Tuanku, I Love you

Tuanku, I Love you
Bagai mimpi buruk


__ADS_3

Di ruang hukuman yang sempit, dimana Namira terdapat di ruangan tersebut sedang termenung. Ia kembali meneteskan air matanya. Padahal bukan dirinya yang melakukan kesalahan. Ia sudah cape menerima hukuman dari tuannya itu.


Sudah banyak luka lebam akibat ulah Abraham yang marah padanya setiap ia melakukan yang tidak disukai tuannya itu.


"Kenapa nasib gw seperti ini"


Ia menangis meraung di tempat yang gelap itu. Kehidupannya yang indah seolah sirna karena telah memasuki dunia gelap milik Abraham. Sekarang dirinya hanya bisa mengandalkan nasib keberuntungannya untuk terbebas dari sini bahkan dari genggaman tangan Abraham.


***


Sebelum pulang, Abraham meminum minuman beralkohol untuk menenangkan pikirannya. Namun, justru ia semakin emosi. Bahkan di sana ia membuat keributan dengan beberapa orang. Ada yang melawannya namun seketika orang tersebut mati secara tiba-tiba karena tertembak senjata yang ia bawa. semua orang menjerit ketakutan di sana. Tak mampu meredam marahnya, Segera ia pun pulang ke rumahnya dengan kecepatan penuh.


Abraham kembali ke rumah dengan keadaan marah. Ia hanya ingin melampiaskan kemarahannya itu dengan pada tahanannya. Kebetulan dirinya sedang memikirkan sasaran empuk untuk ia jadikan pelampiasan.


"Bos.. sudah pulang"


Abraham tidak menjawab. Tubuhnya sedikit sempoyongan dan terdapat botol beralkohol di tangan kanannya "Berikan kunci tahanan"


Toni merasakan ada yang aneh "kenapa bos? Biar saya saja yang antar bos ke sana"


"Tidak perlu.. saya ingin sendiri!"


Lalu dengan cepat ia merampas kunci tersebut dan dengan cepat dia pergi menuju jalan ke arah ruang tahanan. Ia berjalan dengan seorang diri tanpa pengawalnya.


Lalu tangannya membuka kunci salah satu tahanannya yang sedang terikat lemah.


"Bagaimana keadaanmu ******? Sepertinya anda sangat menikmati suasana di tahanan ini" ejeknya


Wanita tersebut menggeram marah saat melihat wajah Abraham di depannya "dasar anak bajingan!! Aku tidak akan pernah memaafkan perbuatanmu! Liat saja nanti, aku akan membalas perbuatanmu itu!!"


"HAHAHAHAHAHAHAHAHA" terdengar suara tawa dari Abraham yang sangat kencang dan menyeramkan.


"Sebelum kau membalas ku, aku akan membuatmu mati secara perlahan!" Tegasnya.


Lalu Abraham mulai mengeluarkan sebuah pisau dan mulai menggores wajah dari ibu tirinya tersebut.


"Haaaaaa hentikaaaaan" jeritnya dengan nyaring.


Tapi, justru jeritan itu semakin membuatnya bersemangat. Lalu ia menusukkan sedikit ujung pisau tersebut ke arah pipinya.


"Ulu ulu ulu.. sakit ya? Makanya jangan jadi pelakor.. saatnya kamu menemui ajalmu!"


Sreeekk...


Abraham mulai menyayat kulit bagian tangannya dengan lebar. Ia semakin bringas dan seperti hilang kawalan.


"HAAAAAAAA!!!"


Darah sudah mengalir dari tempat luka yang sudah Abraham ukir.


JLEB...


"Inilah balasannya karena kau sudah berani menyakiti ibuku, dan merebut pria bajingan itu dari ibuku!!"

__ADS_1


BUGHH..


Abraham membogem wajah wanita tersebut dengan kencang hingga kursi yang didudukinya terjungkal ke lantai.


"Aaarrrgghhh"


Lalu Abraham mulai membalikkan tubuhnya tersebut dengan kakinya agar terlentang. Kemudian, ia mengeluarkan sebuah pistol dari saku jasnya.


"Sekarang.. saya ucapkan selamat tinggal untukmu!"


Wanita tersebut nampak panik dengan wajah yang penuh luka.


"J-jjjangaaaann!!!"


DORRRRRR...


Melihat wanita tersebut mati, Abraham hanya memandangnya dengan dingin. Tapi emosinya masih belum mereda.


"Sial!!"


***


Namira yang masih termenung seketika tersadar saat terdengar suara langkah kaki yang membuat Namira terkejut. Dan seketika, pintunya terbuka, menampilkan wajah Abraham yang melihatnya dengan dingin.


"T-ttuaann.."


Setelah dari ruangan ibu tirinya yang sudah mati, ia langsung menemui Namira yang berada di ruang tahanan yang sama dengan yang lain.


