Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu

Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu
32


__ADS_3

...Cerita ini merupakan asli karanganku sendiri, bila ada kesamaan latar tempat, nama, cerita, dan lain hal, itu bukanlah sebuah unsur kesengajaan. Cerita ini adalah cerita yang sangat umum di dapatkan. Hanya karya yang ku buat untuk menuangkan imajinasiku saja. ...


...***...


...Typo Bertebaran...


...***...


...HAPPY READING...


...***...


Setelah bertemu dengan permaisuri, Fei Wei meminta izin untuk bisa berjalan-jalan keluar. Ia bersama ketiga temannya pergi ke pusat perbelanjaan.


Sebenarnya niat asli Fei Wei adalah ia ingin menemui A Rong tanpa diketahui oleh siapapun.


Jadi Fei Wei membuat alasan agar bisa berpisah sebentar dengan ketiganya.


"Kak Fei, aku sangat senang bisa bertemu dengan kak Fei lagi, yang lain juga sangat merindukan kakak," uca A Rong saat mereka bertemu.


"Aku juga merindukan kalian. Dengar A Rong, waktuku tidak banyak. Aku minta tolong padamu untuk menyewa beberapa orang agar bisa masuk ke kediaman jendral Lu dan memata-matai nyonya Yan dan Yan Xi. Berikan AK ini kepada ketua mereka agar mereka bisa melaporkan segala sesuatunya padaku setiap hari," Fei Wei memberikan 1 AK kepada A Rong.


"Baik kak akan ku lakukan,"


"Dan juga aku minta tolong kepadamu untuk mengumpulkan sebanyak mungkin orang yang mau bergabung dengan sekte kita. Mereka akan dilatih untuk bisa menjadi petarung yang handal,"


"Aku mengerti kak Fei, aku akan mulai mengumpulkan orang-orang sebanyak mungkin,"


"Baiklah, aku tidak bisa berlama-lama. Kita akan segera bertemu kembali," A Rong hanya mengangguk tanda ia mengerti.


Mereka berpisah lalu Fei Wei kembali kepada ketiga temannya yang saat ini sedang berada di kedai ayam.


"Dari mana saja kau, membuat kami lapar saja," ucap Dian saat Fei Wei baru tiba.


"Ada yang harus ku beli, kenapa kalian tidak langsung memesan?"


"Kami menunggumu, tidak enak rasanya jika kami makan dan kau belum datang," Di menambahkan.


"Baiklah karena dia sudah datang, hari ini aku akan meneraktir kalian menggantikan janjiku kemarin,"


"Kalau begitu aku tidak akan sungkan," ucap Han, sepertinya iya sudah sangat lapar.


"Aku juga," ikut Di.


Fei Wei menatap mereka satu persatu. Memiliki teman baru dengan watak yang berbeda-beda. Semoga mereka bisa seperti ini selamanya.


.....

__ADS_1


Setelah bersenang-senang, mereka kembali ke kerajaan. Sore ini mereka akan menuju ke hutan tempat dimana mereka akan menjalankan misi.


Misi kali ini berhubungan dengan mengambil batu jiwa yang ada di dalam tubuh monster yang ada di hutan tersebut.


Setiap monster memiliki jumlah batu jiwa yang berbeda-beda. Semakin tinggi tingkatan monster tersebut, semakin banyak pula batu jiwa yang akan mereka dapatkan.


Mereka berangkat dengan berjalan dan berlari menyusuri jalan yang sepi. Disana sudah disiapkan sebuah tenda untuk masing-masing murid sebagai tempat untuk beristirahat.


Terdapat sungai yang tak jauh dari tempat mereka untuk mandi dan menangkap ikan.


"Baiklah malam ini kalian beristirahatlah karena besok pagi misi kalian akan dimulai," ucap guru Zuan yang berdiri disamping Rei.


"Tempat ini telah diberi batasan sehingga tidak akan ada best spirit atau monster yang akan mendekat. Jika ada sesuatu yang mendesak kalian tidak boleh pergi sendirian, melaporlah padaku atau kepada putra mahkota dan kalian harus ditemani oleh setidaknya satu teman kalian mengerti!"


"Mengerti guru!" ucap mereka serentak.


Mereka masuk ke dalam tenda mereka masing-masing. Fei Wei sempat melirik ke arah Rei yang sedang berbincang dengan guru Zuan. Sepertinya ia kembali ke mode dinginnya.


Tak ingin ambil pusing, Fei Wei masuk ke dalam tendanya. Ia berbaring di kasur miliknya lalu masuk ke dalam gelang ruang.


