Tuanku, I Love you

Tuanku, I Love you
Masa lalu Abraham


__ADS_3

Seorang pria dewasa sedang berada di ruang terpencil. di mana, banyak orang-orang yang berkumpul di sana.


Tanpa rasa belas kasihan, mereka di siksa, di kurung, dan bahkan pria ini gak segan untuk menjual orang-orang tersebut bahkan bisa jadi di bunuh.


"A-ampuun tuan.. jangan sakiti saya.. saya mohon," ucap seorang gadis yang menunduk ketakutan sembari menangkupkan kedua tangannya memohon ampun. Dia mengeluh kesakitan karena di siksa tanpa ampun.


"Bereskan dia" ujarnya dingin.


"Baik tuan"


Pria tersebut lantas meninggalkan anak buahnya yang sedang menyiksa salah satu sanderanya.


"Tuaann! Saya mohon ampuni saya.. aaaakkkhhhhhhhh" teriak orang tersebut.


Pria itu tak peduli dan melanjutkan langkahnya.


pria itu bernama Abraham Samad. Dia pria yang sangat kejam, suka menculik, dan menyiksa bahkan menjual tawanannya pada orang lain atau mungkin dibunuh secara brutal.


Tapi tak dipungkiri kalau dia memiliki wajah yang tampan. Banyak kolega bisnis perempuan bahkan gadis yang dia gak kenal bisa jatuh pada pesonanya.


Abraham berusia 32 tahun. Walaupun sudah berumur tapi dia memiliki badan kekar. Wajahnya yang blasteran Turki Indonesia itu mampu menyihir orang-orang yang memandangnya.


Dia merupakan salah satu pebisnis terhandal dikotanya. Dan tidak ada seorangpun yang berani menentangnya.


Kini dia sedang berada di ruang kerjanya dengan berduduk santai sambil menghisap rokok yang ada ditangannya.


Tok.. tok.. tok..


Abraham menghembuskan asap rokok "masuk"


Masuklah Toni anak buah yang sangat dia percaya dan sekaligus tangan kanannya.


"Ada apa?" ujar Abraham dingin.


"Ini tuan, ada beberapa berkas yang harus ditanda tangani"


Abraham masih asik dengan rokoknya "kau boleh pergi"


Toni mengangguk dan meninggalkan bosnya sendirian. Abraham mulai memeriksa berkas laporannya satu-satu. Abraham melempar begitu saja dan menyandarkan kepalanya ke bantalan kursi dibelakangnya.


Menatap langit-langit sambil memikirkan masa lalu buruk yang pernah iya rasakan, hingga membuat Abraham menjadi seperti ini.


Flashback on


Abraham dulu adalah orang yang baik, penurut, penuh kasih sayang terlebih pada orang yang dia sayangi. Namun, ada beberapa kejadian yang membuat Abraham mulai berubah menjadi kejam.


Di mulai dari keluarganya berantakan. karena waktu Abraham masih remaja, dirinya melihat sang ayah berselingkuh dengan wanita ****** dan membiarkan dirinya dan ibunya menderita. Dia benci pada ayahnya yang tega meninggalkan keluarganya demi perempuan ****** itu.


Dia dan ibunya tinggal di pinggir jalan, dan Abraham pernah putus sekolah karna bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan ibunya.

__ADS_1


Puji Tuhan Abraham memiliki IQ di atas rata-rata jadi dia bisa memperoleh beasiswa dan dapat melanjutkan pendidikannya dan mendapati karir yang cemerlang hingga menjadikan Abraham yang sekarang.


Lalu sewaktu dia menduduki bangku kuliah, dia tertarik pada satu wanita cantik yang bernama Silvia. Mereka berkenalan disebuah taman yang indah dekat kampus. Mereka mulai dekat, dan akhirnya mereka pacaran.


Hidup Abraham seketika penuh warna ketika Silvia bersamanya. Luka yang pernah ada dihatinya kini mulai terobati. Abraham sangat mencintai Silvia. Apapun yang Silvia inginkan pasti akan dia kabulkan walaupun nyawa taruhannya. (ciri-ciri cowo lagi bucin akut yekaaaan-author julid)


Tapi ada sebuah kejadian yang membuat Abraham jatuh, yaitu ketika  malam ulang tahun Silvia. di mana saat itu Abraham sudah siap datang ke pesta untuk memberikan kejutan. Abraham sudah menyiapkan sebuah cincin untuk melamar pacarnya itu.


Tapi semuanya sirna ketika dia menuju balkon di mana Silvia berada.  Abraham mulai mendekat dan mendengar suara Silvia sedang berbicara dengan seorang pria.


Karena penasaran, Abraham menguping di balik tiang dan mendengarkan percakapan mereka. Alangkah terkejutnya ketika dia mengetahui yang sebenernya. Silvia yang dia anggap seperti malaikat ternyata iblis yang sangat licik.


"Gimana hubungan kamu sama Abraham si jenius itu?"


Silvia meneguk sebuah minuman "yaa begitulah," ujarnya acuh.


Pria itu memasukkan tangannya ke kantung celana "tapi kamu gak ada perasaan apa-apa kan sama dia?"


Silvia tertawa nyaring "hahaha gak mungkinlah aku suka Ama dia. Cowo cupu yang kerjanya cuma kuliah kerja doang.." ujarnya sambil meneguk minuman


"lagian ya, aku pacaran sama dia bukan karna cinta, tapi aku manfaatin dia, morotin duit dia untuk kita pake plus kalo ada tugas susah kan tinggal minta dia yang kerjain." lanjutnya enteng.


