Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu

Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu
16


__ADS_3

...Cerita ini merupakan asli karanganku sendiri, bila ada kesamaan latar tempat, nama, cerita, dan lain hal, itu bukanlah sebuah unsur kesengajaan. Cerita ini adalah cerita yang sangat umum di dapatkan. Hanya karya yang ku buat untuk menuangkan imajinasiku saja. ...


...***...


...HAPPY READING...


...***...


Perjalanan dari kota Shichang ke kota  Shui memerlukan waktu 12 jam.


Jalan yang mereka lalui cukup sunyi karena mereka harus melewati pinggiran hutan keramat.


Pada pagi hari, masih ada beberapa kereta kuda yang terkadang melewati daerah tersebut. Berbeda dengan malam hari yang terkesan menyeramkan.


Tetapi memang seperti itulah kebiasaan para pedagang yang akan pergi ke kota Shui, mereka lebih suka bepergian di malam hari.


Alasannya adalah agar mereka bisa sampai pada pagi harinya di kota Shui.


Sementara Xio Xia tertidur di kereta, Mei Wei masih berada di dalam gelang ruang.


"Yang, kau tahu apakah disini ada sesuatu yang bisa di gunakan untuk mengirim uang atau barang dengan cepat meski jaraknya sangat jauh?" Fei Wei bertanya sambil membaca resep pil yang ada di perpustakaan.


"Ada satu barang yang bisa kau buat untuk hal ini, barang itu bernama AK atau singkatan dari Angin Kilat. Kau bisa memindahkan barang dari AK satu ke AK yang lain dan ruang penyimpanannya tergantung dari kualitas dari AK ini, jika mampu membuat AK dengan kualitas tertinggi makana ruang penyimpanannya bahkan sampai tidak terbatas,"


"Bagaimana aku bisa mendapatkannya?" Fei Wei mulai tertarik dengan hal itu.


"Sangat sulit untuk membuat barang ini nona, bahkan seumur hidupku, aku hanya pernah melihat 3 buah AK saja, itu pun hanya di tingkat rendah,"


"Tapi jika nona ingin membuatnya, aku akan memberitahumu. Pertama bahan dasar pembuatan AK ini adalah dari pohon laut biru yang terletak di pulau Ayin yang berada di kota yang kita tujuh sekarang. Namun tidak mudah untuk sampai kesana, nona harus melewati banyak rintangan,"


"Setelah itu, nona harus mengumpulkan masing-masing 5 batu es merah, biru, putih, kuning, dan hijau untuk membuat 1 AK. Tenang saja, jika nona bisa sampai di pohon laut biru, berarti mendapatkan batu es ini akan mudah untuk nona. Namun terkadang seseorang hanya bisa mengumpulkan beberapa saja, maka dari itu AK yang mereka hasilkan juga termasuk kategori AK rendah. Jika ingin AK yang berkualitas tinggi, maka harus mengumpulkan semuanya dengan jumlah 5 buah setiap warna,"


"Bahan terakhir adalah mengumpulkan angin panas dan angin dingin secara bersamaan di dalam satu wadah, ini lah yang paling sulit karena angin ini hanya akan muncul sekali dalam 50 tahun dalam jangka waktu 5 menit saja dan seminggu lagi tepatnya tengah malam, angin itu akan muncul. Tentu saja menangkapnya hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang memiliki elemen angin atau beast spirit yang memiliki kekuatan angin,"


"Jika berhasil mengumpulkan semua bahannya, maka pembuatan AK ini bisa di lakukan segera, namun pembuatannya akan memerlukan waktu sekitar 10-12 bulan lamanya. Tapi jika kau membuatnya di dalam gelang ruang, tentu saja akan lebih cepat, kau tahu sendiri 1 hari di dalam sini hanya memakan waktu 10 menit di dunia luar,"

__ADS_1


"Ternyata membuat barang ini sangat merepotkan, tapi tak apa aku akan membuatnya nanti. Tentu saja aku akan membuat AK dengan kualitas tinggi, dan aku tidak akan membuat 1 buah saja, tapi akan ku buat sebanyak mungkin,"


"Iya iya terserahmu sajalah, aku ingin pergi sekarang," setelah mengatakan itu, Yang pergi begitu saja meninggalkan Fei Wei yang kembali fokus pada buku bacaannya.


