yang sangat umum di dapatkan. Hanya karya yang ku buat untuk menuangkan imajinasiku saja. ...
...***...
...HAPPY READING...
...***...
"Wah ternyata tunanganku sedang bersantai disini,"
Dong Ha dengan gaya angkuhnya ditemani oleh Yan Xi mendekat ke arah Fei Wei dan Xio Xia.
"Ternyata tuan muda Dong, mengapa tuan di waktu seperti ini masih berkeliaran di kediaman orang lain?"
"Lancang kau berbicara seperti itu kak, Tuan Dong hanya ingin melihatmu saja,"
Dengan wajah yang jelas sekali jika itu di buat-buat, Yan Xi membela tuan Dong.
"Hahahaha, ingin melihatku? Atau lebih tepatnya ingin bermesraan denganmu,"
"Kau sungguh memiliki mata yang jeli. Jujur saja, aku lebih mencintainya dari pada dirimu,"
"Cih, kau pikir aku perduli? Lagian kalian sama-sama cocok. Yang satu suka membuat drama dan yang satunya suka membuat masalah. Cocok kan?"
"Kau!"
"Maaf tuan, jika tuan disini hanya ingin membut keributan, lebih baik tuan pergi sebelum saya memanggil pengawal untuk menyeret anda. Anda tahu kan apa yang akan tuan Lu lakukan kepada anda jika anda berani melukai nona saya,"
Seketika Dong Ha menyimpan kembali pukulan yang akan dilayangkan untuk Fei Wei saat Xio Xia memperingatinya.
"Sudahlah lebih baik aku pergi, buang-buang tenaga saja meladeni manusia lemah sepertimu,"
Dong Ha dan Yan Xi pergi meninggalkan Fei Wei dan Xio Xia di taman itu. Tanpa mereka tahu di balik cadarnya, Fei Wei tersenyum. Senyum licik yang tentu tidak akan baik untuk mereka di kemudian hari. Siap-siap saja.
*****
Pagi yang cerah, Fei Wei dan Xio Xia sedang berjalan-jalan di kebun melihat tanaman apa saja yang ada disana.
Dengan hanfu berwarna putih bermotifkan bunga sakura, di tambah cadarnya yang berwarna pink soft sangat pas digunakan oleh Fei Wei. Sedangkan Xio Xia sudah berada di dekatnya dengan sepiring penuh daging yang sudah ia masak dan terlihat lezat.
"Xio Xia, bagaimana perkembangan pembangunan rumah A Rong?"
"Tadi pagi-pagi sekali mereka memberi kabar bahwa hari ini proses pembangunan akan dimulai nona,"
"Bagus, semoga saja ketika kita kesana 2 hari lagi, sudah banyak anak-anak yang mampu dikumpulkan oleh A Rong dan A Li,"
"Oh iya, taruh daging itu di depan sana,"
__ADS_1
Xio Xia menuruti perintah Fei Wei dan meletakkan sepiring daging tersebut di tanah.
"Perhatikan baik-baik oke,"
Xio Xia terkejut melihat 2 ekor anjing (serigala emas) keluar dari gelang ruang. Mereka langsung memakan daging yang sudah Xio Xia siapkan.
"Nona dari mana kamu mendapatkan 2 anak anjing ini?"
"Au au auuu"
"Pelankan suaramu, mereka bukan anak anjing, tetapi spirit beast serigala emas. Aku mendapatkan mereka ketika berada di hutan keramat kemarin, ibunya sudah mati,"
"Kasihan sekali mereka, tetapi wujud mereka tidak menunjukkan bentuk serigala sama sekali nona,"
"Mereka masih terlalu kecil dan lemah, maka dari itu ibu mereka sengaja memberikan wujud ini sampai mereka benar-benar sudah kuat,"
"Apakah nona sudah memberikan mereka nama? Siapa namanya,"
"Sudah ku pikirkan, nama mereka adalah Boo dan Doo," ucap Fei Wei sambil menahan tawanya.
"Auu Auu,"
"Auu Auu,"
"Sepertinya mereka suka dengan nama itu nona,"
Fei Wei tersenyum bangga, meski sebenarnya ia juga menertawakan kebodohan kedua beast spirit itu, sama seperti nama mereka Boo Doo.
*****
Seet seet seet
Prang prang
Suara pedang yang saling bertautan memenuhi jalan yang nampak remang-remang di malam itu.
"Kalian tidak akan bisa melawanku,"
Dengan senyum mengejek dari wajah yang rupawan tersebut membuat kelima orang dengan pakaian serba hitam dan kain hitam yamg menutupi wajah mereka nampak marah dan memberikan serangan yang bertubi-tubi.
Bukan kemenangan, tetapi satu persatu dari mereka mulai tumbang dengan darah yang berceceran.
