Tuanku, I Love you

Tuanku, I Love you
balasan Abraham untuk masa lalunya


__ADS_3

Mengingat semua itu membuat Abraham makin muak. Dia benci berada di dunia ini. Dia menganggap seolah dunia merebut semua yang dia miliki. Dia benci hidupnya, benci keluarganya terutama ayahnya. makanya dia melakukan semua ini demi mendapatkan kepuasan dalam hatinya.


Tiba-tiba hasrat jahatnya muncul kembali. Dia ingin bermain-main. (cara main Abraham itu beda ya gais)


Abraham memencet tombol khusus untuk memanggil anak buahnya. Ada satu anak buah yang datang menghampirinya.


"Permisi tuan, ada yang bisa saya bantu?"


"Panggil Toni" ujarnya singkat.


"Baik tuan" anak buahnya langsung melenggang pergi keluar mencari Toni.


Tak lama Toni muncul dihadapannya.


"Ya tuan, tuan manggil saya?"


Abraham mengangguk "Carikan target untuk saya" ujarnya dingin.


"Target? Target apa yang tuan inginkan?"


"Cari saja yang menurutmu menarik.. dan ingat! Harus bersih"


"Baik tuan saya mengerti.. kalo begitu saya permisi dulu"


Abraham mengangguk. Toni meninggalkan ruangan tersebut untuk menjalankan tugasnya.


Sebenernya Toni itu siapa sih? Toni itu merupakan anak buah Abraham yang sangat setia. Dulu Toni hidup serba kekurangan, dia kena PHK, sedangkan dia harus menghidupi keluarganya.


Tiba-tiba Abraham datang untuk menawari Toni pekerjaan. Toni awalnya ragu tapi untuk keluarganya dia rela melakukan apapun.


Dan lama-lama Toni mulai nyaman bekerja dengan Abraham. Merasa Abraham itu penolongnya, Toni berjanji akan menjadi anak buah yang selalu taat padanya. Kinerja Toni juga sangat bagus dan Abraham menyukainya. Makanya sekarang dia mengangkat Toni sebagai tangan kanannya.


(Btw.. Toni masih lajang loh wkwk)


Di sebuah tempat, Toni sedang mengawasi beberapa orang yang akan menjadi target bosnya.


Dia bekerja mencari informasi tentang targetnya dan gak lupa mempotret wajah calon korban. Sudah merasa cukup dia menelpon bosnya untuk memberikan laporan hari ini.


"Bos.. semua data sudah saya kumpulkan"


"Baik bos.. saya segera menghadap"


Toni meninggalkan tempat tersebut dan pergi menuju perusahaan bosnya.


Abraham mulai memeriksa data targetnya sesuai dengan yg di infokan Toni padanya. Dan gak lupa dia juga melihat sebuah foto yang akan jadi target selanjutnya.


Foto demi foto dia periksa, tapi satupun blm ada yang membuatnya tertarik. Abraham menghentikan gerakan tangannya sejenak setelah dia melihat foto seorang gadis muda dengan dandanan sangat sederhana.


"Hm, menarik" seperti biasa senyum menyeringai khasnya.


Foto tersebut dia simpan, dan mulai membaca data lengkap yang diberikan Toni. Yaaa gadis itu bernama Namira Aulia Ayunda, masih muda sekitar 20 tahunan, gadis cantik nan imut yang amat sederhana. Cantiknya natural membuat Abraham tertarik untuk menjadikan dia sebagai targetnya.


Kali ini bukan target untuk dijual bahkan di bunuh tapi untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Toni memasuki ruangan bosnya untuk menanyakan target yg bosnya pilih.


"Permisi tuan"


Abraham yg sedang memandangi sebuah foto lalu menoleh kearah Toni yang berada didepannya.


"Bagaimana tuan? Apa tuan sudah memilih target mana yg jadi pilihan tuan?"


Abraham terdiam sejenak.


"Tuan? Bagaimana?" Tanya Toni sekali lagi.


"saya mau yang ini," ujar Abraham sambil menunjukan foto gadis tersebut kearah Toni.


Toni menerima foto dari tangan bosnya "jadi ini tuan yang anda pilih?"


Abraham hanya mengangguk.


"Baiklah tuan, langkah selanjutnya saya harus melakukan apa?"


Abraham melirik Toni dan memandangnya dengan tatapan tajam "awasi dia"


"Baik tuan saya akan melakukannya, kalo begitu saya permisi"


Toni sudah meninggalkan ruangan Abraham.


Abraham memikirkan apa yang dia akan rencanakan pada gadis itu. Sepertinya Abraham mulai tertarik pada gadis muda yg bernama Namira itu matanya yang teduh buat hati seseorang merasa nyaman.


Abraham mengambil jaket, topi, masker dan gak lupa kacamata. Dia akan memantau sendiri untuk melihat gadis itu. Kini dia melangkah menuju mobil mewahnya.


Abraham tersenyum menyeringai ketika melihat gadis itu keluar gerbang kampusnya. Dibilang dari segi penampilan, Namira memang kurang menarik karna dia memakai outfit yg tergolong biasa saja. Tapi entah kenapa itu yang membuat Abraham tertarik untuk mendapatkan Namira.


Abraham mengawasi Namira dari kejauhan dan selalu mengikutinya kemanapun dia pergi.


