
Berita tentang Yu In yang berusaha untuk mencelakai Fei Wei sudah tersebar dengan cepat di penjuru akademi. Bahkan Xio Xia yang berbeda akademi dengannya saja tahu. Ia mengiriminya pesan lewat AK miliknya. Dan sekarang Fei sedang disidang oleh pasangan adik kakak yang sialnya adalah sepupunya sendiri.
"Jadi apa kau tidak ingin menceritakan sesuatu kepada kami Fei'er?" tanya Huan Zu pelan namun ada tekanan disetiap nada bicaranya itu.
"Kalian pasti sudah mendengar semuanya kan? Aku tidak perlu mengatakan apa-apa lagi," ucap Fei Wek santai sambil memakan pesanannya.
Beruntungnya ia diintrogasi di tempat ia bisa makan sepuasnya. Tenang, mereka yang akan membayarnya.
"Fei'er kau tahu, aku dan kak Huan Zu sangat cemas saat mendengar kabar itu. Jika aku yang menangkapnya, akan ku habisi wanita itu," Li Mou dengan perkataan kasarnya yang sudah biasa Fei Wei dengar. Namun Fei Wei tentu tahu bahwa sekasar apapun Li Mou, ia tetap menyayanginya.
"Tenanglah, aku tidak apa-apa, dia juga tidak akan bisa menyentuhku," bukannya sombong, tetapi memang begitu kebenarannya.
"Karena makananku sudah habis, aku ingin kembali ke kamarku,"
Fei Wei bergegas kembali ke kediamannya. Ia tidak ingin diajukan pertanyaan-pertanyaan yang menurutnya tidak penting.
Sebenarnya sedari tadi Fu mengabarinya bahwa ia akan segera menjemput Fei Wei. Ia akan membawa Fei Wei ke markas tersembunyi mereka.
Fu bersama dengan Boo dan Doo telah merancang tempat itu agar tidak ada yang bisa menemukan markas mereka. Saat akan sampai ke kediamannya, Fei Wei berbelok menuju ke taman yang cukup luas, dan tentu saja ia harus memastikan bahwa tempat itu kosong. Bisa makin runyam jika mereka melihat Fei Wei menaiki spesies burung pheonix terakhir di dunia. Masalah yang satu saja belum mereda, ia tak mau ada masalah lagi.
"Fu aku sudah siap,"
"Baik Fei,"
Fu yang sedari tadi menyamar menjadi burung kecil, kini berubah ke wujud aslinya. Fei Wei dengan mudah melompat ke punggung Fu dan mereka terbang menuju ke tempat tujuan.
Sebenarnya Fei Wei meminta mereka untuk membuat sebuah tempat persembunyian dimana tidak akan ada yang bisa masuk ke tempat itu selain atas izin dari Fei Wei like a hidden world maybe.
Rencananya ia akan tinggal disana suatu saat nanti menjalani sisa hidupnya dan membiarkan orang lain bekerja untuknya. Ia hanya akan hidup tenang, meningkatkan kultivasinya serta meracik banyak jenis pil baru. Sungguh sebuah mimpi yang sangat menenangkan. Mereka sampai di depan sebuah goa yang tidak terlalu besar.
"Apakah disini Fu?"
"Benar Fei,"
"Kalau begitu, mari kita masuk,"
Seperti gua pada umumnya yang lembab dan minim pencahayaan, gua ini juga nampak tidak ada bedanya sama sekali. Namun semakin masuk sebuah cahaya yang begitu terang bisa terlihat diujung gua.
__ADS_1
Saat mencapai cahaya, Fei Wei terkejut. Pemandangan yang ia lihat begitu mengesankan. Di imajinasiku seperti yang diatas ☝☝ atau seperti yang dibawah👇👇
Tapi kalian bebas berimajinasi ya guys
Sumber : Google
Dunia dibalik gua itu sangat luas. Bahkan sangat cukup untuk membuat sebuah kerajaan baru.
"Tidak hanya ini Fei, kami juga menemukan sebuah ladang kristal yang sangat melimpah di daerah ini.
