
...Cerita ini merupakan asli karanganku sendiri, bila ada kesamaan latar tempat, nama, cerita, dan lain hal, itu bukanlah sebuah unsur kesengajaan. Cerita ini adalah cerita yang sangat umum di dapatkan. Hanya karya yang ku buat untuk menuangkan imajinasiku saja. ...
...***...
...Typo Bertebaran...
...***...
...HAPPY READING...
...***...
Berita tentang kejadian Fei Wei melawan Yan Xi telah tersebar di kediaman jendral Lu.
Semua pelayan dan prajurit yang tidak menyaksikan kejadian itu secara langsung nampak tidak percaya.
Sedangkan Fei Wei nampak tidak perduli dengan hal itu. Ia kini sedang memikirkan bisnisnya yang semakin berkembang pesat.
Kini ia dan Xio Xia sedang membaca sebuah pengumuman di pusat kota.
"Akhirnya setelah 2 tahun kerajaan Go Dwo tidak terbuka, kini mereka membuka gerbang demi memilih murid lagi,"
"Sudah lama aku menunggu hal ini, pasti akan banyak sekali yang akan mendaftar dari berbagai kerajaan,"
Fei Wei yang mendengar perbincangan beberapa orang yang ada disana menatap dengan wajah bodohnya. Ia tak mengerti dengan apa yang mereka ucapkan.
"Mereka sedang membicarakan apa?" tanya Fei Wei kepada Xio Xia.
"Sepertinya gerbang kerajaan Go Dwo akan segera dibuka, dan kedua akademi yang yang sangat terkenal di kerajaan tersebut akan merekrut murid baru,"
"Akademi apa itu?"
"Di dalam kerajaan Go Dwo terdapat dua akademi yang sangat terkenal karena para murid dari akademi tersebut sangatlah hebat. Pertama ada Akademi Ba Xian yang berfokus kepada peningkatan kultivasi dan kekuatan tubuh, yang kedua adalah Akademi Qi Li yang berfokus kepada alkemis dan pengobatan,"
"Dulu setiap tahun semua orang yang berumur 12-18 tahun akan berlomba-lomba untuk bisa menjadi murid dari academi tersebut. Lulusan dari kedua akademi itu juga akan menjadi seseorang yang di segani oleh orang lain dan tentu saja mereka akan menjadi orang hebat nantinya,"
"Kalau begitu kita harus ikut berpartisipasi. Kapan pendaftarannya akan diadakan?"
Dengan wajah serius, Xio Xia membaca papan pengumuman yang berisi informasi tentang pendaftaran di kedua akademi tersebut.
"Pendaftaran akan diadakan seminggu lagi Fei, tapi apakah aku bisa, kau tahu sendiri kemampuanku masih sangat rendah," Xio Xia nampak murung mengingat kemampuannya yang masih sangat rendah.
Tiba-tiba Fei Wei merangkulnya lalu tersenyum lebar meski tak dapat Xio Xia lihat, "Tenang saja, selama ada aku kita pasti akan berhasil, lihat saja nanti," ucapnya dengan penuh rasa percaya diri.
.
.
.
__ADS_1
Selama seminggu ini Fei Wei mengajak Xio Xia untuk berlatih di hutan keramat. Ia juga memakan pil Qi bagaikan cemilan setiap harinya.
Tak heran jika kini Xio Xia berada di tingkat 18 kultivasi dan alkemis di tingkat 8. Sedangkan dirinya sendiri kini telah berada di tingkat 27 kultivasi dan alkemisnya berada di tingkat 23.
Xio Xia bahkan sudah melampaui kemampuan Yan Xi.
Beberapa hari yang lalu, jendral Wei dan ketiga anaknya datang untuk menyaksikan turnamen yang dilakukan untuk memilih calon murid di kedua akademi tersebut.
Huan Zu dan Li Mou juga ikut berpartisipasi dalam turnamen tersebut.
Fei Wei yakin mereka akan lolos melihat kemampuan mereka yang tidak bisa di remehkan.
"Xia, perhatikan mereka," ucap Fei Wei sambil menunjuk seorang perempuan yang terlihat angkuh dan dikelilingi banyak orang.
Nampaknya perempuan itu seumuran dengan mereka, dan berasal dari kerajaan lain. Terlihat sekali bahwa ia bukan berasal dari keluarga yang kekurangan, lihat saja wajah sombong dan pakaiannya yang gelamor.
