
HAPPY READING
No Plagiat
Wajib follow
.................
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang. Dimana dua akademi ternama dan paling disegani dipenjuru negeri bersatu untuk mempererat ikatan diantara mereka.
Terlihat bahwa semua murid dari akademi Ba Xian sedang berbaris untuk menyambut kedatangan para murid dari akademi Qi Li.
"Mengapa harus murid dari akademi Qi Li yang ke akademi kita? Kenapa bukan kita saja yang kesana?" Tanya Dian sambil terus mengipasi dirinya.
Cuaca hari ini memang sangat terik, ditambah mereka harus berkerumunan berdiri, huft.
"Kau harus menunggu 10 tahun lagi Dian jika ingin kesana," ucap Han tertawa kecil bersama Di.
"Sudahlah, lihat yang ditunggu-tunggu sedari tadi sudah datang," ucap Fei Wei sambil matanya tertuju ke arah gerbang yang terbuka.
Satu persatu kereta kuda yang membawa rombongan dari akademi Qi Li memasuki akademi Ba Xian. Suasana
yang awalnya ramai dengan suara para murid kini tergantikan dengan suara hentakan kaki para kuda yang berjalan melewati mereka. Ada sekitar 25 kereta kuda dimana setiap keretanya mampu menampung kurang lebih 4-5 orang.
Para guru mulai mendekat ketika semua kereta berhenti. Satu persatu guru dan murid dari akademi Qi Li keluar dari kereta tersebut.
"Selamat datang guru Xium hahaha, kami sudah menunggu kedatangan kalian," sapa guru Dwa ramah jelas terlihat bahwa mereka sangat akrab.
"Hahaha maafkan keterlambatan kami tetua Dwa, kalian pasti sangat lama menunggu,"
"Tidak guru Xium, ah lebih baik sekarang kalian masuk terlebih dahulu,"
__ADS_1
Ke-empat guru dari akademi Qi Li mengikuti para guru dari akademi Ba Xian memasuki ruang perjamuan, sedangkan para muridnya diarahkan untuk berkumpul di aula pertemuan.
Sedari tadi mata Fei Wei tidak lepas dari seorang gadis yang sedang bercanda tawa dengan temannya. Gadis yang dulunya merupakan pelayan pribadinya dan sudah ia anggap seperti keluarga. Yups, dia adalah Xio Xia.
Sangat terlihat jelas perubahan pada diri Xio Xia. Rambutnya yang dulu selalu ia cepol kini dibiarkan terurai panjang. Wajhnya semakin bersih dan pakaian yang ia pakai semakin membuatnya terlihat berkarisma, ditambah sudah lama sekali mereka tidak bertemu dan berhubungan.
"Kau sedang melihat apa Fei?" tanya Dian yang memperhatikan Fei Wei sedari tadi.
"Tidak, hanya seorang teman," ucap Fei Wei memalingkan pandangannya.
"Yang kemarin kau sebutkan itu, dimana orangnya, aku sangat ingin melihatnya," tanya Di sambil mencari seseorang yang dimaksud Fei Wei.
"Kalian akan melihatnya sebentar lagi," ucap Fei Wei tenang, matanya tidak pernah lepas dari Xio Xia.
Han yang sedari tadi hanya diam memperhatikan, merasakan sesutu yang berusaha disembunyikan oleh Fei Wei. Digenggamnya tangan Fei sambil meremasnya lembut berusaha memberikan ketenangan kepada sang empuh. Fei Wei menatap Han sambil tersenyum menyiratkan bahwa ia baik-baik saja.
Fei Wei meminta Fu untuk menghampiri Xio Xia, ia berubah menjadi burung kecil lalu terbang menuju Xio Xia yang terlihat sedang tertawa dengan temannya. Pandanga Xi Xia teralihkan melihat burung kecil yang merupakan wujud Fu itu. Ia terkejut saat melihat sang burung bertengger nyaman dibahu seseorang. Matanya membulat melihat Fei Wei yang sudah lama tidak ia jumpai.
Tatapan keduanya bertemu. Fei Wei tidak bisa mengartikan tatapan dari Xio Xia. Namun satu hal yang bisa ia lihat dari ekspresi wajah itu, Xio Xia sangat jelas sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
.....
