Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu

Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu
23


__ADS_3

...Cerita ini merupakan asli karanganku sendiri, bila ada kesamaan latar tempat, nama, cerita, dan lain hal, itu bukanlah sebuah unsur kesengajaan. Cerita ini adalah cerita yang sangat umum di dapatkan. Hanya karya yang ku buat untuk menuangkan imajinasiku saja. ...


...***...


...Typo Bertebaran...


...***...


...HAPPY READING...


...***...


Fei Wei dan Xio Xia telah kembali ke kediaman jendral Lu. Selama beberapa hari ini Fei Wei mengurung diri karena fokus membuat 20 AK miliknya. Ia mengerahkan banyak sekali tenaga yang menguras energi. Hampir seminggu semenjak kepulangannya ia tak pernah keluar dari kamar dan hanya meminta Xio Xia sesekali datang untuk mengantarkan makanan.


Beruntung jendral Lu sedang ada tugas sehingga ia baru akan kembali bulan depan, sedangkan nyonya Yan dan Yan Xi baru saja pergi ketika mereka tiba minggu lalu. Kata para pelayan, mereka akan pergi ke kota Qian selama seminggu.


"Akh akhirnya 20 AK milikku selesai juga," ucap Fei Wei yang baru saja menyelesaikan pembuatan AK miliknya.


"Uhuk"


Tiba-tiba Fei Wei batuk dan mengeluarkan darah. Tenaganya terkuras banyak dan itu adalah hal yang wajar. Bahkan mungkin jika orang lain yang membuatnya, mereka tidak akan bisa bertahan.


Yang memberikan Fei Wei air suci untuk ia minum agar tenaganya bisa pulih kembali.


Dilihatnya 20 buah AK dengan warna kuning keemasan itu. Bentuknya yang segi enam agak sedikit panjang dengan tombol kecil di tengahnya.


"Bagaimana cara menggunakannya?"


"Kau hanya perlu menekan tombol kecil pada AK itu lalu akan muncul beberapa pilihan yang hanya bisa dilihat oleh orang yang menggunakan AK itu sendiri," jelas Yang kepada Fei Wei yang nampak sudah mengerti.


Fei Wei menekan tombol kecil yang ada di AK tersebut lalu keluarlah sebuah layar hologram panjang dengan beberapa pilihan.


"Wah, ini seperti sedang bermain game saja!" seru Fei Wei takjub.


"Bagaimana aku memasukkan uang ke dalam AK ini?"


"Di dalam AK terdapat tiga pilihan yaitu saldo, kirim dan barang. Pilihan saldo akan memperlihatkan jumlah uang yang ada di AK milikmu dan kau juga bisa memasukkan uang dipilihan masuk dengan menghubungkan pikiran dan AK milikmu lalu pikirkan berapa jumlah uang yang akan kau masukkan, begitupun jika kau ingin mengambil uang atau barang tersebut, cukup pikirkan saja,"


"Kemudian di pilihan kirim terdapat pilihan jumlah dan ingin dikirim ke mana uang atau barang itu. Caranya sama, kau hanya perlu memikirkan jumlah, jenis, dan orang yang ingin kau kirimkan, tentunya orang itu harus memiliki AK juga. Sedangkan pada pilihan barang adalah jenis dan jumlah barang yang ada di AK milikmu,"


Fei Wei mendengar penjelasan Yang dengan seksama.


"Baiklah aku sudah mengerti,"


Fei Wei menyimpan AK miliknya, setiap AK yang telah memiliki tuan, secara otomatis akan terhubung dengan tuannya.


Fei Wei keluar dari gelang ruang. Saat ia membuka mata, ternyata Xio Xia sedang menyiapkan makanan untuknya.


"Xia mendekatlah,"


Xio Xia yang di panggil mendekati Fei Wei yang masih terduduk di ranjangnya.