Fei Wei mengikuti Fu menuju ke sisi lain tempat itu. Disana sudah ada Boo dan Doo yang sudah cukul lama tidak ia jumpai. Tepat di depan mereka, tumpukan kristal uang samgat banyal tumbuh begitu saja.
"Waaah sungguh hebat, aku bisa menggunakan kristal-kristal ini untuk membuat perhiasan. Cita-citaku menjadi orang kaya akan segera terwujud hahahaha,"
"Kau yakin tidak ada yang tahu tentang tempat ini?"
"Sangat yakin, bahkan mereka yang memiliki kekuatan tertinggi lun tidak akan menemukan tempat ini Fei kecuali seizinmu,"
"Bagus Fu, aku akan memberitahukan tempat ini kepada A Rong dan yang lainnya. Sepertinya tempat ini juga memiliki energi yang sangat bagus untuk seorang kultivator,"
"Dasar tak becus! Melawan Fei Wei saja tidak bisa, untuk apa aku bersusah payah memasukkan dia ke dalam akademi ini, HAAAAA!"
"Lihat saja, aku pasti akan menghancurkanmu Fei, wanita sialaaan!"
Berkali-kali ia meluapkan amarahnya dengan menghancurkan apa saja yamg ada disekitarnya.
.....
Fei Wei baru kembali saat mentari telah digantikan oleh sinar bulan. Ia berjalan seperti biasa menuju ke kediamannya agar tidak ada tang curiga.
Tiba-tiba saja ada yang menarik tangannya. Ia yang tidak siap hampur saja memukul orang itu yang tak lain adalah Li Mou.
"Apa yang kau lakukan disini kak Li?"
"Ssstt diamlah dan ikut aku,"
Fei Wei menurut saja tanpa banyak bertanya lagi, tagannya masih setia digenggam oleh Li Mou.
__ADS_1
Jujur saja, Fei Wei merasa nyaman bersama Li Mou dan juga Huan Zu. Mereka benar-benar menjadi sosok kakak yang baik untuknya. Entah bagaimana jadinya kalau mereka tahu bahwa Fei Wei yang asli audah lama sekali menghilang.
Dari kejauhan samar-sama Fei Wei dapat mendengar suara teman-temannya. Semakin dekat, semakin jelas suara iti ditelinganya.
"Aduh Di cepatlah,"
"Sabar Han, aku juga sedang berusaha,"
Bisa Fei Wei lihat mereka sedang memanggang daging. Apa ini? Sebuah pesta? Tidak hanya ketiga temannya yang berada disana, Huan Zu dan Rei juga ikut serta.
"Fei Wei sudah datang, darimana saja kau seharian Fei?" tanya Dian yang sedang mengipasi daging mereka.
"Tidak kemana-mana, hanya ingin sendiri saja," bohong Fei Wei.
"Sudah, duduklah Fei dagingnya hampir matang,"
"Kalian sedang merayakan apa?" tanya Fei Wei masih kebingungan.
"Tidak ada, hanya ingin bersenang-senang saja, betulkan kak Huan?"
"Iya Fei'er, yang dikatakan Li benar, kami hanya ingin bersantai dan bersenang-senang,"
"Memangnya tidak apa-apa?"
"Tenanglah, selama ada putra mahkota disini kita semua aman, benar kan,"
Rei hanya bergumam mengiyakan perkataan Li Mou.
Fei Wei memilih untuk membantu ketiga temannya. Sebenarnya ia sadar bahwa sejak pertama ia datang ada sepasang mata yang selalu menatapnya dan ia tahu jelas siapa pemilik mata indah itu, karena ia pun sempat meliriknya. Maka dari itu ia memilih untuk membantu teman-temannya saja
Namun Fei Wei masih bisa merasakan tatapan itu tertuju padanya. Ingin rasanya ia memukul orang itu, sayangnya ia tak mungkin melakukan semua itu di depan mereka semua. Sedangkan sang empuh hanya tersenyum dalam diam melihat ekspresi kesal Fei Wei yang ia yakini karena ulahnya.
.
.
.
Tbc.....
__ADS_1