Namira sedikit membulatkan matanya. Tubuhnya gemetar ketakutan dikarenakan baju dan tubuh Abraham penuh dengan darah. Wajahnya tambah menyeramkan di matanya. Bahkan beberapa kali Abraham terlihat sempoyongan karena efek mabuknya belum reda. Dengan perlahan ia memundurkan tubuhnya dengan posisi duduk untuk menjauhi Abraham yang berusaha mendekatinya.


Lalu Abraham mulai mendekatinya dengan perlahan. Dirinya membuang pistol ditangannya. Saat Abraham mendekat, tubuh Namira pun ikut mundur Karena takut.


"Kenapa?? Kamu takut?"


Namira tidak menjawab. Ia hanya terdiam dengan tubuhnya gemetar ketakutan. Abraham yang kesal mulai dengan cepat mendekatinya dan menjambak rambut indahnya itu.


"Aaarrgghh"


"Kamu tuli ya?!! Berani mendiami ku hahhh??!!!"


"A-aaampuunn" lirihnya tidak kuat menahan rasa sakit di kepalanya.


Lalu Abraham mulai mendorong tubuhnya hingga membentur lantai.


"Kamu tahu kesalahanmu padaku?!!"


"Aku mohon tuan.. jangan sakiti aku" lirih Namira kembali.


Abraham semakin gelap mata. Kejadian hari ini membuatnya marah dan murka. Walaupun ia berhasil mendapatkan projects besar, namun itu tidak dapat menghilangkan rasa amarahnya yang ia pendam.


Lalu Abraham mulai memeluk paksa tubuh gadis muda itu. Sementara Namira gemetar dan mulai menangis. Ia pun mulai menghirup wajah cantik gadis itu.


"Kamu ternyata semakin cantik.. dan tubuhmu juga semakin indah" bisiknya di telinga Namira yang membuatnya merinding.

__ADS_1


"Jangan tuan.. aku mohon.. jangan lakukan itu"


"Sekarang.. ikuti perintahku.. diriku sangat marah.. aku membutuhkan seseorang untuk menghilangkan amarahku!" Tegasnya sembari berbisik.


Lalu dengan paksa Abraham ******* bibir Namira dengan kasar. Namira yang terkejut pun meronta. Ia merasa kesakitan saat Abraham memaksa mulutnya terbuka lebar dengan mengigit bibirnya.


"Euuumbhh" lenguhnya sembari menangis.


Lalu tanpa sengaja, ia menggigit bibir Abraham hingga ia menghentikan cumbuannya tersebut.


"Sialaaaaaannn!!"


"Berani kamu menggigit bibirku dengan kasar!!"


PLAAK..


Abraham menampar pipinya dengan keras. Sehingga membuat Namira semakin kesakitan. Lalu Abraham kembali menjambaknya dan mulai mencumbuinya kembali.


Namira hanya bisa menangis. Ia sangat ketakutan sekali. Wajah tampan pria tersebut berubah menjadi iblis yang menakutkan. Sesekali Namira masih meronta untuk tidak disentuh lagi oleh Abraham.


Lalu cumbuannya itu turun menuju leher jenjangnya. Dirinya mulai mengikuti leher putih Namira tersebut sehingga menimbulkan bercak merah yang sangat banyak.


"Arghhhh" Namira hanya bisa menjerit kesakitan.


Lalu dengan kasar, Abraham mulai menarik paksa pakaian yang dipakai Namira tersebut. Sudah tentu Namira memberontak akan perbuatan tuannya tersebut.


"Jangaaannn"


"Diaaam!!"


PLAK


PLAAKK


BUGHH


Abraham tak segan memberikannya pukulan keras agar dirinya tak melawan. Tubuh kecil gadis itu mulai melemah dikarenakan mendapatkan banyak siksaan dari tuannya tersebut.


Namira menangis tersedu. Di dalam hatinya ia hanya bisa pasrah akan perbuatan keji tuannya itu terhadap dirinya.


"Ya tuhan.. kesalahan apa yang telah ku perbuat sehingga kau menghukum ku seperti ini" batin Namira menjerit.


"Melihat tubuhmu yang seksi dan penuh luka, membuat hasratku jadi tinggi. Sekarang, kau harus memuaskanku!!"


Namira terkejut akan ucapan tuannya itu. Dengan cepat ia bergeleng dengan cepat "jangan tuan!! Aku mohon jangan!!"


"Kamu itu bawahanku.. pelayanku.. jika kamu menolakku, kamu telah melanggar kontrakmu sendiri! Jadi diamlah.. ikuti perintahku!!"


Namira semakin bertambah takut setelah mendengar perkataan Abraham tersebut. Ia bergetar hebat. Malam ini akan menjadi malam terburuk. Ia berusaha untuk mencubit tangannya agar menyadarkannya bahwa ini adalah mimpi. Namun, ternyata itu adalah nyata.


Abraham mulai membuka gesper di pinggangnya. Namira semakin tak karuan. Saat Abraham mulai mendekat, kembali Namira memberontak tapi tubuhnya sudah terkunci oleh Abraham yang sudah berada di atasnya.


"Bersiaplah sayang"

__ADS_1


"Jangan tuan... JANGAAAAAAANNNN!!!!"


__ADS_2