Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu

Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu
50


__ADS_3

Setelah berusaha keras untuk membujuk Rei, permainsuri dan raja, disinilah Fei Wei dan Xio Xia sekarang, di depan kediaman Jendral Lu. Awalnya Rei bersikeras untuk ikut, namun Fei Wei tidak mengizinkannya. Lagi pula ia harus kembali ke akademi bukan?


Fei Wei dan Xio Xia kembali tanpa membawa satupun barang, bahkan mereka hanya punya sepasang pakaian yang melekat di tubuh mereka itu saja.


Penjaga gerbang membukakan pintu untuk mereka, tidak banyak yang berubah di tempat ini. Hanya di paviliunnya saja yang sedikit diperbaharui seperti kamarnya yang dibuat agak luas, pembersihan secara rutin, dan juga beberapa tanaman baru yang Fei Wei minta untuk di tanam ditamannya.


"Wah ternyata ada tamu yang datang?" Yan Xi dengan gaya angkuhnya menyambut Fei Wei, mungkin lebih tepatnya belagak seperti pemilik rumah.


"Memang kenapa? Ini adalah rumahku, dari pada kau yang hanya numpang nama saja," ucap Fei Wei melewati Yan Xi begitu saja.


Yan Xi mengepalkan tangannya, "Apa maksudmu!"


"Memang benar kan apa yang ku katakan? Kau dan ibumu tidak punya hak sama sekali dirumah ini, kau bahkan bukan saudari kandungku dan ibumu hanya ingin harta dari ayahku saja," ucap Fei Wei membuat Yan Xi semakin emosi.


"Kau! Beraninya kau menghinaku dan ibuku!"


Baru saja Yan Xi ingin melawan Fei Wei, Xio Xia dengan sigap melempar serbuk gatal pada tubuhnya.


"Apa yang kau lakukan dasar pelayan rendahan!" sambil terus menggaruk seluruh badannya yang mulai muncul bintik-bintik merah.


"Sekarang kau tidak bisa menindas kami lagi nona," ucap Xio Xia percaya diri.


Yan Xi berlari meninggalkan mereka sambil masih terus menggaruk.


"Ayo Fei kita ke paviliun,"


Mereka berjalan menuju paviliun. Xio Xia tercengang melihat semua pelayan dan penjaga membungkuk memberi hormat kepada mereka disepanjang jalan. Tidak seperti dulu yang pastinya akan dipenuhi dengan pelayan dan pengawal yang tidak sopan kepada Fei Wei bahkan tidak menganggap keberadaan anak kesayangan jendral Lu itu.


"Semua pelayan dan pengawal sudah kubersihkan Xia, tersisa mereka saja yang pasti akan mendapatkan balasan setimpal,"


Sesampainya di paviliun teratai, Xio Xia menyadari ada yang berubah. Paviliun tersebut nampak lebih luas. Ketika pertama kali masuk ada sebuah meja kecil yang bisa digunakan untuk menjamu tamu. Disebelah kanan dan kirinya terdapat ruangan yang merupakan sebuah kamar, lalu ketika berjalan masuk terdapat sebuah tempat untuk membuat pil yang ditengahnya terdapat tungku, dan juga sebuah kamar mandi.


"Wah Fei, paviliunmu telah berubah drastis,"


"Aku sengaja meminta ayahku untuk mengizinkanku memperbaharui paviliun ini.


Sekarang kau bisa tidur di kamar sebeleh kiri sedangkan kamar sebelah kanan adalah kamarku. Aku juga akan lebih leluasa untuk membuat pil disini jika sewaktu-waktu aku kembali seperti sekarang,"


"Aku bisa tidur dikamarku yang dulu Fei, aku tidak mungkin tinggal di paviliunmu ini,"

__ADS_1


"Sudahlah Xia, untuk apa ada dua kamar disini jika tidak digunakan?"


"Tapi bagaimanapun aku tetap hanya pelayan di kediaman ini Fei,"


Fei Wei mengeluarkan gulungan surat dan memberikannya kepada Xio Xia, "Ini bukalah."


"Apa ini?" tanya Xio Xia sambil menerima gulungan surat yang diberikan Fei Wei.


Saat membaca kata demi kata, Xio Xia terkejut dan matanya mulai berkaca-kaca.