"Wah kita bertemu lagi,"
Saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba saja seseorang menyapa mereka.
Dia adalah Lee dan juga ada Rei di sampingnya.
Fei Wei menatap Rei yang juga menatapnya sedari tadi.
"Nona sepertinya kita sudah beberapa kali bertemu, namun nona belum pernah memberitahukan nama nona kepada kami, benarkan Rei?" goda Lee sambil menyenggol lengan Rei.
Untung saja disana ramai, kalau tidak mana mungkin Lee berani menggoda putra mahkota itu.
Huan Zu dan Li Mou yang melihat mereka, menghampiri sambil membungkuk memberi hormat.
"Salam putra mahkota, hamba kira anda tidak akan datang ke acara ini," ucap Huan Zu ramah.
Fei Wei dan Xio Xia heran karena mereka tidak mengetahui fakta bahwa diatara mereka merupakan putra mahkota.
"Kak Huan Zu berbicara dengan siapa? Mereka bukan putra mahkota, mereka itu tuan Lee dan tuan Rei yang sudah menolongku sebulan yang lalu," ucap Fei Wei.
"Fei'er, tuan Rei yang kau maksud itu tak lain dan tak bukan adalah putra mahkota, pangeran Sung Ain Rei dan juga Jendral Lee Tang yang merupakan sahabat dari putra mahkota itu sendiri," jelas Huan Zu yang membuat Fei Wei dan Xio Xia terkejut.
"Ternyata putra mahkota dan jendral Lee pernah menolong adik kami sehingga kalian bisa saling mengenal. Memang sudah lama sekali Fei'er tidak datang ke istana, sebuah takdir yang sangat baik," ucap Li Mou bijaksana.
"Kalian tidak perlu begitu sopan kepada kami, bersikaplah biasa saja," ucap Rei akhirnya.
"Aku setuju kepadamu Li Mou, sungguh sebuah takdir yang begitu indah,"
Lee memulai kembali acara mengejeknya, yang tentu saja di paham oleh Li Mou, Huan Zu, dan Rei sendiri karena mereka adalah teman sedari kecil.
Fei Wei yang belum mengerti acuh saja. Ia tak ingin ikut campur, namun entah mengapa pandangannya tak mau lepas dari Rei yang baru saja ia ketahui identitas aslinya itu.
"Selamat datang di pertandingan hari ini. Kali ini dua akademi yang telah kita tunggu-tunggu selama dua tahun akhirnya membuka pendaftaran kembali," suara pembuka acara terdengar dari atas panggung.
__ADS_1
"Seperti tahun-tahun sebelumnya, pendaftaran akan dibuka bagi siapapun yang mampu bersaing dan menjadi yang terbaik,"
Semua orang bersorak menanti pertandingan yang akan dilakukan.
"Kali ini kedua akademi akan menerima masing-masing seratus orang untuk di terima menjadi murid baru. Pendaftaran akan di mulai hari ini sampai tiga hari kemudian. Selamat mencoba!"
Satu persatu orang naik untuk mendaftarkan dirinya dan mengerjakan misi yang telah di berikan. Mereka melawan begitu banyak orang-orang yang berbeda demi mendapatkan 200 orang terpilih.
Bagi mereka yang kuat akan tenng saja melawan siapapun, namun untuk mereka yang lemah, berdoalah demi keberuntunganmu.
"Tenang kau pasti bisa,"
Sebuah tangan mendarat di pucuk kepala Fei Wei. Saat ia menengok ke samping kirinya, ternyata itu adalah Rei.
Meski dengan wajah datarnya, namun tak bisa menutupi ketampanan yang ia punya. Entah mengapa, Fei Wei membiarkan saja tangan itu berada di atas kepalanya. Rasanya ada kekuatan yang menambah semangatnya saat ini.
"Kenapa jantungku berdegup kencang?"
Fei Wei tak mampu memfokuskan pikirannya meski ia telah mencoba.
Wangi dari tubuh Rei bahkan dapat ia cium dengan sangat jelas yang memberikan rasa aneh pada dirinya.
.
.
.
Tbc.....
NAMA KERAJAAN
Kerajaan Besar
Kerajaan Ra Quan
Kerajaan In We
Kerajaan Go Dwo
Kerajaan Ichyu
Kerajaan Kecil
Kerajaan Bwe
Kerajaan Ho Sya
Kerajaan Xu Do
__ADS_1
Kerajaan Ja Ra