__ADS_1


"Ambillah ini, dengan AK ini akan lebih mudah bagimu menyimpan uang dan barang milikmu," Fei Wei mengeluarkan satu AK yang ia berikan kepada Xio Xia.


"I..i...ini AK yang melegenda itu, bagaimana kau bisa mendapatkannya?" Xio xia nampak terkejut melihat apa yang ada di genggamannya.


"Benar, itu adalah AK yang terkenal itu, inilah alasanku selalu keluar saat kita berada di kediaman jendral Wei. Karena aku mengumpulkan semua bahan yang ku perlukan untuk membuat AK ini,"


Xia menekan tombol kecil yang ada pada AK miliknya, yang secara tidak langsung telah terhubung dengan dirinya sendiri.


"Aku akan menjaga AK ini semampuku Fei,"


"Sudahlah, ayo kita makan, setelah itu kita akan mengunjungi anak-anak dan membagikan AK untuk mereka,"


Fei Wei dan Xio Xia menghabiskan makanan yang telah Xio Xia siapkan. Kini mereka telah menjadi sahabat tanpa adanya perbedaan status. Meski awalnya Xio Xia menolak, namun ia mulai terbiasa.


Setelah mereka selesai memakan hidangan itu, mereka pergi menuju ke toko Qi. Mumpung nyonya Yan dan Yan Xi baru akan pulang besok, jadi Fei Wei bisa dengan bebas keluar kemana saja.


Dua minggu tak ke toko miliknya, ternyata toko itu semakin ramai saja. Meskipun jam kerjanya telah dibatasi beserta hanya buka 5 hari saja, namun tidak mengurangi pelanggan yang datang.


Fei Wei dan Xio Xia tidak langsung masuk ke dalam toko, tetapi ia ikut mengantri bersama dengan pelanggan yang lain.


"Permisi tuan, apakah tuan sering datang ke toko ini?" tanya Fei Wei kepada lelaki berumur 20-an yang ada di depannya.


"Benar, hampir setiap hari aku kesini meskipun pada awalnya aku takut karena letaknya yang dekat dengan hutan keramat,"


"Tuan biasanya membeli apa di toko ini dan mengapa banyak sekali orang yang mengantri?"


"Apakah kau orang baru di kota ini? Toko ini sedang menjadi perbincangan di kalangan masyarakat rendah maupun bangsawan karena kualitas pil yang mereka buat tidaklah main-main. Dan juga toko ini belum genap sebulan namun sudah mampu menghebohkan penjuru kota ini. Bukan itu saja, toko Su juga merupakan cabang dari kota ini, padahal dahulu toko Su itu jarang sekali dilirik oleh orang,"


"Dengan kualitas yang tinggi, harga seperti itu wajar saja di berikan. Bahkan tak jarang toko yang menjual pil dengan tingkat rendah namun dengan harga yang sangat tinggi,"


Setelah mengatakan itu, tibalah giliran dari tuan tersebut.


Ta Won yang melihat Fei Wei dan Xio Xia hampir saja membeberkan jati dirinya jika ia tak memberi isyarat agar Ta Won diam.


Karena jam sudah menunjukkan pukul 2.50 siang, jadi tidak akan ada yang curiga jika Fei Wei berlama-lama di toko itu. Ia berkeliling bersama Xio Xia sedangkan anak-anak yng lain sibuk melayani pelanggan sampai toko di tutup.


"Kak Fei dan kak Xia kenapa baru datang sekarang, apakah terjadi sesuatu?" tanya A Rong yang sudah berkumpul bersama anak-anak yang lain.


"Selama seminggu setelah sampai di kota ini aku dan kak Xia sibuk membuat sesuatu yang akan ku berikan kepada kalian, tapi tunggu sampai yang lain datang,"


Wajah mereka yang nampak kesenangan ketika mendengar akan mendapatkan hadiah, harus kembali murung karena menunggu anak-anak yang lain dan bibi Su.


