Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu

Transmigrasi Putri Pertama Kediaman Lu
22


__ADS_3

...Cerita ini merupakan asli karanganku sendiri, bila ada kesamaan latar tempat, nama, cerita, dan lain hal, itu bukanlah sebuah unsur kesengajaan. Cerita ini adalah cerita yang sangat umum di dapatkan. Hanya karya yang ku buat untuk menuangkan imajinasiku saja....


...***...


...Typo Bertebaran...


...***...


...HAPPY READING...


...***...


"Fei bagaimana perasaanmu selama berada disini? Tak terasa besok kau sudah harus kembali lagi, rasanya paman dan bibimu masih ingin kau berlama-lama disini," ucap jendral Wei.


Memang benar besok adalah hari terakhir Fei Wei dan Xio Xia berada di kediaman jedral Wei ini.


Ia sangat senang karena keluarga ini benar-benar menyayanginya. Tidak ada yang merendahkannya seperti di kediamannya sendiri.


Ia juga banyak belajar bahwa jendral Wei yang terkenal kejam justru sangat lembut jika menyangkut keluarganya. Namun bisa berubah menjadi tegas jika mereka berbuat salah.


Li Mou yang biasanya selalu bertengkar dengan adiknya, justru sangat menyayanginya dan sebenarnya ia sedikit cemburu karena adiknya itu lebih suka bersama dengan kakak pertamanya.


Huan Zu yang terlihat tegas dan cuek sebenarnya juga sangat menyayangi kedua adiknya meski ia tak tahu bagaimana cara menyalurkannya.


Dan Chan Li meski terlihat kekanakan, namun ia bisa berubah menjadi dewasa jika menghadapi sebuah masalah.


"Aku sangat senang karena bisa datang kesini lagi setelah sekian lama, rasanya mendapatkan keluarga seutuhnya yang tidak ingin ku tinggalkan,"


"Kalau begitu kak Fei tidak usah kembali, kita bisa bermain lagi nantinya,"


"Aku juga inginnya seperti itu, namun aku juga harus kembali Chan Li. Bagaimana jika kalian yang berkunjung ke rumahku nanti, aku akan mengajakmu berkeliling di pasar dan menyicipi banyak makanan,"


"Janji ya kak, nanti saat aku kesana kakak harus mengajakku berkeliling," Cham Li yang tadinya nampak murung, seketika merasa senang.


"Aku janji,"


Mereka kemudian bercanda dan bergurau menghabiskan sisa waktu yang mereka punya.


Siang cepat sekali berlalu di gantikan oleh malam yang dingin.


Fei Wei dan Xio Xia telah selesai mengemas semua barang-barang mereka. Saat ini, ia sedang menunggu Fu agar mereka bisa pergi.


"Xia nanti saat aku pergi, tidurlah terlebih dahulu, besok kita akan menempuh perjalanan jauh,"


"Baiklah,"


Setelah mengatakan itu, Fu datang menghampiri mereka.

__ADS_1


Beruntung semua orang telah tertidur dan tidak melihat wujud Fu ini.


"Ayo kita harus bergegas,"


Fei Wei menunggangi Fu dan mereka terbang menuju ke arah bukit tempat dimana angin panas dingin akan muncul.


"Nona lihatlah ke bawah," ucap Fu.


Fei Wei menatap ke arah bawah yang menampakkan padang rumput liar yang sangat luas.


"Ada apa dengan rumput liar itu?"


"Rumput itu bernama Sacin, tanaman obat yang sangat ampuh untuk meningkatkan beast spirit, bahkan se-ekor beast spirit tingkat rendah dapat naik tingkat sampai tiga tingkatan,"


Fei Wei tercengang mendengar perkataan Fu. Ia tak percaya ada tanaman obat yang begitu banyak dan tak ada yang mengetahuinya.


"Mengapa tak ada yang mengetahui khasiat dari tanaman itu?"


"Tanaman itu dulunya sangat digemari oleh para alkemis, namun karena itu populasinya semakin langkah. Tuanku kemudian menyerbuh seluruh kelompok alkemis yang ada di daratan ini lalu memusnahkan semua buku-buku pengobatan yang langkah, dan mereka dilarang untuk membeberkan bahan-bahan itu kepada anak cucu mereka,"


"Sampai sekarang banyak sekali tanaman obat yang mampu untuk di selamatkan dari kepunahan dan tidak ada yang tahu khasiat dari tanaman itu,"


"Sebenarnya masih ada buku pengobatan kuno yang tidak musnah pada saat itu, buku itu berada di dalam gelang ruangku ini, namun aku harus mencapai tingkat 25 alkemis untuk bisa membuka buku itu,"


Fu nampak tenang seakan sudah tahu dengan hal itu.