*****


Tepat jam 6 pagi mereka sampai di kota Shui, Xio Xia yang mengetahal itu membangunkan Fei Wei yang masih terlelap. Setelah selesai membaca buku resep pilnya, Fei Wei memang memutuskan untuk beristirahat.


"Nona bangunlah, sepertinya kita akan segera sampai," Xio Xia mencoba untuk membangunkan Fei Wei. Ia melihat ke arah luar jendela.


Matahari yang akan terbit sangat indah memancarkan warna jingga di langit yang masih remang-remang.


Udara dingin dengan suasana yang masih agak berkabut tidak membuat Xio Xia mengalihkan pandangannya pada setiap jalan yang mereka lalui.


"Apakah kita sudah sampai Xio Xia?" tanya Fei Wei yang baru saja bangun.


"Ya nona, sepertinya kita sudah sampai,"


"Baguslah kalau begitu, oh iya apa kau ingat jalan menuju ke kediaman jendral Wei?"


"Tahu nona, lagi pula nona tidak perlu khawatir jika sudah sampai di kota ini. Karena semua orang tahu dimana kediaman Wei yang terkenal sangat bijaksana,"


Setelah kereta yang mereka tumpangi berhenti, Fei Wei dan Xio Xia turun dan mengucapkan terima kasih kepada sang supir kereta tersebut.


Karena masih terlalu pagi, Fei Wei mengajak Xio Xia untuk berkeliling di sekitar pasar disana. Meski tidak semeriah pasar di kota Shichang, namun ia tetap senang berkeliling sejenak.


"Nona, makanlah roti ini untuk mengisi perut nona," Xio Xia menyerahkan roti yang masih panas kepada Fei Wei. Ia membeli roti itu untuk mengganjal perut mereka pagi ini.


"Terima kasih Xio Xia, kau tahu saja jika aku sedang lapar hehehe,"


Mereka memakan roti tersebut sambil menikmati laut yang sangat dekat dengan pasar.


"Wah setelah sekian lama akhirnya aku bisa menikmati suasana laut yang menenangkan ini, sangat damai dan seakan semua bebanku terangkat,"


"Benar nona, rasanya sangat damai, berbeda sekali dengan kota Shichang kita yang sangat ramai dan penuh dengan suara gaduh," ucap Xio Xia membenarkan ucapan Fei Wei.

__ADS_1


Setelah menghabiskan makanan mereka, Fei Wei bergegas mengajak Xio Xia untuk pergi ke kediaman jendral Wei.


Ia ingin melihat sendiri bagaimana keluarga dari ibunya itu. Apakah benar sangat baik, atau hanya perkataan dari orang saja yang melebih-lebihkan.


Mereka berjalan kaki menuju ke kediaman tersebut karena memang jaraknya yang tidak terlalu jauh. Alasan lainnya adalah, Fei Wei ingin menikmati setiap langkah yang ia ambil sambil menikmati pemandangan di kota ini.


"Nona sepertinya kita sudah sampai, lihat di depan sana tempatnya," Xio Xia menunjuk sebuah kediaman yang terlihat sangat asri dari luar.


"Benar, aku rasa itu tempatnya, ayo Xio Xia kita kesana,"


Mereka mempercepat langkah kaki untuk segera kesana. Di depan gerbang tertulis bahwa itu adalah kediaman jendral Wei.


Mereka mengetuk pintu gerbang dan tak lama kemudian pintu di buka oleh seorang pengawal.


"Tuan boleh kami masuk, kami berasal dari kota Shichang, dan ini adalah nona Lu Fei Wei," Xio Xia berbicara sopan dengan sang pengawal yang membuka pintu.


"Ah benar, tuan telah menunggu nona di dalam. Silahkan masuk nona saya akan mengantar anda,"


Ketika pertama kali memasuki kediaman tersebut, hal pertama yang Fei Wei lihat adalah hamparan bunga yang sangat indah yang tertata rapi disisi jalan. Pohon-pohon yang menjulang tinggi dan sebuah taman yang indah.


Sepertinya mereka sangat menyukai keindahan sehingga menata kediaman ini sedemikian rupa agar enak di pandang.


"Tuan, nona Fei Wei sudah datang,"


Sang pengawal memberi hormat kepada seorang laki-laki seusia jendral Lu yang membelakangi mereka.


"Pergilah," ucapnya terkesan dingin.


Ketika berbalik dan melihat Fei Wei, ia menampakkan wajah marah dan emosi.


"Fei Wei!"


.


.

__ADS_1


.


Tbc......


__ADS_2