Yang sedang sibuk mengurusi tanaman yang ditanam oleh Fei Wei atas perintah Fei Wei tentunya. Sebenarnya ia tidak terima, tapi mau bagaimana jika Fei Wei sudah berkata seperti itu. Dari pada ia harus mendapat masalah karena Fei Wei, lebih baik iya lakukan saja.


Fei Wei mengumpulkan beberapa tanaman dan mulai membuat pil.


"Hmm mari kita lihat, aku butuh pil penyembuh, pil otot, pil sen, pil cepat, pil tak terlihat, ku rasa itu cukup," Fei Wei membuat list pil yang akan ia buat.


Fei Wei mengumpulkan semua bahan-bahan yang ia butuhkan.


Berjam-jam ia habiskan untuk membuat pil yang ia inginkan. Pil tersebut dapat mmbantunya dalam menyelesaikan misi yang akan mereka kerjakan.


Hampir setengah energi Fei Wei terkuras hanya untuk membuat pil-pil itu. Setelah dirasa cukup, ia menyimpan pil tersebut di dalam kantong pinggang yang entah dari mana ia dapat.


Fei Wei berhasil membuat 20 pil penyembuh tingkat 8, 15 pil otot tingkat 9, 20 pil sen tingkat 9, 30 pil cepat tingkat 8, dan 18 pil tak terlihat tingkat 10.


Setelah itu ia putuskan untuk tidur di kamar yang ada di rumah gelang ruangnya.


Pagi harinya, Fei Wei bangun dengan semangat. Tidurnya sangat nyenyak di dalam gelang ruang, tidak ada yang mengganggunya.


Sebelum memulai misi hari ini, ia bergegas menuju ke sungai untuk membersihkan dirinya. Setiap murid telah diajari agar mampu membuat sebuah penghalang disaat mereka ingin melakukan hal yang versifat privasi seperti mandi dan hal-lhal lainnya.


Jadi meskipun mereka mandi di tempat yang sama, mereka tidak perlu takut untuk terlihat oleh orang lain.


"Ah segarnya, yosh hari ini kita akan memulai misi pertama kita," teriak Di semangat.


"Mari kita tunjukkan kekuatan kita masing-masing,"


"Aku pasti akan mengalahkan mu Han hahaha,"

__ADS_1


"Tidak akan ku biarkan kau menang,"


Dian dan Han saling berargumen siapa yang akan menang nantinya diantara mereka.


"Aku juga tidak akan menyerah begitu saja," Di ikut berbicara.


Fei Wei yang melihat itu hanya diam saja, tetapi ia juga harus tetap berusaha untuk menang.


"Baiklah murid-murid sekalian, kalian sudah tahu apa yang akan kalian hadapi nantinya. Kalian bisa melakukan cara apapun untuk bisa mengalahkan para monster dan mengumpulkan batu jiwa mereka. Untuk siapapun yang nantinya mampu mengumpulkan batu jiwa terbanyak. Ingat misi ini berada di tingkat D, jadi bersiaplah dan tetap berhati-hati, mengerti!"


"Mengerti!" Teriak mereka serentak.


Semua murid berpencar dan mulai memasuki hutan bagian dalam. Di dalam menjalankan misi, mereka bebas memilih ingin berkelompok atau melakukan secara sendiri-sendiri. Tetapi misi ini hanya akan dimenangkan oleh satu orang saja.


Hutan ini telah diberi batas agar murid-murid tidak masuk terlalu jauh karena hutan ini sejatinya masih termasuk bagian dari hutan keramat.


"Aku dan Dian akan ke sebelah kanan dan kalian ke sebelah kiri. Ingat, jika kita nantinya tetap terpisah, jangan panik, tetaplah mengumpulkan batu jiwa semampu kalian, dan menghindar jika kalian tidak bisa melawannya,"


Mereka mengangguk tanda mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Fei Wei.


Fei Wei bergegas menuju ke sebelah kanan bersama dengan Dian, sedangkan Di dan Han ke sebelah kiri.


.


.


.


Tbc.....


Maaf sebelumnya karena jarang up, aku lagi sibuk banget soalnya ditambah ide buat cerita ini gak ada, jadi gak bisa up.


Tapi semoga kedepannya bakan lebih cepet update-nya ya, aku juga gak enak punya banyak hutang sama readers semua.


Semoga kalian gak bosen baca ceritaku yang gini-gini aja, terima kasih


Tingkatan Misi


Misi A \= 5 juta - 10 juta tael emas


Misi B \= 2 juta - 5 juta tael emas


Misi C \= 500k - 2 juta tael emas


Misi D \= 100k - 500k tael emas


Misi E \= 10k - 100k tael emas

__ADS_1


__ADS_2