Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu

Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu
51


__ADS_3

Mereka masuk semakin dalam. Tidak bisa dipungkiri bahwa ke-11 anak itu sekarang merasa ketakutan, terlihat jelas dari raut wajah mereka.


Beruntungnya Fei Wei sengaja mengeluarkan auranya untuk menghalangi beast spirit yang ingin mendekati mereka.


"Sekarang kita sudah berada di bagian ke 4 hutan keramat. Sangat jarang ada manusia yang bisa sampai ke titik ini karena disinilah beberapa beast spirit kuat sering bermunculan."


"Hari ini adalah hari yang bersejarah karena salah satu dari kalian akhirnya mencapai tingkat ke 20 dalam berkultivasi. Dulu saat sekte ini pertama kali ku bangun, aku pernah berjanji kepada A Rong bahwa ia akan mendapatkan spirit beast miliknya ketika ia telah mencapai tingkatan itu. Hal ini juga berlaku bagi kalian semua,"


"Wah jadi A Rong sebentar lagi akan mendapatkan beast spirit,"


"Aku juga mau,"


"Makannya latihan yang bener, jangan hanya tau makan saja kau,"


"Awas kau Ta Won, lihatlah dirimu yang masih dibawahku,"


"Aku kan lebih muda darimu, lihat kau hanya tau makan saja,"


"Kalian berdua diamlah,"


Gu Yan dan Ta Won berhenti ketika Mun Su mulai membuka mulutnya. Ia tidak berani berdebat lagi ketika lelaki yang tidak berbeda jauh usianya dengan A Rong itu mulai berbicara.


"Kalian tenanglah, hari dimana kalian akan bertemu dengan spirit beast milik kalian sendiri pasti akan datang. Untuk saat ini kalian harus tetap fokus dan berusaha agar kalian juga bisa seperti A Rong,"


Mereka semua hanya mengangguk meng-iya-kan ucapan Fei Wei.


"A Rong apa kau siap?"


"Hmm, aku sudah lama menunggu hari ini kak Fei,"


"Kalau begitu berusahalah dan ingat bahwa bukan hanya kekuatan saja yang harus kau gunakan, tetapi gunakan pikiranmu juga,"


"Baiklah kak, aku akan mengingat hal itu,"


"Dan untuk kalian semua, ikut denganku. Kita akan mengawasi A Rong dari tempat yang lebih aman,"


"Oh iya A Rong, ditempat ini sudah ada beberapa penjaga bayangan yang akan memantau jika terjadi sesuatu yang tidak bisa kau hadapi. Kami juga akan mengawasimu, jadi berhati-hatilah,"


"Baik kak Fei,"


Fei Wei membawa ke-10 anak itu menuju sebuah pohon yang tak jauh dari lokasi A Rong. Dari sana mereka dengan jelas dapat melihat dan mengawasinya.


"Semoga kakak tidak apa-apa,"


"Tenanglah A Li, kakakmu itu pintar, dia pasti bisa melakukannya," ucap Ha Na menenangkan A Li yang nampak khawatir pada kakaknya.


Sedangkan Fei Wei sedang berusaha untuk dapat berbicara dengan semua spirit beast yang ada di hutan itu.


"Wahai binatang roh yang ada di hutan ini, aku Lu Fei Wei meminta kalian untuk mendengar perkataanku ini. Seorang anak sedang berdiri sendiri ditengah hutan ini. Ia sedang mencari spirit beast yang cocok untuknya, dan untuk kalian yang merasa aura kalian cocok dengannya, mendekatlah, namun jika kalian memiliki niat untuk mencelakainya maka bersiaplah untuk hancur,"


Setelah mengatakan itu, Fei Wei membuka matanya, “Apa kalian ingin makan buah, kak Fei punya beberapa sembari kita menunggu A Rong menyelesaikan misi pertamanya.”


"Mau," ucap mereka serentak.


"Yang berikan aku beberapa buah apel dan buah persik untuk anak-anak ini,"


"Ujung-ujungnya memintaku lagi melakukan pekerjaan seperti ini,"


"Sudah, tidak usah protes. Kerjakan saja secepatnya,"


"Iya iya,"


Fei Wei mengambil buah dari gelang ruang miliknya lalu ia bagikan kepada anak-anak itu.

__ADS_1


Disisi lain A Rong masih siaga dengan apapun yang akan dihadapinya. Tidak sekalipun ia menurunkan kewaspadaannya.


'Kreek'


"Siapa itu!"


Tak ada siapapun yang membalas membuat ia semakin waspada.


Sambil menelusuri daerah sekitarnya, ia mengambil sebuah dahan kering, berjaga-jaga jika ada sesuatu yang datang menghampirinya.


Tsssssssssttt


Sreeek


Sreeek


Tssssssst


Berbagai jenis bunyi mulai mendekat kearahnya, ditengah kewaspadaannya itu, ia melihat se-ekor serigala berbintik putih mulai menghampiri dirinya.


Auuuuuuu


“Jika kau ingin melawanku, majulah serigala jelek. Aku tidak takut padamu!” teria A Rong lantang.


Seketika seriga tersebut berlari menuju A Rong. Dengan sigap, A Rong mulai melawan serigala tersebut. Meski hanya menggunakan ranting kayu, namun ia mampu menangkis semua serangan seriga tersebut.


Perkelahian mereka tidak luput dari perhatian Fei Wei dan teman-temannya. Mereka menjerit tertahan setiap A Rong hampir terkena cakaran serigala.


Ditengah perkelahian mereka, tiba-tiba saja serigala tersebut lari menjauhi A Rong.


“Hei kau mau kemana serigala, aku belum selesai!”