Fu menambah kecepatannya agar mereka bisa tiba lebih cepat.


Baru saja sampai, Fei Wei dibuat terpesona oleh warna warni langit yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.


"Nona, inilah yang dinamakan angin panas dingin yang sedang nona cari. Warna indah di langit terbentuk karena perpaduan antara angin yang sedingin es bertemu dengan angin sepanas api,"


"Ini, ambillah dan masukkan angin tersebut ke dalam botol porselen ini. Jangan lupa untuk membagi angin ini menjadi 20 bagian agar mudah nantinya untuk membuat AK yang ku inginkan,"


Fu mendekati pusaran angin yang berada di tengah-tengah hamparan bintang dan langit yang indah itu. Dengan sekali hisapan, Fu berhasil menghisap angin panas dingin yang kemudian ia tiup secara perlahan ke dalam botol.


Satu demi satu angin itu membuat bulatan yang seperti asap, namun terpisah-pisah menjadi 20 bulatan.


"Bagus, dengan begini aku bisa membuat 20 AK tingkat tinggi sekaligus,"


"Tapi untuk membuat AK itu membutuhkan waktu 10 bulan bahkan sampai 1 tahun lamanya,"


"Tenanglah, 1 hari di dalam gelangku ini hanya memakan waktu 10 menit saja, jika aku membuatnya tanpa jeda, hanya memerlukan 3 hari saja dan paling lambat aku bisa membuat AK ini dalam waktu 1 minggu,"


Setelah mengatakan itu, mereka kembali ke kediaman jedral Wei. Fu akan tetap tinggal di puncak gunung merapi sampai Fei Wei memanggilnya.


.

__ADS_1


.


.


Pagi-pagi sekali semua anggota keluarga jendral Wei mengantar kepergian Fei Wei dan Xio Xia. Mereka menyediakan kereta yang sangat bagus dan nyaman untuk Fei Wei gunakan.


Tak lupa jendral Wei dan nyonya Wei menyediakan bekal selama perjalanan mereka.


Semalam Fei Wei sempat masuk sebentar ke dalam gelang ruang untuk menyediakan tempat dan keperluan untuk membuat AK nantinya.


Masih tersisa beberapa bahan yang tidak ia gunakan seperti 10 lembar daun pohon laut biru, 20 es batu biru, 10 es batu putih, dan 5 batu es kuning.


Bahan-bahan itu akan ia simpan, mungkin saja akan bermanfaat di kemudian hari.


"Berhati-hatilah di jalan, paman akan berkunjung saat ada waktu luang. Rasanya sudah lama sekali paman tidak ke rumahmu,"


"Ia kak, aku juga ingin mengunjungi rumah kak Fei,"


"Baikah, aku akan menyambut kalian saat waktu itu datang,"


"Padahal bibi masih ingin kau disini, namun apa boleh buat," ucap nyonya Wei sambil memeluk Fei Wei erat.


"Aku juga sebenarnya masih ingin tinggal disini bibi, namun apa boleh buat,"


Setelah acara pamit-pamitan itu, Fei Wei dan Xio Xia berangkat menggunakan kereta kuda.


Berbeda dengan saat mereka pergi di malam hari yang sunyi, pagi ini justru lebih ramai. Banyak kereta kuda yang ikut pergi ke kota Shichang.


Udara yang sejuk membuat mereka terlelap kembali. Namun Fei Wei kembali masuk ke dalam ruang gelang untuk membuat AK.


"Yang, kira-kira aku akan sampai di rumah 12 jam lagi, itu berarti aku dapat membuat AK di dalam gelang ruang ini sama seperti 72 hari,"


"Benar, kau dapat membuat AK itu sekarang. Pertama masukkan daun pohon dan juga kelima macam batu es itu ke dalam tungku emas, kau bisa langsung memasukkan semua bahan agar dapat membuat 20 AK sesuai keinginanmu,"


Fei Wei memasukkan bahan tersebut ke dalam tungku emas yang ia miliki. Tungku itu memang sangat langkah, dan dapat digunakan untuk membuat pil maupun barang lain seperti AK ini dengan jumlah yang tidak terbatas.


"Saat nanti tiba di hari ke 50, kau bisa memasukkan angin panas dingin itu agar AK yang kau buat dapat berfungsi dengan baik,"


Selama menunggu, Fei Wei mulai membaca buku-buku tentang pengobatan dan kultivasi. Ia juga membuat beberapa pil lagi untuk nantinya dapat ia jual di toko Qi miliknya.


Setiap hari, AK itu harus di cek dan pastikan bahwa tidak ada yang salah dari pembuatan AK itu. Dan saat sampai di hari ke 300, Fei Wei harus mengerahkan tenaga dalamnya untuk membuat AK itu.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.....


__ADS_2