Abraham mengeram menahan marah dibalik tiang. ternyata selama ini Silvia hanya menganggap Abraham seperti ATM berjalannya, dia tidak serius mencintai Abraham. Abraham tetap pada posisinya untuk melanjutkan mengupingnya.


"Jadi kamu bener gak suka Ama dia?"


Abraham sudah tidak tahan lagi, dan akhirnya dia keluar dari persembunyiannya untuk muncul di hadapan mereka.


"Ouhh jadi ini kelakuan kamu sebenarnya?" ejek Abraham.


Mereka berdua menoleh pada sumber suara dan terkejut ternyata suara itu milik Abraham.


"Kenapa? Ko diem? Kaget ya saya  muncul tiba-tiba?" ejek abraham. Abraham masih bisa mengontrol emosinya.


Entah kenapa malam ini Abraham sangat tampan di mata Silvia tidak seperti biasanya. Silvia menghampiri Abraham dengan perasaan was-was


"Yang, k-kkamu di sini?" Ujar Silvia gelagapan.


Abraham mengangkat alisnya "kan kamu yang undang saya, ya saya datang lah.. apalagi saya juga masih punya status PACAR kamu kan?!" ujarnya sengit.


Silvia terdiam, lidahnya kelu jadi tidak bisa berkata apapun di depan Abraham. Cowo yang tadi bersama Silvia juga kaget akan kemunculan Abraham dan masih terdiam tidak bicara apa-apa.


"Yang, apa kamu denger semuanya tadi?" Ujar Silvia pelan wajahnya sudah dipenuhi kekhawatiran.


"Kalo saya sudah mendengar semuanya emang kamu mau apa?" Ujar Abraham dingin.


Silvia terkejut "Yang.. apapun yang kamu denger itu semua bohong.." Silvia memasang muka melas agar Abraham luluh padanya.


Abraham masih diam tak bergeming. Silvia berusaha menangkap tangan Abraham tapi dia menepisnya. Abraham sudah muak melihat wajah Silvia yang penuh kebohongan.

__ADS_1


Abraham melihat mereka secara bergantian "apa kalian berdua pacaran?"


Silvia menggeleng "Engg-"


"Kalo kita pacaran lalu kenapa?" Sela cowo itu sengit.


Abraham bertepuk tangan seolah mengejek mereka "wowww.. hebat!! Berani juga kau rupanya"


Bughhh... Abraham meninju pelipis pria itu. Silvia reflek berteriak.


"Kenapa? sakit ya?" Ejek Abraham dengan nafas yang membara.


Bugh.. bughh.. bugh..


Abraham memukuli pria itu tanpa ampun hingga jatuh pingsan. Tenaga pria itu dan Abraham masih jauh lebih kuat Abraham.


Silvia hanya bisa menangis "sudah Abraham CUKUPP!" teriak Silvia.


"ternyata kau kejam.. tega sekali kau memukulnya" lanjutnya berteriak dengan penuh penekanan.


Abraham tersenyum menyeringai "kejam? Apa kau tau, apa itu kejam?" Abraham mulai mendekati Silvia. Silvia yang ketakutan mundur perlahan ketika Abraham mendekat.


"Kau... Kalau kau tidak berbuat seperti ini padaku, maka ini tidak akan terjadi" ujar Abraham penuh penekanan "lagipula dia pantas menerimanya"


Abraham semakin dekat Silvia. Silvia ketakutan melihat wajah marah Abraham "Stop!! Jangan mendekat!" Teriak Silvia ketakutan.


Abraham terkekeh "kenapa baby? Apa kau takut padaku?"


Silvia tidak menjawab tubuhnya sudah mentok di railing balkon. Tubuhnya gemetar melihat Abraham mulai mendekat padanya.


Abraham menghentikan langkahnya, melihat Silvia dengan seksama. Abraham sebenernya tidak ingin melakukan hal seperti ini. hatinya sakit melihat raut wajah Silvia yg ketakutan melihatnya. Tapi hatinya juga sakit ketika Silvia berbohong dan berselingkuh dibelakangnya.


Abraham mulai melembut dan dia  mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya yg berisikan cincin permata "sebenarnya malam ini aku berniat melamar mu setelah acara ulang tahunmu" abraham menghela nafas untuk menenangkan hatinya.


"jujur aku sangat mencintaimu, tapi apa yang kau perbuat padaku, membuat rasa cintaku padamu mulai luntur," geramnya marah.


Abraham mendekat tepat di depan Silvia. Kontak mata Abraham fokus pada silvia "mulai sekarang.. kau, bukan siapa-siapa aku lagi!!!" tegas Abraham.


Silvia menggelengkan kepala "tidak.. aku.. aku.. tidak mau putus sama kamu.. maafkan aku," ujarnya sambil  menangis.


"Sudah tidak ada harapan lagi.. aku sudah membuang perasaanku jauh-jauh, jadi jangan pernah ganggu aku lagi," Abraham memasuki kontak cincin tersebut pada sakunya dan pergi meninggalkan Silvia dengan pria yg pingsan karna ulahnya.


Silvia tidak tinggal diam, dia berjongkok dihadapan Abraham dan memeluk kakinya sambil menangis "aku mohon hiks.. maafkan aku.. aku janji gak akan melakukan hal seperti ini lagi"


Abraham terdiam menatap lurus "sudah terlambat" dia menarik paksa kakinya yang dipeluk Silvia hingga perempuan itu tersungkur. Dia sudah tidak mau melihat wajah Silvia lagi.


Dia pergi dengan perasaan marah penuh emosi. Dia melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Silvia yg masih berteriak memanggil namanya.


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2