Tuanku, I Love you

Tuanku, I Love you
Santi melarikan diri


__ADS_3

"Aaa.. aduh.. sttthh" ringisnya saat berusaha memulai berdiri kembali rasanya seperti ditusuk jarum yang sangat banyak. Ia berusaha bangun dikarenakan ia ingin ke kamar mandi untuk membuang hajatnya. Dan kamar yang ia tempati tersebut tidak ada kamar mandi, mau tidak mau harus pergi ke kamar mandi khusus pelayan.


Perlahan Namira berjalan dengan tertatih-tatih, karena bagian bawahnya juga masih sangat ngilu untuk digerakkan. Ia pun dibantu jalan dengan meraba dinding ajar tidak jatuh.


Dan tak lama kemudian dirinya pun telah sampai di kamar mandi. Ia melakukannya dengan sangat hati-hati bahkan berjalan pun sangat pelan dikarenakan agar dirinya tidak terjatuh.


Saat hendak meninggalkan area kamar mandi, ternyata Abraham sedang memperhatikannya dari kejauhan. Namira pun mulai pergi dari tempat itu untuk menuju kamarnya. Namun saat berjalan, tiba-tiba pegangannya tersebut mendadak melemas dan ia pun hendak terjatuh ke lantai. Tapi, tubuhnya tak sempat Mengenai lantai karena Abraham telah menarik tubuhnya dan mendekapnya ke dalam pelukannya.


Entah apa yang merasuki Abraham sehingga tubuhnya sendiri bergerak menolong gadis itu. Mereka pun sempat berpandangan terutama Abraham yang sedari tadi menatapnya lekat.


"T-tttuannn" ujar  Namira dengan hati-hati.


Seketika Abraham tersadar dan melepaskan pelukannya. Namun sebelum itu ia membantunya untuk berdiri terlebih dahulu.


"Jalan itu pelan-pelan! Bikin repot orang aja" umpat Abraham. Lalu dirinya pun lantas pergi dari hadapan Namira yang masih diam.


Ia pun masih menatap punggung kekar itu menjauh dari pandangannya. Ia merasakan ada yang aneh dalam dirinya saat melihat tingkah Abraham padanya. Sebentar marah, sebentar akur.


"Kenapa dengan tuan?"


Namira pun kembali ke kamarnya setelah dari kamar mandi. Ia pun kembali menidurkan tubuhnya yang masih merasakan sakit itu.


Santi berusaha menerobos ruangan rahasia itu dengan susah payah. Dirinya pun mulai kegerahan karena di sana benar-benar pengap sekali. Tidak ada cahaya dan angin. Ruangan tersebut juga penuh dengan debu.


"Uhuk.. uhuk.."


"Gw harus cepat!"


Kemudian ia pun meneruskan jalannya. Dan ternyata jalan tersebut sudah tidak bisa dilewati karena sudah mentok dengan dinding. Santi pun awalnya panik karena tidak bisa keluar dari sana. Namun, ia kembali meraba dan merasakan ada tombol di sana. Ia memegang tombol tersebut dan menekannya. Seketika ruangan tersebut menjadi bergetar dan ia pun melihat lorong cahaya di depan sana.


"Bagus.."

__ADS_1


Dirinya pun segera berlari menuju ke luar ruangan tersebut tak lupa dengan menutup akses kembali agar tidak ada yang mencurigainya. Dan ternyata ruangan rahasia tersebut terhubung di sebuah tempat yaitu di dekat ruang kamar Abraham. Di sana pun tidak ada orang. Ia bisa menghela nafas lega untuk sementara waktu.


"Sekarang saatnya"


Ia pun turun ke bawah dengan hati-hati dikarenakan masih banyak penjaga yang sedang berjaga di bawah sana. Tak lupa juga para pelayan yang berlalu lalang. Ia pun memakai masker untuk menutupi wajahnya dan tidak melihat ke arah mereka.


"Heh kamu!!"


Seketika badannya menegang tatkala seorang penjaga menyeru keras pada seseorang. Kemudian ada yang menjawabnya.


"Iya pak?"


Santi bisa menghela nafas lega karena panggilan itu bukan untuk dirinya. Dengan cepat ia menuju ke dapur dimana di sana ada ruang kamar yang diisi oleh Namira yang sedang masa pemulihan. Ternyata kamar tersebut tidak di kunci. Ia pun menerobos masuk ke dalam dan melihat Namira sedang tertidur dengan pulas.