"Siapa yang mengirimmu kesini! Cepat katakan!"
"Kau tidak akan bisa memaksaku," ucap satu-satunya yang tersisa sebelum ia membunuh dirinya sendiri.
"Pangeran, anda tidak apa-apa?"
__ADS_1
"Tenanglah Lee, aku tidak apa-apa,"
Lee Tang, pengawal pribadi pangeran Sung. Ia sudah bersama dengan pangeran sejak ia masih kecil, dan sekarang ia berumur 16 tahun.
"Sepertinya mereka berbakti kepada tuan mereka. Dibandingkan hidup dan terbebas dari jerat hukum, mereka lebih memilih untuk mati dan menyelamatkan tuan mereka. Sangat setia,"
"Pangeran tidak perlu khawatir, hamba akan menyelidiki masalah ini," ucap Lee sambil berlutut di depan Pangeran Sung.
"Sudah berapa kali ku katakan, tidak usah terlalu formal denganku Lee. Kita sudah bertahun-tahun bersama, kau adalah sahabatku,"
"Iya-iya, kau ini. Aku hanya menjaga tata krama saja. Baiklah lebih baik sekarang kita makan, aku sungguh lapar setelah mengejar mereka,"
Lee merangkul Pangeran Sung lalu mengajaknya ke salah satu kedai yang ia lewati tadi.
"Seingatku, aku yang melawan mereka kenapa kau yang kelaparan?"
"Kau tahu, lari juga perlu tenaga, diriku yang lemah ini memang tidak bisa dibandingkan dengan kau yang sangat kuat hehehe,"
Pangeran Sung diam saja sambil tetap berjalan bersama Lee. Itulah sifat asli Lee, periang tidak seperti pangeran Sung yang sedikit dingin kepada orang lain.
Beberapa pengawal telah mengurus mayat para pemberontak selagi mereka menuju ke kedai untuk makan.
"Kapan kita akan ke hutan keramat, sudah seminggu kita di kota ini dan tidak ada tanda-tanda kau akan kesana," Lee yang sedang makan tiba-tiba teringat tujuan mereka ke kota ini.
Mereka sudah seminggu berada di kota yang damai ini. Pusat perdagangan tempat semua barang dari setiap daerah dapat kau jumpai. Dan tentu saja hutan keramatnya yang sangat terkenal di seluruh penjuru negeri.
"Tenanglah, lusa kita akan memasuki hutan keramat. Untuk saat ini bersenang-senanglah, nikmati apa yang bisa kau nikmati,"
"Hmm, oh ia pangeran, bukankah disini terdapat kediaman Jendral Lu? Kenapa kita tidak mengunjunginya, sepertinya sudah lama sekali kau juga tidak bertemu dengan kekasih kecilmu itu hahahaha,"
"Jendral Lu sedang tidak ada disini, lain kali saja ketika beliau sudah kembali, baru kita berkunjung,"
"Apakah kau tidak penasaran, kekasih kecilmu tumbuh seperti apa hmm? Yang ku dengar kabarnya ia memiliki wajah yang jelek maka dari itu ia selalu menggunakan cadar di wajahnya. Tapi aku tidak percaya, mana mungkin ia tumbuh menjadi perempuan yang jelek, jika seorang pangeran saja bisa jatuh cinta padanya,"
"Oh iya, kabarnya tidak ada yang patuh padanya, semua orang merendahkannya, bahkan di kediamannya sendiri. Tentu saja itu tanpa sepengetahuan Jendral Lu, bisa mati mereka jika Jendral Lu tahu putri kesayangannya diperlakulan semena-mena,"
Pangeran Sung ingat, sangat jelas di ingatannya 9 tahun yang lalu ketika ia berumur 6 tahun, ia sangat menyukai perempuan kecil yang masih berumur 3 tahun.
Warna kulitnya yang seputih susu dengan pipi cabby agak kemerahan, matanya yang indah dan besar, kulitnya yang halus dan baunya yang harum. Rambutnya berwarna hitam gelap dengan senyum yang manis membuatnya jatuh cinta pada anak kecil itu.
Bahkan saat itu pangeran yang masih kecil meminta kepada ayahandanya dan Jendral Lu untuk menikahkan mereka saat itu juga, membuat semua orang tertawa.
Saat Jendral Lu ingin kembali ke kediaman mereka bersama istri dan anaknya, pangeran kecil menangis tidak ingin melepaskan putri kecil Jendral Lu. Dan anehnya putri kecil Jendral Lu juga ikut menangis tidak mau berpisah dengan pangeran.
"Habiskan makananmu,"
Lee melanjutkan kegiatan makannya sesuai perintah pangerang Sung.
__ADS_1
*****
Tbc.....