Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu

Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu
28


__ADS_3

...Cerita ini merupakan asli karanganku sendiri, bila ada kesamaan latar tempat, nama, cerita, dan lain hal, itu bukanlah sebuah unsur kesengajaan. Cerita ini adalah cerita yang sangat umum di dapatkan. Hanya karya yang ku buat untuk menuangkan imajinasiku saja. ...


...***...


...Typo Bertebaran...


...***...


...HAPPY READING...


...***...


Sesampainya di kediamannya, ternyata ketiga teman serumahnya sedang bersiap ingin pergi ke suatu tempat.


"Kalian ingin kemana?" tanya Fei Wei yang baru saja sampai.


"Kami ingin makan di kantin Fei, kau mau ikut juga?" ucap Di dengan wajah imutnya.


"Benar, hari ini aku akan membelikan kalian makanan yang sangat lezat," ucap Dian bangga.


"Aduh, mau pamer dia," monolog Fei Wei dalam hati.


"Ayo, kebetulan sekali aku juga sudah sangat lapar," ucap Fei Wei, kalau di kasih rezeki tuh gak boleh di tolak, apalagi dapat makanan gratis.


Mereka berempat berjalan menuju ke arah kantin dengan Dian yang memimpin. Biarkan saja dia yang memilih, toh makanan malam ini akan di sponsori olehnya.


Mereka telah sampai di salah satu kantin termahal di akademi ini.


"Dian, sepertinya kita pindah saja, kantin ini terlalu mahal untuk kita," ucap Di cemas.


"Benar apa yang dikatakan Di, kita bisa makan di kantin yang lebih murah," Lanjut Han yang berdiri di dekat Di.


"Kalian tenang saja, aku ini seorang putri, makanan disini tidak ada harganya untukku," ucap Dian sombong.


"Sudahlah, kita duduk saja, toh Dian punya banyak uang kan," ucap Fei Wei yang mengambil tempat pertama kali.


Setelah berpikir beberapa saat, Di dan Han mengikuti Fei Wei mengambil tempat di dekatnya.


Ketika mereka telah mengambil posisi, seorang pelayan wanita datang menghampiri mereka sambil membawa buku menu.


"Selamat malam, silahkan nona-nona sekalian memilih makanan yang ada," ucap pelayan tersebut sambil memberikan buku menu.


"Waaah makanan disini sepertinya sangat lezat, lihatlah gambarnya sungguh menggiurkan," ucap Di antusias.


"Tentu saja, pilihlah, hari ini aku berbaik hati pada kalian," ucap Dian masih dengan nada sombongnya.


Fei Wei tentu tahu niat sebenarnya dari Dian. Dia hanya ingin menunjukkan bahwa dirinya berkusa dan mereka tidak bisa berbuat apa-apa padanya.


Tapi ia diamkan saja, jarang-jarang juga ia bisa memakan makanan yang sangat mahal seperti ini, meski sebenarnya ia bisa saja meminta kepada Ayahnya, tetapi sungguh boros jika sebuah makanan bisa menghabiskan berpuluh tael emas.


Setelah memesan, pelayan tersebut kembali untuk menyiapkan hidangan mereka.


"Kau sungguh baik Dian, seumur hidup aku baru melihat ada hidangan semahal itu, bahkan uangku selama setahun sepertinya tidak akan sanggup membayar harga makanan disini," ucap Di tulus.


"Tentu saja, aku adalah seorang putri sedangkan kau hanya rakyat biasa," ucap Dian bangga.


Di yang mendengar hal itu nampak murung, meski hal yang dikatakan oleh Dian benar, namun hatinya terasa sakit.


"Seseorang tidak akan di hargai hanya karena statusnya, tetapi karena hatinya," ucap Fei Wei mencoba menenangkan Di dan sepertinya itu berhasil.

__ADS_1


Saat mereka masih asyik menunggu dan sesekali berbincang, Li Mou dan Huan Zu datang menghampiri mereka, lebih tepatnya menghampiri Fei Wei.


"Fei'er apa yang kau lakukan disini?" tanya Li Mou yang baru saja datang.


Ketiga wanita itu nampak kaget dan terkesima dengan ketampanan mereka berdua.


"Kak Li, kak Zu, ah aku sedang menunggu makanan yang kami pesan, temanku ini ingin membelikan kami makanan," ucap Fei Wei sambil menunjuk Dian.


Dian lalu tersenyum dan berdiri memberi hormat kepada mereka.


"Perkenalkan saya adalah Guan Dian putri dari kerajaan Bwa. Senang bisa berkenalan dengan tuan Wei sekalian," ucap Dian sok cantik.


"Bagaimana kalian tahu bahwa mereka adalah putra dari jendral Wei?" tanya Fei Wei penasaran.


"Tentu saja kami tahu, mereka sudah sangat terkenal bahkan sampai ke seluru penjuru negeri," ucap Han yang sedari tadi tidak bersuara.


"Ternyata kalian sangat terkenal," ucap Fei Wei sambil memukul pelan bahu mereka.