Dari arah belakang, A Rong merasakan ada yang mendekat. Saat ia berbalik, betapa terkejutnya ia saat melihat se-ekor ular hitam bertubuh lebih besar darinya.


“Apa yang dilakukan raja ular disini. Jika kau berani menyakitinya, meskipun kau raja ular sekalipun, tidak akan ku biarkan kau lolos,” ancam Fei Wei.


“Aku hanya sedang berjalan-jalan dan mendengar suara pertarungan. Saat melihat bocah ini, ada ketertarikan di dalam tubuhnya yang seakan memanggilku, aku malah mengacaukan pertarungannya.”


“Apa maumu?”


“Mauku? Aku ingin melihat apakah bocah ini berjodoh denganku.”


“Meski tingkatanmu masih rendah, tetapi membunuh nak itu akan sangat gampang kau lakukan. Jika benar kau ingin memeriksa takdirmu, maka ujilah anak itu. Dia mungkin terlihat lemah, tetapi tekat yang dimilikinya sangat tinggi untuk mendapatkan beast spirit.”


“Baiklah, aku tidak akan sampai membunuhnya. Jika dia pantas, aku akan dengan senang hati menjalin kontrak dengannya.”


Fei Wei memutuskan telepatinya. Dilihatnya raja ular masih diam memperhatikan A Rong.


“Apakah kak A Rong akan baik-baik saja?”


“Tenanglah A Li, kakakmu akan baik-baik saja,”


Fei Wei menatap lurus kearah A Rong yang sedang bertatapan langsung dengan raja ular.


“Hai bocah, aku dengar kau sedang mencari beast spirit dihutan ini.”


A Rong memasang kuda-kuda takut tiba-tiba ular itu menyerang.


“Siapa kau?”


“Aku adalah raja ular yang masih berada di tingkat 4. Umurku baru setahun, jadi kau tidak perlu khawatir.”


“Meski tingkatanmu masih rendah, tapi aku yakin kau tidak selemah itu. Jika kau lemah, mana mungkin julukanmu adalah raja ular.”

__ADS_1


“Hahahaha, ternyata kau cukup pintar bocah kcil. Bagaimana jika kita membuat kesepakatan, jika kau mampu meneteskan darahmu di kepalaku ini, maka aku akan membuat kontrak denganmu.”


“Jika aku tidak bisa?”


“Jika kau tidak bisa, maka akan ku jadikan kau budakku hahahahaha.”


Tanpa berpikir panjang A Rong menanyanggupi kesepakatan itu. Dengan gesit ia menghindar dari setiap serangan raja ular. A Rong memanfaatkan semua yang ada disekitarnya. Ia menggunakan ranting, batu, melemparkan tanah, menyereng raja ular dengan kekuatannya. Meski sekujur tubuhnya penuh dengan luka, ia tidak menyerah.


‘Bruuuk’


A Rong tersungkur ke tanah sambil memegangi dadanya yang terhantam ekor raja ular.


“Hahaha bagaimana bocah, sepertinya kau sudah tidak sanggup lagi.”


“Aku tidak akan menyerah!”


“Baiklah kalau begitu, terima ini..”


Saat raja ular mulai mendekati A Rong, tanpa di duga-duga, ia melemparkan segenggam tanah ke mata raja ular membuatnya kesulitan untuk melihat. Kesempatan itu dimanfaatkan A Rong untuk menaiki punggung raja ular sambil memeluk lehernya dengan satu tangan.


“Hei Raja ular, dengarkan aku! Mulai sekarang kau adalah beast spirit milikku!” dengan lantang A Rong berteriak sambil mengusapkan darahnya pada kepala raja ular kemudian ia melompat.


Tubuh raja ular dan A Rong mulai mengeluarkan cahaya kuning. Di kepala raja ular terbentuk sebuah gambar mahkota berwarna putih dengan mutiara merah ditengahnya. Sedangkan luka pada tubuh A Rong menghilang seakan tidak pernah terjadi apa-apa.


“Sesuai dengan kesepakatan kita, muai sekarang kau adalah tuanku,” ucap raja ular memberi hormat.


“Siapa namamu?”


“Aku tidak memiliki nama tuan.”


“Kalau begitu mulai sekarang namamu adalah Hong.”


Fei Wei dan yang lainnya menghampiri A Rong dan beast spirit barunya.


“Selamat sekarang kau telah memiliki beast spiritmu sendiri A Rong.” Ucap Fei Wei.


“Kakak hebat bisa mengalahkan ular besar itu.”


“Kau memang tidak terkalahkan A Rong.”


Mereka memberikan pujian kepada A Rong.


“Terima kasih, ini juga berkat kalian semua.”


“Raja ular ini sekarang akan mengikuti semua perintahmu, mulai sekarang kau juga harus meningkatkan kekuatannya dan mengurusnya. Dia mampu merubah ukuran tubuhnya sekecil ulat dan menjadi sangat besar. Untuk selanjutnya kau harus mencari tahu sendiri kelebihan dan kekurangan dari beast spiritmu ini. Kak Fei akan mencarikanmu buku tentangnya agar bisa kau pelajari nanti. Untuk saat ini, minta dia menjadi gelang dipergelangan tanganmu.”


A Rong mengangguk lalu melaksanakan perintah Fei Wei, “ Hong, berubalah menjadi gelang di pergelangan tanganku.”


Seketika raja ular menyusut dan diam di pergelangan tangan A Rong seperti gelang.


“Dengan begini, kau akan mudah membawanya bersamamu. Sekarang mari kita pulang dan merayakan keberhasilang A Rong.”


“Yeeeeei”


Semuanya bersorak gembira dan berjalan menuju toko.


.


.


.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2