"Aku ingin menjelaskan semuanya kepadamu Fei," jawabnya pelan. Fei Wei dapat melihat penyesalan yang tergambar diwajah Xio Xia.
"Maka jelaskanlah sesukamu," Xio Xia menarik napas panjang lalu membuangnya. Iya maju agar lebih dekat dengan Fei Wei.
"Pertama aku ingin meminta maaf karena selama ini tidak ingin bertemu denganmu atau sekedar membalas pesanmu. Aku tidak punya pilihan lain Fei, ada masalah yang..." Xio Xia tidak melanjutkan ucapannya, ia melirik ke kanan dan ke kiri memastikaan bahwa tidak ada yang mendengar percakapan mereka.
"Tempat ini sudah ku beri tameng agar tidak ada yang bisa melihat atau mendengar percakapan kita," jelas Fei Wei yang sepertinya membuat Xio Xia merasa lega.
"Begini, aku akan menceritakannya dari awal. Kau tahukan jika tuan Lu selama setahun ini sedang sibuk di perbatasan? Aku juga mengetahui hal itu. Ayah temanku merupakan salah satu pengawal kepercayaan dari tuan Lu yang juga ikut berperang di perbatasan,"
__ADS_1
"Ia sering mendapat kabar dari ayahnya. Namun ada hal yang aneh dari perang ini, entah mengapa mereka merasa bahwa perang ini bukanlah inti dari masalah yang kita hadapi sekarang, seakan ada sesuatu yang sedang
menunggu kita,"
"Saat itulah aku bersama temanku secara diam-diam mempelajari sebuah mantra yang dapat memperlihatkan apa yang akan terjadi. Sayangnya mantra itu terlalu kuat sehingga kami hanya bisa melihat sedikit, dan kau tahu apa
yang ku lihat? Aku melihat kerajaan kita hancur, pertumpahan darah, mayat dimana-mana, api berkobar, tanah ini menjadi lautan berwarna merah,"
"Kau ingat setahun yang lalu saat kau memberitahukan tentang masalah yang kau hadapi, saat itu aku sangat cemas, namun seperti biasa kau dapat menyelesaikan masalah sebesar apapun,"
"Namun dari kejadian itu aku mengetahui bahwa ada mata-mata disekelilingku dan juga kau Fei. Aku yakin kau sudah lama mengetahui hal ini,"
Benar, Fei Wei tentu saja sudah merasakan bahwa ada pengkhianat disekelilingnya. Tapi Xio Xia? Ia baru mengetahui hal itu.
"Aku ingin memberitahukan masalah ini kepadamu sejak lama sebenarnya, tapi seperti yang ku beritahu, disekelilingku juga ada seorang mata-mata Fei. Aku beberapa kali telah diteror. Orang itu tidak ingin aku berhubungan denganmu,"
"Maka dari itu, aku lebih dulu memutuskan kontak denganmu agar orang ini tidak akan fokus kepada kita. Aku sudah mencari tahu siapa sebenarnya mata-mata itu dan dalang dibalik semua ini, tapi sayang sekali sampai sekarang pun aku belum mengetahui siapa sebenarnya orang ini,"
Fei Wei terdiam, ia tidak menyangka bahwa orang itu akan meneror Xio Xia juga. Ia kira hanya ia yang mendapatkan teror, ternyata ia salah.
"Lalu apa rencanamu selanjutnya?" tanya Fei Wei serius. Kini ia sudah mengerti. Masalah yang mereka hadapi bukanlah masalah yang mudah.
"Aku dan temanku sedang mencari tahu rencananya. Dia bukanlah orang sembarangan, dia pasti memiliki latar belakang yang cukup kuat sehingga bisa membuat masalah sebesar itu,"
"Kita harus tetap berhati-hati Fei, aku tidak ingin apa yang kulihat benar-benar terjadi nantinya,"
"Begitupun aku Xia, tak akan kubiarkan semua hancur hanya karena satu orang yang tidak bertanggung jawab,"
.
.
__ADS_1
.
Tbc......