"Baru saja kami ingin mencarimu untuk makan, ternyata kau sudah ada disini lebih dulu," ucap Huan Zu, sambil mengacak pelan rambut Fei Wei.


"Lain kali saja ya kak, hari ini aku akan makan dengan temanku,"


"Bagaimana jika kalian bergabung dengan kami?" tawar Dian penuh harap.


"Tidak usah, kami akan duduk di meja itu," ucap Li Mau lalu memilih untuk segera duduk di meja yang ia maksud.


Fei Wei tentu tahu kalau Li Mau tidak suka dengan Dian hahaha.


"Kami tidak akan mengganggu kalian lagi, kami akan duduk disana," ucap Huan Zu kepada mereka lalu menyusul Li Mou.


Dian yang merasa di acuhkan memasang wajah tak suka dan kembali duduk.


Setelah menunggu beberapa saat, pesanan mereka akhirnya datang. Mereka memakan semua hidangan yang ada di meja tersebut.


"Akhinya kenyang juga," seru Fei Wei.


"Masakan disini benar-benar enak, aku baru pertama kali memakan makanan seenak ini," ucap Di.


"Benar, rasanya sangat enak," tambah Han.


"Tentu saja makanannya enak, bagaimana pun ini merupakan salah satu kantin yang paling mahal di akademi ini," ucap Dian mengingatkan mereka.


Dian mengangkat tangannya bermaksud untuk memanggil pelayan.


"Berapa total semuanya?" tanya Dian kepada sang pelayan.


"Total semua makanan yang anda pesan adalah 10 tael emas nona," ucap pelayan itu sopan.


"APA!" teriak Dian tak percaya.


Pasalnya bagaimana mungkin makanan seperti itu bisa senilai 10 tael emas.


"Mahal sekali, aku tidak menyangka makanan yang kita makan bisa semahal itu," ucap Di pelan.


"Benar, aku bahkan tidak akan pernah memegang uang sebanyak itu," lanjut Han.


"Apa kau berusaha menipuku! Bagaimana mungkin makanan bisa semahal itu!" bentak Dian pada sang pelayan.


"Tapi nona, harga makanan yang nona pesan memang seperti itu,"

__ADS_1


Dian berpikir sejenak, ia sebenarnya bisa saja membayar makanan itu, namun jika ia membayarnya, sisa uang yang ia miliki hanyalah 3 tael emas dan itu tidak akan cukup untuknya.


Uang itu bahkan dengan susah payah iya kumpulkan selama setahun dengan menyisihkan 1 tael emas setiap bulannya.


"Ada apa ini?" tanya Huan Zu mendatangi mereka bersama Li Mou. Mereka baru saja selesai memakan pesanan mereka.


"Nona ini berkata bahwa saya menipunya, padahal harga makanan yang ia pesan memang seperti itu," ucap sang pelayan.


"Bukan seperti itu tuan Huan Zu, saya hanya tidak percaya jika total pesanan kami adalah 10 tael emas," ucap Dian membela dirinya.


"Aduuuh kalau tak bisa membayar, tidak usah berlagak bisa," sinis Li Mou yang sedari tadi memperhatikan.


Dian hanya diam mendengar ucapan Li Mou yang begitu tajam.


"Biar aku saja yang membayarnya kalau kau tak bisa," ucap Fei Wei berdiri mendekati mereka.


Baru saja Fei Wei ingin mengeluarkan uang dari cincinnya, Huan Zu sudah menahannya.


"Biar kami saja yang membayar, kau tidak perlu mengeluarkan uangmu," ucap Huan Zu memberikan cincin ruangnya pada sang pelayan.


Pelayan tersebut berlalu pergi untuk membayarkan makanan mereka.


"Loh kenapa kak Zu yang membayar, makanan itu kan kami yang memakannya,"


"Tidak apa Fei'er, simpan saja uangmu untuk keperluan lainnya," ucap Huan Zu lembut.


"Lain kali jika ingin mengajak orang lain makan, lihat dulu tempatnya. Membuat malu saja,"


Perkataan tajam Li Mou terasa menusuk dada Dian. Ia memang tidak menyangka bahwa makanan yang mereka pesan akan semahal itu. Bahkan sedari tadi ia telah menyombongkan dirinya.


"Sudahlah kak Li, apa yang terjadi hari ini mungkin bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua," ucap Fei Wei tenang.


Setelah pelayan itu mengembalikan cincin milik Huan Zu, mereka berjaan kembali menuju ke kediaman masing-masing.


.


.


.


Tbc....


HARGA MAKANAN


KANTIN BIASA


-Makanan \= 10-500 koin emas


-Minuman \= 5-200 koin emas


KANTIN SEDANG


-Makanan \= 1.000 koin emas - 50 tael perak


-Minuman \= 100-5.000 koin emas


KANTIN MAHAL


-Makanan \= 100 tael perak - 50 tael emas

__ADS_1


-Minuman \= 1- 500 tael perak


__ADS_2