Tapi sepertinya Namira menyadari bahwa ada orang yang sedang mengikutinya. Dengan celingak-celinguk mencari siapa yang mengikutinya ternyata tidak ada. Dan dia kembali fokus ke depan.


***


Hari menjelang sore, setelah puas mengawasi Namira sendiri, Abraham kembali ke markasnya untuk menjalankan aksi kejamnya.


Dengan membawa sebuah pisau kecil ditangannya, Abraham menyusuri lorong markas untuk menemui seseorang.


"Heh!! Lepaskan aku.. sebenernya kalian siapa? Berani kalian menaruh ku ditempat seperti ini!!" Bentak pria tua yang sedang di tawan oleh anak buah Abraham.


"Diam kau pak tua!!"


Melihat Abraham sudah ada di depan pintu ruangan, para anak buah berbondong-bondong keluar ruangan untuk memberikan ruang pada bosnya.


Pria tua itu terkejut setelah melihat Abraham di depannya "kau.. kau Abraham Samad?"


"Ya" Abraham menatap tajam pria tua itu.


"Dasar anak durhaka.. lepaskan aku!!"

__ADS_1


Yaa.. pria itu adalah ayah kandungnya. Abraham menyuruh anak buahnya untuk menangkap ayahnya sendiri dan memboyongnya ketempat ini.


Yang membuat Abraham tambah muak, waktu ingin menangkap ayahnya, ternyata ayahnya ini sedang melakukan ritualnya dengan simpanannya yang dia sewa di sebuah hotel.


Abraham menatap ayahnya tajam "apa kau juga seorang ayah yang baik sehingga mengataiku anak durhaka pak tua? Haaaa!.. ngaca!! Kau sudah menghancurkan hidup ibuku dan juga aku!" ujarnya sengit.


Pria itu tertawa "hahaha kau sama seperti ibumu yang suka mengungkit masa lalu"


Abraham menatapnya sengit "setidaknya saya tidak mirip denganmu yang doyan selingkuh sama simpananmu yang murah itu" ejeknya pada ayahnya sendiri.


Ayahnya mulai marah "jaga ucapanmu keparat!!"


Abraham mendekati wajah ayahnya yg mulai murka "haha kau marah? Kenapa kau marah? Kau tidak pantas marah didepanku pria tua! Dosamu terhadap ku dan juga ibuku sangat banyak. Jadi, siap-siap kau akan membayarnya" bisik Abraham mengancam ayahnya.


Abraham mulai mengeluarkan pisau disakunya dan menusukkannya ke bahu ayahnya.


Pria tua itu teriak kesakitan karna ulah anaknya "aaaaakhhhhhh! Apa yang kau lakukan padaku anak bodoh?!"


Abraham marah "kau pantas menerimanya!!"


Jleeeeebbb..


"Aaaaaakkkkhhhhhh... BERHENTII.. TOLONG HENTIKAAANNN" Abraham menusukkan pisaunya ke leher ayahnya dan menusuknya hingga berkali-kali.


"Menjerit lah pak tua.. saya malaikat mautmu sekarang!"


Jleeebbb


"Aaaaakkkkhhhhh" kini pisaunya tertancap di area bahu kanan. Abraham tak langsung membunuhnya tapi menyiksanya dulu sampai benar-benar lemas tak berdaya.


"**-tolonghh H-hhentikkaaann.. A-aayah minta maaf padamu Ham.." ujar ayahnya Terbata-bata menahan sakit.


Abraham yang sepertinya sudah mengeraskan hatinya tidak peduli dengan keadaan ayahnya sekarang "hentikan? Tidak akan ku hentikan.. dan lagi kau.. kau bukan AYAHKU!!"


Jleebbb.. Abraham menusukkan pisaunya ke bagian dada. Seketika ayahnya mati karna dadanya tertusuk pisau berkali-kali.


Melihat jasad ayahnya, bukannya sedih tapi Abraham malah bahagia. Hatinya sangat puas. Kini, dia sudah membalas dendam pada ayahnya. Dan dia suruh anak buahnya untuk berkumpul.


"Bereskan semuanya.. dan jangan lupa ambil organnya untuk dijual"


"Baik tuan" Anak buahnya berbondong-bondong untuk membersihkan mayat tersebut.


Setelah membunuh ayahnya, Abraham kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri dari sisa-sisa darah ayahnya yg menempel ditubuhnya. Dia tidak mau jejak ayahnya ada didalam tubuhnya.


***


Kini Abraham kembali fokus pada pekerjaan kantornya. Banyak berkas yang harus ditanda tangani. Kepalanya sangat penting sampai-sampai dia memijat tengkuk hidungnya supaya sakit kepalanya hilang.


Dia membuka laci bagian bawah dan mendapati foto gadis yang dia incar. Dia teringat akan rencananya dan segera menghubungi Toni untuk menghadapnya.


Seperti biasa Toni datang secepat kilat menemui bosnya "ada apa tuan?"


"Jalankan rencana yang sudah saya beritahu padamu"

__ADS_1


Toni paham rencana yang dimaksud bosnya. Toni mengangguk "baik tuan, serahkan padaku.. kalo gitu saya ijin keluar"


Toni keluar ruangan untuk menjalankan tugas dari Abraham. Sementara Abraham masih memandangi foto gadis tersebut "sebentar lagi, kau akan jadi milikku"


__ADS_2