Tuanku, I Love you

Tuanku, I Love you
pertemuan pertama


__ADS_3

Hari sudah menjelang pagi, kini Namira sudah berada di kampus pagi-pagi sekali, dia meminta ijin pada teman kelasnya untuk cuti beberapa hari ini. tapi dia tidak memberitahu pada kedua orang tuanya untuk menemui penculik itu tapi dia meminta ijin untuk pergi mencari adiknya lagi.


Namira sedang ada di fakultas jurusan Widya, dia ingin pamit pada sahabatnya itu.


"Wid!" panggil Namira sembari melambaikan tangan.


Widya menoleh ke arah Namira yang sedang memanggilnya. Ia pun tersenyum, lalu menghampiri sahabatnya tersebut yang duduk di bangku kantin. Namira terlihat sangat sedih dan tertekan. ia pun menghela nafasnya dan menatap Widya dengan lesu.


"Wid.. gw mau minta maaf sama Lo, karena gak mau denger saran Lo.. dan hari ini gw mau berangkat ke alamat tersebut buat nyelamatin adek gw" lirihnya.


Widya terdiam sejenak. lalu ia pun tersenyum untuk menyemangati sahabatnya itu "Nam.. gw tau posisi Lo sekarang lagi sulit.. gw gak bisa bayangin kalo gw ada diposisi Lo, apapun keputusan Lo gw dukung.. Lo hati-hati dijalan, kalo ada apa-apa jgn lupa kabarin gw" ujar Widya sambil memegang bahu sahabatnya.


Namira dan Widya berpelukan sebagai salam perpisahan untuk sementara.


"Gw berangkat dulu ya Wid," pamit Namira.


"Iya Nam.. hati-hati"


Namira berbalik dan pergi meninggalkan Widya sendiri.


"Semoga Lo berhasil Nam," gumam Widya sembari melihat kearah Namira yang berlari menjauh.


***


Diperjalanan Namira selalu berdoa agar diberikan keselamatan baik dijalan maupun saat bertemu dengan penculik tersebut.


Mustahil kalo Namira gak takut, justru dia sangat takut. Tapi demi adiknya dia harus kuat, harus berani. Kalo bukan dirinya siapa lagi yang akan menyelamatkan adiknya.


Jalan demi jalan dia susuri dengan istirahat sejenak untuk mengisi perut kosongnya lalu melanjutkan perjalanan kembali.


Dan kini dia sudah memasuki wilayah terpencil yang memang susah untuk diakses dan sudah tiba disebuah rumah besar.


Namira turun dari motornya lalu dengan berani dia menghampiri para bodyguard yang sedang berjaga.


"Heh! Ada keperluan apa kesini?!"


Namira kaget karna gak terbiasa mendengar bentakan. Tapi dia harus berani demi adiknya.


"Saya ingin ketemu dengan bos kalian!" Ujar Namira tegas.


"Ada nyali juga Lo rupanya.. daripada lo ketemu bos mending layani kita aja ya gak HAHAHAHAHA!!" ejek bodyguard yang berkulit sawo matang.


Tiba-tiba ada pria tampan yang keluar dari mobil mewah menghampiri Namira yang sedang dihalang oleh bodyguard.


"Ada apa?" Tanya Abraham dingin.

__ADS_1


Melihat Abraham ada di dekat mereka, lantas nyali mereka mendadak takut dan menciut. sebegitu menyeramkan nya kah dia? sampai pada penjaganya saja takut.


"B-bbos.. ini bos dia mau ketemu sama bos"


Abraham melepas kacamatanya dan melihat gadis yang selama ini dia tunggu akhirnya datang juga.


"Biarkan dia masuk," titah Abraham.


Mendengar itu, penjaga tersebut mengangguk "Baik tuan.. kamu silahkan masuk cepat!"


Namira pun masuk dengan wajahnya yang sedikit arogan. Tanpa basa-basi Namira langsung to the point terhadap pria tersebut.


"Mana adikku?!"


"Bisakah anda berbasa-basi dulu?"


Namira tersenyum sinis "heuhh sepertinya anda juga tipikal orang yg gak suka basa-basi ya kan.. jadi cepat dimana Adikku?!" Tegasnya sedikit berteriak.