"Akhirnya.. sekarang gw bisa membalas dendam sama Lo dasar bocah tengil!"


"Lo akan membayar semua rasa sakit gw di sini.. kurang ajar! Bersiaplah untuk mati!"


"Mbak Santi?!" Pekiknya terkejut.


"Iya kenapa?! Ini gw!"


"Kenapa mbak bisa ada di sini?"


Santi menggeram marah "gw akan kasih Lo pelajaran" lalu wanita itu mulai mencekik leher Namira dengan kencang.


"Aaaa..aaahh.. apa yang mbak lakukaaannn" ujar Namira yang masih berusaha melepaskan cekikannya itu. Namun Santi seakan sudah gelap mata, ia malah mengencangkan cekikan tersebut di lehernya.


"Karena Lo.. gw dihukum.. karena Lo gw dibenci sama Abraham.  Lo udah merampas tempat yang gw inginkan.. sekarang, gw akan buat Lo mati, supaya gw bisa mengisi posisi yang Lo tempati sekarang!!"


"Aaaaaaaaaaaaaaa" jerit Namira.

__ADS_1


Mbok Asri yang sedang menuju ke dapur seakan terkejut mendengar suara jeritan dari kamar Namira yang tertutup rapat. Ia pun menaruh gelas kotor ditempat cucian lalu ia menghampiri kamar tersebut untuk memastikan Namira baik-baik saja.


Saat membuka pintu, Mbok Asri terkejut melihat Santi sedang mencekik Namira dengan membabi buta.


"Ya tuhan.. Santi hentikaaannn!!!"


Mbok asri pun membantu melepaskan cekikannya itu. Namira seakan sudah tidak kuat menahannya. Mbok asri berhasil membuat Santi melepaskan genggamannya. Namira pun terbaruku saat terlepas dari cekikan tersebut. Namun, mbok asri pun terjatuh dan Namira tiba-tiba menerima pukulan yang keras dari kepalanya.


"Aaaaahhhhhh!!!"


"Tolooooooonggg!!!" Jerit Mbok Asri.


Para penjaga pun merasakan ada yang aneh. Terutama Toni. Toni dan anak buahnya segera menghampiri sumber suara tersebut. Dan mereka pun melihat perkelahian Santi dengan Namira dan mereka sedang dipisahkan oleh Mbok Asri.


"Hentikan!!!" Suara bariton tersebut sukses menghentikan kegiatan mereka. Santi  mendadak terkejut saat melihat Toni sudah ada di depannya. Mbok asri terbangun dan memeluk tubuh Namira yang lemah akan siksaan yang diberikan Santi barusan.


"Tuan Toni.. Santi telah melukai gadis ini.. dia mencekik dan memukulinya tuan" adu mbok Asri.


Santi yang ketakutan, akhirnya mengambil sebuah sabun bubuk yang tersedia di sana, dan melemparkannya pada mereka semua.


"Aaahhh sialaaannn!!!"


Santi berhasil menerobos keluar dan di sana para penjaga pun mulai ikut mencarinya. Sesi mengejar pun tak terelakan.


"Cari dia!! Jangan sampai dia lolos!!" Ujar Toni pada anak buahnya.


Santi yang memang cerdik, ia bisa keluar dari rumah neraka itu hanya dengan sekejap. Dan itu pun ia keluar dari jalan rahasia yang sudah lama ia buat untuk keadaan terdesak. Lalu setelah keluar, Santi pun menyunggingkan senyumnya.


"Selamat mencari ku para penjaga bodoh"


Kemudian ia pun kembali berlari menjauhi tempat tersebut tanpa membawa apapun dan hanya pakaian yang ia pakai saja. Ia pun terus berlari sampai kakinya merasakan sakit karena terus menerus berlari. Namun ketika berhenti, ia takut jika anak buah Abraham mengikutinya. Lalu dirinya nekat masuk ke dalam hutan untuk bersembunyi di dalam hutan.

__ADS_1


Walaupun dia sudah kabur dari sana. Rasa dendamnya pada Namira belum mereda "awas gadis sialan!! Suatu saat nanti gw akan datang lagi.. dan gw akan buat perhitungan sama Lo!"


__ADS_2