"Sebelum kita kembali, aku sempat meminta ayahku untuk membuat surat pembebasanmu. Jadi mulai hari ini dan seterusnya kau sudah bebas dan bukan lagi pelayan dari kediaman ini Xia,"


"Ta...ta..ta..tapi ini terlalu berlebihan untukku. Sejak dulu aku sudah mengikutimu Fei, kau adalah satu-satunya orang yang selalu ada bersamaku. Meski aku hanya seorang pelayan, tetapi kau mempelakukanku layaknya keluarga bahkan kau mengizinkanku untuk masuk ke akademi. Lalu bagaimana mungkin aku bisa menerima hal sebesar ini,"


"Xia, di dunia ini semua orang memiliki waktunya masing-masing. Kau menjadi pelayanku bukanlah sebuah kesengajaan, tetapi memang jalanmu seperti itu. Saat itu aku hanyalah putri terbuang, sampah yang bahkan melindungi diri sendiri saja tidak bisa. Tetapi sekarang aku mampu berdiri di kakiku sendiri dan sudah waktunya kau melakukan hal itu juga. Ayahku bahkan ikut senang karena kau bisa menentukan jalanmu sendiri,"


Xio Xia memeluk Fei Wei begitu erat sambil terus menangis haru, "Terima kasih karena sudah memberiku kesempatan untuk menjadi manusia yan lebih baik,"


"Sudahlah hentikan tangisanmu itu, lebih baik sekarang kita ke pasar, kau tidak ingin memakai pakaian itu selama seminggu kan?"


Xio Xia memperhatikan pakaian yang telah ia gunakan sejak kemarin. Mereka memang sebaiknya membeli pakaian sekarang.


Awalnya ia hanya ingin membeli pakaian biasa saja, tetapi Fei Wei mengatakan bahwa sekarang Xio Xia sudah memiliki banyak uang dari hasil misinya selama di akademi ditambah uang bagiannya dari toko Qi, sekali-kali tidak apalah jika ia ingin membeli barang yang ia suka.


Setelah selesai, mereka menuju ke toko Su. Toko ini semakin ramai saja oleh pengunjung. Banyak sekali orang yang mengantri di depan toko. Fei Wei dan Xio Xia masuk begitu saja, mereka ingin segera bertemu dengan bibi Su dan yang lainnya.


"Sepertinya toko semakin ramai saja,"


"Kalian?" bibi Su menyambut mereka dengan gembira. Mereka berpelukan melepas rindu.


"Apa kabar bi Su, sepertinya sudah lama sekali kami tidak bertemu denganmu,"


"Semuanya baik, anak-anak juga sudah mulai berpikir dewasa sehingga tidak sulit mengurus mereka, bahkan terkadang piliran mereka lebih bijak dariku,"


"Sepertinya anak-anak itu benar sudah tumbuh dewasa,"


Fei Wei memandangi mereka satu persatu yang sedang sibuk melayani pengunjung.


"Sekarang bi Su istirahat saja, biar aku dan Xio Xia yang mengurus ini,"

__ADS_1


"Sudah tidak apa, kalian pasti kelelahan,"


"Benar kata Fei bi Su, sebaiknya bibi istirahat saja, biar kami saja yang menemani anak-anak ini,"


Bibi Su akhirnya pasrah saja lalu masuk untuk beristirahat.


"Kau disini sebagai kasir saja Xia, aku akan melayani pelanggan," Xio Xia mengangguk menyetujui perkataan Fei Wei. Sedangkan Fei Wei mulai menjamu beberapa pelanggan dan memberikan mereka rekomendasi.


Ke-empat anak itu sangat senang saat menyadari kehadiran Fei Wei. Fei Wei juga memberitahukan bahwa Xio Xia ikut bersamanya dan sedang menggantikan bibi Su.


Ada beberapa pelanggan yang bertanya mengapa Fei Wei ada di toko ini, karena yang mereka tahu Fei Wei adalah anak dari jendral Lu. Fei Wei memberitahu mereka bahwa ia kenal baik dengan pemilik toko Su itu, karena itu ia membantunya. Untung saja mereka percaya melihat identitas Fei Wei yang bukanlah orang sembarangan.


Waktu sudah menunjukkan pukul 3, itu artinya toko sudah harus ditutup. Semua orang yang awalnya mengantri kini mulai berbubaran karena memang mereka sudah tau bahwa toko akan ditutup jam 3.


Mereka menaiki kereta kuda milik sekte untuk segera sampai ke toko Qi.


"Hai semuanya, akhirnya kita bertemu lagi,"


Mereka berhamburan memeluk Fei Wei dan juga Xio Xia. Ke-sebelas anak itu ditambah bibi Su tetap tinggal di rumah A Rong, sedangkan untuk yang lainnya, masing-masing tinggal di toko dimana mereka bekerja baik toko Qi atau toko perhiasan Qi. Dan untuk para pekerja, mereka tinggal di markas goa.


"Karena matahari belum terbenam, ayo ikut aku masuk ke dalam hutan, aku akan berburu beast spirit,"


"Yeeei kami mau ikuuut!"


"Iya kami ikuut,"


Fei Wei mengajak ke-11 anak itu untuk memasuki hutan keramat sedangkan Xio Xia dan bibi Su memilih untuk menyiapkan mereka makanan.


.


.


.


Tbc.....


Support author dengan menyumbangkan dana seikhlasnya 👇👇👇


https://link.dana.id/qr/m0vpqq2

__ADS_1


__ADS_2