Abraham terkekeh sinis "baiklah.. akan ku antarkan kau pada adikmu.. mari ikut denganku"


Namira sudah tidak sabar untuk bertemu adik semata wayangnya. apakah dia baik-baik saja? Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa. kini dia dan bos besarnya itu sedang berada diruang yang lumayan cukup besar. Abraham menyuruh semua pelayan, bodyguard pergi meninggalkan dirinya dan Namira berdua saja.


"Itu adikmu"


Namira sangat terkejut melihat adiknya tertidur dilantai dan badannya penuh luka lebam. Namira tak kuat menahan air matanya, ketika melihat adik kesayangannya disiksa oleh orang lain. Hatinya sakit sekali melihat keadaan adiknya sekarang.


"KAU APAKAN ADIKKUUUUU DASAR KEPARATTT!"


Abraham membiarkan gadis ini melontarkan kata-kata marah kepadanya.


"KAU TIDAK PUNYA HATI MENYIKSA ANAK KECIL HAHH??!!"


Namira meneteskan air mata.


"AKU GAK PERNAH SEDIKITPUN MELUKAI TUBUH ADIKKU.. TAPI KAU DENGAN JAHATNYA MELUKAI ADIKKU!!" Bentak Namira.


Nanda seperti mendengar suara kakaknya, perlahan dia mengerjapkan matanya dan bangkit dari tidurnya.


Alangkah senangnya, ternyata kakaknya benar-benar datang menyelamatkan.


"K-kkakak," panggil Nanda lirih.


Namira yang sangat emosi terhadap Abraham kini teralihkan karna mendengar suara adiknya. Namira menoleh pada Nanda yang sudah terbangun dari tidurnya.


"Kakak beneran dateng? Kakak hiks,"

__ADS_1


Namira menghampiri adiknya dan memeluknya dengan penuh kasih sayang. mereka berdua menangis sejadi-jadinya.


"Kamu gak apa-apa kan sayang? Kamu sakit gak?" Tanya Namira sambil mengusap wajah lemah adiknya.


Nanda masih menangis "tubuhku sakit kak hiks.. aku dipukul disini.. aku ingin pergi dari sini heuuheu," adunya.


Namira tidak kuat mendengar suara adiknya yang parau ditambah luka lebam yang banyak ditubuhnya.


"Iya sayang.. kakak akan menyelamatkan kamu ya, kamu jangan khawatir oke.. sebentar lagi kita pulang," ujar Namira sambil menghapus air mata adiknya.


"Beneran kak? Kita bisa pulang?" Lirih Nanda antusias.


"Bener sayang.. kamu tunggu dulu disini ya.. kakak mau bicara sama om itu," ujar Namira lembut.


"Hati-hati ya ka.. om itu galak" Nanda menundukkan kepalanya "aku gak mau kakak kenapa-kenapa" lirih Nanda.


Namira mengusap kepala Nanda pelan "kamu tenang aja.. kakak kan kuat pasti om itu gak berani sama kakak.. kamu percaya sama kakak ya" ujar Namira sembari memberi adiknya ketenangan.


"Iya kak hehe"


"Bentar ya kakak mau ke sana dulu"


Nanda mengangguk, Namira langsung menghampiri Abraham yang sedari tadi memperhatikan mereka.


"Sesuai perjanjian aku datang kesini atas diriku sendiri, aku mohon terhadap tuan tolong lepaskan adikku!" tegas Namira.


Abraham hanya merespon enteng "heumm gimana ya..?"


Namira memasang muka memohon "aku mohon tolong lepaskan adikku, kau boleh lakukan apapun tapi tolong lepaskan adikku" ujarnya sambil meneteskan air mata.


Abraham menyeringai "hemm baiklah.. saya akan melepaskan adikmu dengan syarat kau harus nurut padaku gimana?"


Tanpa berfikir panjang Namira mengangguk setuju.


"Oke.. hari ini saya antarkan adikmu pulang"


"Oke.. tapi saya juga punya permintaan"


Abraham mengangkat alisnya "apa itu?"


"Obati adikku sampai sembuh total!"


"Apa?"


"Obati adikku hingga sembuh, karena kau! Adikku jadi seperti ini.. jadi kau harus bertanggung jawab!" Tegas Namira.

__ADS_1


Abraham mengangkat bahunya "baiklah, tapi hanya kali ini permintaanmu akan ku kabul kan"


"Terima kasih"


__ADS_2