Setelah menunggu 10 menit, mereka akhirnya datang. Fei Wei mulai membagikan satu persatu AK untuk mereka.


"Barang yang aku bagikan kepada kalian adalah AK,"


Mendengar hal itu, bibi Su gemetaran. Ia tak dapat menyembunyikan wajah terkejutnya.


"Ba..ba..bagaimana bisa kau mendapatkan barang berharga ini, bahkan ada banyak," ucap bibi Su, pasalnya ia hanya pernah melihat gambar AK tersebut di buku kuno yang ia baca beberapa tahun lalu.


"Bibi tidak perlu tahu, yang perlu bibi tahu adalah sekarang AK yang ada di tangan bibi adalah milik bibi,"

__ADS_1


Fei Wei menjelaskan cara penggunaan AK tersebut. AK ini dapat digunakan untuk mengirim keuntungan dari toko yang Fei Wei miliki dan tentunya akan lebih mudah.


"Untuk toko Qi, A Rong yang akan menyimpan keuntungan dan mengirimkannya kepadaku setiap bulan sedangkan toko Su, bibi Su hanya perlu mengirimkan keuntungan milikku saja. Untuk upah anak-anak akan ku kirimkan setelah aku menerima keuntungan setiap bulannya,"


"Aku juga berencana untuk menjual pil teratai biru yang akan ku buat sendiri dan akan mengirimnya lewat AK ini. Namun aku hanya akan membuat 5 butir setiap tingkatan perminggunya"


A Rong dan bibi Su mengangguk tanda mengerti. Kemudian mereka menghabiskan waktu dengan menceritakan apa saja yang terjadi selama Fei Wei dan Xio Xia tak ada.


.


.


.


Keesokan harinya nyonya Yan dan Yan Xi telah kembali ke kediaman jendral Lu. Mereka dengan angkuhnya mendatangi Fei Wei yang sedang berbincang dengan Xio Xia.


"Hei kau anak tak berguna, enak sekali kau duduk santai disini sambil tertawa. Kau tidak berhak!"


"Iya, benar kata ibu, kau itu tidak ada gunanya, cepat sediakan makanan untukku dan ibu! Atau tidak kau akan mendapatkan ganjarannya. Cepat!"


"Kalian pikir aku pelayan yang bisa kalian suruh-suruh, cih bahkan menyentuh sehelai rambutku saja kalian tidak akan bisa," dengan santainya Fei Wei berkata seperti itu sambil menyesap teh yang ia nikmati.


"Dasar kau manusia rendahan! Tak berguna!"


Yan Xi maju dan melawan Fei Wei. Belum sempat ia mendekatinya, ia terlebih dahulu jatuh terduduk karena serangan Fei Wei yang mengenai perutnya.


"Sudah ku bilang, kau tidak akan bisa melawanku,"


Dengan menahan sakit di perutnya, Yan Xi mencoba untuk melawan Fei Wei lagi, namun Fei Wei mampu menangkis serangan Yan Xi dan menampar dirinya sampai ia pingsan sangking kerasnya.


"Yan Xi!"


"Apa yang kau lakukan dasar anak sialan!"


Nyonya Yan memanggil beberapa pengawal untuk membawa Yan Xi ke kamarnya. Ia tak menduga anak yang selama ini terlihat lemah, mampu melawan anaknya yang sudah mencapai tingkat ke 15.


"Wah Fei, kau sangat hebat bisa mengalahkan Yan Xi,"


"Tentu saja, tingkat kultivasiku jauh di atas dirinya. Ia sama saja mencari kematian dengan melawanku,"


"Sungguh hebat, kau yang dulu di rendahkan oleh orang-orang kini tidak akan ada lagi yang berani padamu,"


"Kita lihat saja, permainan apa lagi yang akan mereka lakukan," Fei Wei tersenyum licik membayangkan apa yang akan ia lakukan jika mereka berani melawannya lagi.


.


.


.


Tbc.....

__ADS_1


__ADS_2